
Aku dan sepupuku makan bersama " bang bagaimana perusahaan ayah ?" "aku yang akan mengurusnya sementara sampai kau sudah stabil apa lagi kau sudah lulus kau urus itu dulu banyak yang terbengkalai 2 minggu ini, aku terserah padamu bagaimana rencanamu atau kau ingin langsung turun tangan di kantor " "aku blm sanggup bang, aku akan segera mengurus data2 kelulusanku dan langsung pergi ketempat bibik untuk menenangkan diri " "kau yakin ingin pergi kesana " "yakin bang" "baiklah klau itu keputusanmu, kapan kau akan berangkat ? " "seminggu lagi " "aku akan pesankan tiketnya " "makasih bang udah datang dan menetap menemani aku " "iya " "oh iya bang carilah istri abang ini udah mulai tua " "dasar ,,,,,aku masih muda dan tampan ".
2 hari berlalu....
Tafani
" Sean,,, gue sama sekali gak ada hubungan dengan Andi, dia salah paham aku jelasi semuanya dengan dia dan dia mau mengerti gue gak mau kehilangan loe, kita bisa seperti dahulu Sean " aku janjian dengannya didepan kantor Sean " masalahnya bukan itu Fani masalahnya Andi punya perasaan dengan loe mau di gimanai semuanya gak bisa kembali ke semula sesuatu yang pecah mustahil akan kembali seperti semula " "kamu tega begini sama aku Sean " " loe tahu Fani orang yang paling gue sayang, gue jaga adalah kalian berdua dan yang selalu bersama gue dari kecil loe pasti tau gue gimana terutama loe, gue gak bisa bersaing dengan sahabat gue sendiri lebih baik kita akhiri hubungan kita dan pertahankan persahabatan kita " Sean masuk meninggalkanku yang sudah menangis.
__ADS_1
Sean
aku gak tau kenapa perasaanku biasa saja saat Fani menghampiriku dan menjelaskan semuanya tak seperti dulu 2 hari bertengkar saja aku gak tahan dan aku yang meminta maaf tapi sekarang begitu hambar tak berasa atau karena ini emosiku saja karena terlalu kecewa.
Kehamilanku sudah 8 bulan lebih 2 hari aku sangat was-was untuk kelahiran, dirumah yang besar ini ada bik Ana pembantu Yuna yang disuruh menjagaku dan tepat di malam hari aku sudah mulai merasakan sakit yang amat sangat di perutku " non kita kerumah sakit saja " " bik,,,, sakit perutku " "ayo pelan, aku sudah siapkan taksi tadi " bibik memapahku menujuh taksi hingga kami sampai di rs
__ADS_1
saat di rumah sakit aku langsung di bawah ke ruangan persalinan beberapa saat Vira dan Yuna sudah datang "gimana keadaan mu Sa " "sakit Perutku Yun " "sabar aku panggil dokter dulu " dokterpun datang " itu keadaan yang stabil dia masih bukaan satu kita harus tunggu dulu, saya ke sana dulu kalau ada keluhan yang lebih lanjut panggil saya saja " " baik dok " "sabar iya syang " seru Vira yang khawatir. Beberapa saat aku merasa sakit yang amat Yuna pun langsung memanggil dokter " kalian tunggu di luar " kini hanya ada aku, dokter dan para perawat " suami blh mendampingi " " blh saya saja yang mendamping dok, soalnya suaminya dalam perjalanan " tambah Yuna "baiklah " "baiklah mbg Sasra Rileks tarik nafasnya perlahan keluarkan pelan-pelan tarik nafas lagi ayo dorong " "emmmhhh... ahhhh " teriakku nenahan rasa sakit " "ayo mulai lagi tari nafas dorong " "ahhhhh....emmmh.... " "semangat Mbg Kepalanya udah mau keluar " seru dokter itu " ayo Sasra aku yakin kamu bisa " "oke tarik nafas, dorong yang kuat " " ahhhhh....ahhhhhh.... " aku pun melahirkan air mataku mengalir mendengar tangisan suara anakku Allah aku bersyukur bisa melalui ini semua dan menitipkan malaikat dalam hidupku "selamat kamu melahirkan bayi laki-laki yang sehat dan tampan " " makasih dok" " kita akan lakukan mmd agar asupan yang dia konsumsi tetap asi, baik dok " "aku merasakan dia ada di dadaku yang mulai mencari-cari ** susuku hingga dia menemukannya aku merasa menjadi ibu seutunya saat dia terus mengemut aku semakin terharu.
Alvaro
__ADS_1
Emosiku memang semakin tidak terkendali semenjak Sasra meninggalkanku tanpa penjelasan yang jelas itu kerjaanku hanya kerja, kerja aku tak meneriama kesalahan sekecil apapun, bila itu terjadi aku suruh ulangi sampai aku pecat namun hari ini sangat kacau aku gak tau semua yang mereka persentasikan sangat-sangat buruk membuat aku naik pitam dan kesehatanku menurun sampai aku masuk rumah sakit. Saat aku sudah beberapa saat beristirahat aku ingin mencari sekertarisku namun dia tidak ada di tempat mau menghubunginya tapi hpku saja dia yang membawahnya dengan rasa jengkel aku keluar rungan dan berjalan sekitar rumah sakit, di satu tempat aku mendengar suara tangisan bayi yang membuat aku aneh suara itu seakan memanggilku untuk mendekat padahal hanya suara bayi dan aku tidak pula dekat ataupun suka dengan bayi namun suara ini benar-benar membiusku hingga aku ingin masuk namun sebelum aku masuk sekertarisku mengagetkanku dari belakang " Direktur Alvaro " "kau ini kemana saja dan sekarang ada dan mengagetkan aku , ayo ke ruanganku saja " aku pergi namun tatapanku masih mencuri-curi ke ruangan yang tadi akan aku masukkan tapi tidak jadi hingga ruangan itu tak terlihat.