
Sean
Malam ini aku datang ke pesta kemenangan pertandingan futsal kami, berkumpul dengan yang lain " minum apa bro" salah satu temanku menawarkan minuman.
Datang cewek cantik dan seksi duduk disampingku "Sean gue denger - denger loe udah putus dengab Tefani ?" orang sok akrab aku sangat tak nyaman didekat cewek ini
"Itu bukan urusanmu" jawabku singkat tak mau memperpanjang obrolan
"Wau..... ternyata itu benar selain tampan, kaya, loe juga dingin dan sombong tapi aku justru suka dengan sikapmu " dia turun dari kursi dan melangkah kehadapanku
"Perkenalkan aku Vara jurusan Kedokteran" kami saling menatap
"Oh ternyata dewinya jurusan kedokteran, gue banyak denger loe tapi gak secara langsung ketemu loe, sangat beruntung bertemu loe disini" dia mendekat ke arah telingaku
"Aku juga merasa tersanjung bisa mengenalmu" dasar cewek penggoda hanya itu yang ada di pikiranku tak ada sedikitpun ketertarikan padanya, iya jujur dia tidak ada apa-apanya dengan Yuna dan Fani.
.
.
Yuna
Aku berkeliling mencari dia dan aku pergi ke kerumunan dekat bar minuman, aku melihat dia bersama perempuan perlahan aku melangkah mendekati mereka tapi saat aku sudah dekat dengan mereka aku melihat si cewek mencium pipi Sean.
Sontak aku sangat kaget, ternyata seperti ini lah Sean. Aku hanya merasa ke geeran saja, seperti anggapan aku yang selama ini di istimewakan tapi ternyata perlakuan dan kata-kata manisnya untuk semua wanita.
Sean
"Yuna" aku melihat Yuna tak jauh dari sini dengan penampilan berbeda dia nampak cantik dan seksi.
"Maaf aku mengganggu kalian " Suaranya pelan tidak seperti biasanya Yuna melangkah mundur namun tatapanku masih menatapnya
"Udah tau ganggu, bukannya cepat pergi" celetus perempuan itu tajam, Yuna berpaling dan melangkah cepat meninggalkan tempat ini.
" Apa-apaan si loe ngusir tamu gue" Nih cewek memperburuk keadaan, aku beranjak dari tempat duduk ku dan mengejar Yuna keluar, saat aku diluar aku gak tau mau kemana karena dia sudah gak terlihat.
Apalagi di luar ini hujan turun dengan deras tapi aku terus mencari dan aku lihat ada sepatunya sebelah tertinggal aku percepat lariku dan aku temukan dia aku pegang salah satu tangannya "kenapa loe hujan-hujanan gini ?"
"Gue mau pulang gue lagi cari taksi " jawabnya singkat, cepat
"Iya gak usah hujan - hujanan juga. ayo ke dalam nanti aku antar "
"cukup deh Sean, gue emang cewek kolot yang senang kalau ada yang deketi gue seakan gue dapat teman baru tapi gue tau kalau loe gak tulus dengan gue apalagi kalau loe ngomong suka sama gue" dia berhadapan dengan gue di derasnya hujan yang mengguyur
__ADS_1
" Loe....bukan cuma cewek kolot Yuna tapi loe juga bodoh, loe gak bisa lihat gue sekali ajah... jangan ada rasa curiga dimata loe, gue juga pengen loe tertawa, loe ceritakan masalah-masalah kecil loe ke gue tapi loe gak pernah.. Sama sekali gak pernah apalagi loe nganggep gue temen, ke gini cara loe nganggep gue temen"
"Apa maksud loe" dengan raut muka bingung
"Gue selalu ungkapkan semua termaksud kegiatan gue tapi loe cuma tanya satu dua kalimat itu yang membuat loe penasaran itu udah berlalu dua bulan tapi gue merasa kita seperti semula, gak ada perkembangan jalan di tempat Yuna"
"Gue ngerasa gak percaya sama loe Sean cowok yang terkenal, banyak cewek yang pengen jadi pacar loe, kenapa loe suka dengan gue"
"Kenapa semua orang bertanya ini dengan gue, kemaren juga dia yang kita pinjami motor berkata kenapa loe turun derajat milih cewek dari dewi dan sekarang......... jawaban gue masih sama karena loe Yuna cewek yang istimewa dihati gue"
"Ha.....ha....ha... kayaknya dimata loe gue terlalu lugu iya... loe omong gue istimewa tapi loe juga ciuman dengan cewek tadi dan loe juga masih pacaran dengan Tefani yang loe sebut mantan jadi sebenarnya mau loe apa?"
