
Hari ini jadwalku tidak sepadat biasanya jadi kuputuskan pergi mengunjujungi teman lamaku J.
" tok.... tok... " aku pergi kerumah yang terlihat sederhana dengan suasana amat sepi seakan tak ada penghuninya.
Tak lama ada sosok orang yang sudah lama ku lihat terakhir saat pemakaman ayahku membukakan pintu.
" Yuna.... " muka terkejutnya saat dia lihat aku muncul dibalik pintu itu.
" J.... " aku tersenyum hangat " kenapa mukamu itu, seakan kau lihat hantu saja " tambahku lagi.
" ayo masuk " akhirnya dia mulai stabil dan menyuruhku masuk.
Setelah masuk dia menyiapkan minuman disaat dia menyiapkan minuman aku perhatikan rumah ini aku ingat perna 2 kali aku kerumah ini bermain J lah teman baikku yang sangat aku percaya dan aku sayangi sewaktu itu.
" minum Yuna " dia menyiapkan minuman es kopi susu ahhh... dia benar-benar mengenalku.
Aku menatapnya " langsung saja J aku ingin menyampaikan niatku kesini ".
J menatapku dengan sangat dalam namun wajahnya memperlihatkan raut yang takut seakan dia sudah tau apa yang akan aku sampaikan.
" aku kesini mau menyampaikan pesan Juna sebelum dia meninggal " kini raut wajahnya sangat terkejut.
" pesan Juna... " dia seakan tak percaya.
" Yun kau sudah ingat semua " tambahnya dengan bibir bergetar dia mengucapkan itu.
" aku ingat semua, termaksud Juna ngomong kalau dia pacar denganmu J " mataku seakan berkaca-kaca karena ku tau aku sejak dulu benar-benar naif menganggap semua orang baik.
" maafkan aku Yuna, aku gak bermaksud menyembunyikannya. Aku akan jelasi semua " Aku melihat sosok wanita cantik dan Tomboy ini menangis, ternyata dia menyimpan beban ini sendiri selama ini aku tau kau juga pasti tersiksa menyimpan sampai selama ini.
" katakan lah " hanya itu yang mampu aku katakan mulutku kelu seakan tertahan dengan kenyataan yang pahit seakan lebih baik tak terungkap namun aku sadar semua harus berakhir agar masa lalu tak menghantui masa depan.
" Dulu saat SMP kelas satu aku pacaran dengan cowok ganteng kakak tingkat tiga dia perhatian, baik dan gue tau dia sayang sama gue "
Flasback ( kemasa SMP sebelum Juna pacaran dengan Yuna )
Disini J dan Juna sudah pacaran
" J loe kan tau gue sayang sama loe walaupun kelihatan alay... dan loe tau banyak cewek-cewek ngejar gue dan cewek-cewek itu gak masalah berbuat jahat hanya dapati gue ".
J
" iya aku tau kak Juna sangat populer "
__ADS_1
Juna
" hubungan kita lebih baik dirahasiakan, aku takut cewek-cewek itu nyakiti kamu kalau mereka tau J pacar kak Juna "
J
" baiklah kak Juna "
Juna mengelus rambut J lembut bak boneka cantik.
" J pintar sayangnya kak Juna " Juna pergi meninggalkan J.
Beberapa lama aku mendengar kau pacaran dengan kak Juna aku sangat cemburu dan marah walaupun ini hanya seakan cinta monyet namun aku benar-benar sayang sama kak Juna.
aku kerumahnya
Didepan rumah kak Juna
" Kak Juna... apa maksud kak pacaran dengan Yuna, kak... Yuna itu sahabat J " aku menangis seakan dicurangi.
" sahabat kamu... " Juna menatap J dengan tatapan terkejut.
" iya Yuna itu sahabat J, kak Juna tega sekali menduakanku dengan sahabatku sendiri "
" J dengeri kak Juna. Kak Juna sama Yuna hanya berteman tunggu sebentar lagi aku akan menjauhi Yuna, tapi tunggu sebentar lagi dan jangan mencurigai kakak gitu, kakak Juna itu hanya sayang sama kamu J"
" iya kak. J percaya sama kak Juna " J pun berhenti untuk menangis.
.
.
" itulah terakhir kali aku bertemu dengannya, dan aku benar-benar **** seharusnya aku melarang dia berbuat itu padamu Yuna " air mata J mengalir dengan deras dan terlihat jelas rasa bersalah di matanya.
