Kamu Jahat

Kamu Jahat
Rasa Ini Semakin Nyata


__ADS_3

 Pagi ini  terbangun dengan malas karena kegiatan di perusahaan yang hanya survei


itu membosankan dan memakan waktu yang lama dan sebentar lagi kami sibuk


membuat laporan.


Muncullah ideh iya jenius " bagaimana aku ajak Yuna olaraga alasanku untuk bertemunya apalagi kegiatanku masuk jam 10 dan kelasnya masuk  jam 9 " batinku sekaligus rencana.


Pagi ini jam 6;30 pagi aku sudah ada di


depan rumahnya aku menelponya


“ Halo....”  dia menjawab


“ Halo ada apa Sean, pagi begini sudah nelpon “


“Ayo olaraga, aku tunggu di bawah 15 menit harus turun”


“ Ah olaraga ? ah..... udah di depan rumah “


“Iya, cepat aku tunggu “


Yuna


“Tring..... tring....... “


Telponku berbunyi dan itu dari Sean dia mengajakku olaraga namun keadaanku saja baru membuka mata dari tidur cantikku karena itu dengan bergegas aku membasu muka dan ganti baju mana sempet untuk mandi , karena dia sudah senaknya mengajakku sedangan dia sudah siap di depan rumah.


“ Sean, kok kamu kesini mendadak banget, pagi – pagi gini lagi “ protesku karena itu termaksud kegiatan mengganggu.


“  Kau tau aku kesini dengan semangat sampai disini malah kau omeli gitu, dan aku juga merindukanmu “


Dia mendekat dan memelukku


“ Jangan peluk aku, soalnya aku takut bau  emmhh gue blm mandi “ aku tersenyum


“ Aku tak mau melepas pelukanku, biarlah bau yang penting kamu tetap Yuna yang aku sayang “


“Ayo olaraga, katanya mau olaraga “


“ Kan ganggu kesenangan ajah,  okelah ayok naik motor kita olaraga di taman “.


.


.


Kami berlari bersama, dia lari pelan mengimbangi lambatnya aku berlari dan terkadang berjalan. Hal sederhana ini tapi begitu manis aku suka dia ada di dekatku dan melakukan hal semacam ini.

__ADS_1


“ Kamu libur emangnya ? “


“ Enggak “


“ Jadi kenapa kamu ajak aku olaraga, gak telat nanti ? “


“ Jam  10 aku masuknya, kamu duluan yang masuk kampus “


“ Oh.... udah yok istirahat gue gak tahan “


Nafasku semakin berat dan keringatku deras mungkin gak perna olaraga jadi sulit.


“ Iya udah kamu duduk di sini dulu aku lari beberapa menit nanti aku kesini bawah minum “


“ Oke “


Pantas larinya kencang saat main futsal dia mah udah biasa dan apa daya diriku yang kerjanya di rumah, kampus dan yang lebih buat ku kagum badannya bagai moden profesional berotot tapi tetap terlihat sisi kalemnya pantes juga cewek – cewek ngejar – ngejar dia.


Beberapa saat aku menunggunya ada sesosok orang perna ku temui tapi aku


tak mengenalnya .


“ Ketumu lagi kita Yuna “


“ Kau !!!”


“ Iya lah aku ingat, orang gila yang menarik tanganku terakhir kali kan”


“ Mulutmu mulai lancang “


Aku berdiri  “ aku gak mau meladenimu”  aku melangkah pergi namun dia menarik tanganku dengan keras.


“ Loe mau kemana lagi, kali ini gak ada yang nolong loe “ menatapku dengan tajam terasa aura membunuhnya


“ Gue bisa teriak disini, loe sebenarnya maunya apa sih ?? “ aku meninggihkan suara


“ Loe pura – pura **** lagi, sebenarnya apa yang loe katakan ke Juna kenapa dia jadi gila dan bunuh diri “


“ Bunuh diri ... ?  Juna...?  apa sih yang loe omong gue gak ngerti “ aku memang sama sekali tak kenal.


Aku coba melepas penggangannya tapi karena pegangganya erat dan dia terus menatapku menanti jawaban lain


“ Gue bener-bener gak tau, dan itulah jawabanku “ masih mencoba mengebaskan tanganku agar terlepas dari cengkramannya.


“ Lepasih dia “  Sean memegang tangannya  dengan erat akutak sadar bahwa Sean sudah disini sekarang cowok itu melepaskanku .


Sean menghantam muka cowok itu dengan keras “ Brengsek loe, jangan sentuk cewek gue “

__ADS_1


Dia memegang tanganku mengarahkan ke belakangnya


“ Siapa lagi sih loe, gue gak ada urusannya sama loe tapi loe malah mukul gue “ seru cowok yang gak tau diri itu


“ Urusan dia akan menjadi urusan gue “ mereka aduh tinju sejauh ini yang menang Sean karena cowok itu hanya sama cewek ajah kelihatan garang tapi ahhh kalau berkelahi sama sekali bukan apa -apa untuk Sean.


“ Sean udah “ aku menarik tangannya dan kami pergi meninggalkannya yang masih tersukur.


Aku membawah Sean menjauh dan aku suruh dia duduk.


“ Sekarang kamu tenang duduk, kamu ini nanti mati anak orang gimana ? sini aku lihat wajah tampanmu ini “


Aku pegang kedua pipinya “ ahhhh.... pelan – pelan, sakit ini “


“ Rasakan, makanya jangan berkelahi “ aku menekan kedua pipinya  tapi salah satu tangannya mendorong tengkuk leherku dan dia perlahan mencium bibirku aku sangat terkejut tapi perlahan aku pejamkan mata dan mengikuti permainannya


Dia mencium bibir bagian bawahku lalu bagian atas perlahan-lahan terkadang dia sedikit menyedotnya aku hanya mencoba mengimbangi tapi walaupun aku masih kaku dan kami melepas ciuman, dia tersenyum kami serentak malu – malu.


 “ Akhirnya ada gantinya yang pertama itu “


“ Ayo kita pulang “


(Sean ) 


Di tempat perusahaan aku tidak bisa fokus,


aku memikirkan kejadian tadi pagi gila gue bisa malu juga iya, kalau gue


pikirkan dengan dia hidup gue penuh dengan pelajaran baru iya pelajaran mengenal


maksud cewek yang penuh dengan kode - kode rahasia dan tipe - tipe anehnya cewek.


Gue bahagia dekat dia ada rasa yang gak bisa gue jelasi yang pasti  gue nyaman setiap jalan dengan dia.


“ Sean, muka loe kenapa ?” sedikit goresan akibat bekelahi tadi pagi.


“ Berkelahi dengan ******** “


“ ********....” seru teman satu timku


“ Oh iya jangan lupa ngerjai laporan bagian


masing - masing, Sean gue ingeti loe jangan sampai lupa “


“ Iya ... iya... sewot banget “ sambil memalingkan pandangan, saatnya kembali ke dunia kenyataan.


“ Gue tau loe bisa, tapi pelupa loe gak ada yang nandingi “

__ADS_1


" Iya ingetilah Bu ketua " sambil mengkedipkan sebelah mataku.


__ADS_2