"Jadi itu masalahnya, gue tadi gak ciuman.
Dia tadi berbisik sesuatu tapi dari sudut loe ngelihat itu kayak ciuman, kalau Tefani itu benar-benar mantan aku " kami sama-sama diam
" satu yang mulai gue ngerti loe lagi cemburu" aku mengatakan lirih dan menatap mukanya yang polos karena make up sudah luntur sejak tadi.
"Apaan loe... cemburu !" Sean memegang kedua tangan gue
"Gue senang loe cemburu, tapi loe Yuna sekarang ngisih hati gue " Kami terdiam beberapa saat dan terhanyut dengan pandangan mata yang menyatuh
"Berpacaranlah dengan ku dan gue mau jawabannya sekarang agar gue bisa nentui sikap gue selanjutnya" nada suara penuh penekanan
"Kok loe intimidasi gue gitu"
"Harus sekarang gue jawab " dia menatapku dengan tajam hujan yang deras bukanlah halangan
"Baiklah, jawabanku iya aku mau jadi pacarmu "
"Bener kamu mau jadi pacar aku" dia tersenyum
"Iya" dia tiba-tiba memelukku
"Maaf aku hilang kendali karena seneng " aku hanya diam
"Ayo kita pulang"
"Iya ayok" dia tiba-tiba menggendongku arah depan tepat di deoan dadanya
"Kenapa kamu gendong aku kegini, malu di lihat orang"
"Untuk hari ini loe gak bisa jadi cenderela karena tadi gue gak sempat ambil sepatu loe demi ngejar loe"
"Siapa yang ingin jadi cenderella di hujan - hujan gini "
__ADS_1
"Iya makanya aku gendong lihat kakimu lecet - lecet " aku diam dan menatap wajahnya lebih dekat.
Saat sampai dilobi klub "pak tolong ambilkan mobilku"
"Baik tuan" setelah mobil itu sampai
"Kamu bawah mobil ? "
"Iya"
"Tapi...."
" Tenang ajah untuk malam ini aku akan dafi supirmu " dia memasukkan aku ke mobil ditempat duduk belakang.
"Lain kali kalau tak bisa pakai sepatu yang tinggi seperti itu iya jangan dipakai dan pakaian itu benar - benar "
"Kenapa pakaianku" dia menoleh kebelakang dan senyum sinis
"Sangat menggoda"
"Kau.....dasar mata mesum" dia mengambil bungkusan dari laci mobilnya dan memberikannya padaku
" Ini jaket yang kita beli kemaren tertinggal disini jadi pakailah"
"Oke terimakasih"
Di perjalanan dia berhenti di supermarket terdekat dan dia masuk ke kursi belakang "kakimu di obati dulu "
"Biar aku ajah"
"Udah....diam aku sedang mengobatinya " dia sangat lembut dan telaten setelah selesai dia mengantarku pulang
"Kamu gak mampir dulu mengerikan pakaianmu "
" Gak pantas cewek mengundang pria kerumahnya "
"Aku berniat baik"
"Iya....iya aku tau, lebih baik aku langsung pulang tapi aku harap cuma ini pertama dan terakhir kau mengundang laki - laki ke rumahmu seperti tadi" dengan sedikit berbisik di telingaku
" Is ...dasar nyebeli aku pulang " aku keluar mobil dan masuk ke rumah.
-Happy Reading-
__ADS_1