Kamu Jahat

Kamu Jahat
Dia Cemburu


__ADS_3

 


Sudah sebulan kami cukup dekat dan cukup nyaman interaksi dengan dia tapi aku belum merasakan apa-apa dalam perasaanku dan kami lebih seperti teman.


"Bib...bib" bunyi chat hpku aku melihat notifikasi yang terterah nama yang sudah aku kenal Sean.


" Makan bareng yok aku ada tempat baru, enak lagi" kami semakin akrab


" Oke nanti ketemuan di gerbang ajah" dan dia bukan naik mobil lagi tapi naik motor karena dia tau aku gak nyaman naik mobil jadi dia menggantikannya dengan motor.


 


Setelah selesai kuliah aku pamitan dengan Vira dan Sasra untuk pergi duluan "Sasra, Vira aku pergi duluan ya aku mau pergi bareng Sean" aku udah gak sembunyi-sembunyi ataupun malu karena dua sahabatku itu tahu semuanya tentang aku dan Sean.


" Iya udah pergilah tapi hati-hati kami masih belum percaya sama si Sean itu" aku tersenyum mendengar perotesan mereka


"Okeoke beres bos" aku pergi menujuh gerbang dan dia sudah ada di situ menunggu dengan motornya


"Kok kamu cepat banget keluarnya " aku bertanya dengannya


"Dosennya gak masuk tapi tugasnya banyak, ya udah ayok" aku mengangguk dan naik.


 


 


sesampainya ditempat makan yang dia sarankan "ikan bakar di sini enak" dia sangat antausias


"semoga gak mengecewakan" selagi kami menunggu makanan datang

__ADS_1


"Sean, aku dengar-dengar kamu punya pacar " aku mencoba membuka pembicaraan karena iya Sean yang ada dihadapanku ini kabarnya sudah ada kekasih.


" Pacar!.. aku gak ada pacar kok, ini aku lagi usah dapati pacar yang ada dihadapanku" dia menatapku dan tertawa dengan gaya rayuannya.


"Aku serius, namanya Tafani setau aku" tatapannya lurus kedepan mencoba mencari kejujurannya.


"Oh dia, dia mantan aku sekaligus teman kecilku" tidak ada keraguan dia berkata dengan entengnya.


"Mantan ?" seruku


"Iya, kami udah putus dari pada memghancurkan persahabatan kami lebih baik kami akhiri dengan baik-baik" mukanya murung sepertinya aku membahas ini membuka luka dalam hatinya.


 Makanan sudah sampai dan kami menikmatinya, " kamu suka ikan bakar?" aku bertanya dengannya karena aku melihatnya begitu menikmati


"Iya aku suka ikan bakar, kamu gak suka iya pesan bakso ajah"


" Bukan aku mau kok ikan bakar, tapi ngeliat kamu makannya lahap banget kayaknya makan favorit " dia tersenyum menandakan kata-kataku benar.


" Aku ajah yang bayar"


" Mana ada aku ajah, kan aku yang ngjak, lain kali kamu deh"


"Oke lah".


Di parkiran "kak Deo, ketemu disini sama siapa disini kak atau ada Vira" menyapa kak Deo pacarnya Vira yang perna menolongku


"Kumpulan grup kampus, jangan ngomng ke Vira aku disini nanti kami berantem lagi katanya aku lebih milih temen dari pada dia" dengan alis dinaikkan satu tanda tak mau urusan jadi runyam.


"Hahaha siap kak, aku sih tau gimana retoknya satu orang itu" tertawa renyah

__ADS_1


"Kamu disini sama siapa "


"Temen tapi dia lagi di toilet"


"Apa tuh cowok yang mengarah kesini, dia udah datang tuh ,gue permisi dulu by" aku melihat sosok yang dimaksud kak Deo dan benar saja itu Sean.


"Iya kak by" aku tersenyum melepas kak Deo pergi.


"Siapa?" saat dia sudah ada di belakangku


"Seseorang yang ku kenal" dia menaikan motornya dengan tatapan judes tanpa berkata apa-apa denganku hanya diam menungguku naik aku pun naik kamipun pergi.


"Sean kita mau kemana ?" tapi dia tidak menjawab tapi dia malah mempercepat kecepatan dan tanpa kusadar aku memeluknya karena aku kaget dia tiba-tiba ngebut gitu.


Beberapa saat kami sampai di depan rumahku aku pun turun dari motor saat dia ingin pergi aku pegang tangan nya menginsyaratkan jangan pergi "kamu kenapa sih kok aneh sifatnya cepat banget berubah gak jelas" dia hanya diam dan tak melihatku


"Sean..... Sean " Aku memanggilnya terus yang masih kukuh tak mau melihatku


" Udahlah jangan bahas itu sekarang, lebih baik aku pulang" aku mengejar tatapannya dan dia terus memalingkannya


"Jangan-jangan kamu cemburu iya " menggidanya aku sambil tersenyum


"Gak ada aku cemburu" dan dia ingin pergi


" Cowok tadi pacarnya temanku kami hanya menyapanya" dia berhenti dan turun dari motor


" Boleh sekali lagi kamu katakan " astaga apa kurang kuat volume suaraku tadi kenapa dia mendadak tuli sih


"Dia cowok temanku dan kami tadi bahas temanku, udah"

__ADS_1


"Iya udah aku pulang dulu, nanti aku chat" wajahnya kembali ramah dan nada bicaranya tidak judes lagi dia benar-benar sedang cemburu aku tersenyum melihat kelakuan kekanak-kanakkannya.


 


__ADS_2