Aku memeluk J menenangkannya " seharusnya aku yang minta maaf baru datang dan ingat sekarang hingga membuat kau sangat lama menderita, Juna benar kau tak salah dan kau tetap sahabatku " aku menangis namun sekaligus merasa tenang karena aku sadar semuanya tak hilang hanya tak terlihat dan menunggu untuk ditemukan seperti persahabatan kami.
Flasback ( Tragedi masa lalu Yuna, Juna )
Saat Yuna diculik dengan Juna dan 2 temannya dibawah ke tempat kecil, gelap dan kotor.
2 orang yang membantu Juna langsung pergi dan tak akan menceritakan ke siapa-siapa dan mereka tak mau ikut campur masalah ini namun sebelum berakhir kami berpesta di luar tempat penyekapan Yuna. Kami bercanda gurau, bernyanyi malam itu tawa kami lah yang bergema digelapnya malam.
Keesokan harinya aku melihat Yuna dengan keadaan tidak baik dengan luka lebam disekitar tubuhnya dan luka bakar bekas puntung rokok pada pahanya dan ketakutan saat aku datang menghampirinya.
Ini sudah salah Ansel benar-benar keterlaluan kalau begini Yuna bisa mati dia siksa.
__ADS_1
Aku mengatakan maksudku yang tak setujuh akan perbuatan Ansel dengan Yuna.
" Sel... loe kok nyiksa Yuna gitu " dengan nada emosi
" Ju... lebih baik loe gak usah ikut campur ini sekarang urusan gue, loe cukup bawah dia kesini selain itu gak ada lagi urusannya sama loe " Ansel pergi meninggalkanku yang kecewa akan perbuatan Ansel.
Aku harus menyelamati Yuna, kalau ada apa-apa sama Yuna gimana aku ngomong ke J.
Aku memutuskan melaporkan polisi walaupun aku tau resikonya sangat besar namun inilah yang bisa aku lakukan.
Malam itu Ansel seakan seperti kesurupan dia menyiksa Yuna dan ingin memperkosa Yuna aku gak tau apakah pikirannya sesuai dengan umurnya.
" Stop Sel, ,,, loe udah keterlaluan itu anak orang "
" apaan loe si Jun jangan sok suci loe dekati Yuna juga demi mobil "
wiuu... wiuuuu ( mobil polisi datang dan langsung menangkap kami berdua).
Aku dan Ansel dibawah di kantor polisi sedangkan Yuna dibawah kerumah sakit karena keadaannya cukup buruk dengan luka lebam dan biru serta luka bakar akibat puntung rokok yang ada dilengan dan kedua paha Yuna. Disana sudah ada orang tua Yuna dan orang tua kami berdua serta perwakilan sekolah.
" Saya tidak terima anak saya dibeginikan, ini sama saja penyiksaan seksual " Ayahnya Yuna sangat marah sampai-sampai menggedor-gedor meja.
" kami tau anak kami salah tapi kan mereka masih anak kecil " sahut ibuku pelan mencoba meredahkan amarah ayahnya Yuna.
" anda berbicara tentang anak kecil, semua ini tidak akan terjadi kalau pikiran mereka memang masih anak kecil "
" Tapi bapak harus pikirkan kalau bapak melaporkan ke hukum dan tidak ingin berdamai kejadian ini akan tersebar bukan hanya anak saya yang nama baiknya buruk yang pasti sekolah dan yang terpenting puteri bapak semua akan tau cerita ini dan nama puteri bapak akan tercoreng buruk sebagi perempuan, pikirkan masa depan puteri bapak apalagi keadaan jiwanya tidak baik " sahut ayah Ansel yang memang salah satu pengusaha tersukses "
" benar pak, pikirkan lagi bagaimana kedepannya untuk Yuna " sahut kepala sekolah.
Keputusan Ditunda 2 hari sampai ayah Yuna mengambil keputusan.
2 hari telah berlalu, dikantor polisi.
" saya mau berdamai tapi ada syaratnya " ayah Yuna menatap kami.
" silakan pak, sampaikan syaratnya " polisi menuntun perdamaian ini.
" mereka Berdua harus menjauhi anak saya, pergi dari negara ini, karena mereka kesehatan mental anak saya sampai sekarang belum sembuh "
" bagaimana saudara yang lain " tutur polisi
" baiklah, kami setuju " kedua orang tua kami.
Selamat baca reader, jangan lupa like, komen juga vote ditunggu iya.
__ADS_1