Kamu Jahat

Kamu Jahat
Akan Bertemu Tafani


__ADS_3

Yuna


Sinar menyilaukan menerpa mataku dari sela - sela fentilasi sangat mengganggu perlahan aku membuka mata mengumpulkan nyawaku yang masih di ambang dunia nyata atau dunia mimpi.


Sesaat melihat dia tepat ada disampingku  membuat aku sangat terkejut namun aku masih belum percaya “ apa aku mimpi, ahhh pusing  kepalaku “


Sepasang mata yang tadinya tertutup perlahan membuka seakan benar - benar nyata  “ kamu sudah bangun “ serunya dan membuatku sadar 100%.


“ Ahhhhhh,,,,, “ teriakku menggelegar bagaimana tidak di samping tempat tidurku ada sosok laki - laki walaupun aku kenal ini semua tak benar.


Dia menutup mulutku dengan tangannya karena itu suaraku tertahan.


Sedangkan tanganku refleks menyilangkan tangan membuat pertahanan  pada tubuhku


“ Stuuuuuuttt... disini bukan Cuma kita, bisa di usir secara gak terhormat kita dari sini, kamu ini selalu kebiasaannya asal teriak ajah



“ Loe,,,” aku memandang dia dengan tatapan marah dan tidak percaya


Seakan dia tau apa yang aku pikirkan “ pikir dong,  coba lihat aku dalam keadaan pakaian lengkap begitu juga kamu, tenang ajah belum terjadi sesuatu yang di inginkan “


“ Belum terjadi sesuatu di inginkan ?  ngawur kamu, hp gue mana  tas... tas... “ memandang tas yang ada di atas meja


“ Itu ada di meja “ aku tadi malam buru-buru kesini tanpa mengabarkan bibi, mereka pasti mencariku apa lagi aku tidak mengabarkan.


Di ponselku terdapat 30 panggilan bibik, 40 panggilan papa  “ mati aku,,,, aku harus telpon papa “


“ Siapa yang ingin kau telpon “


" Usssttt,,, “ aku menandakan dengan jari telunjuk di atas bibirku menandakan diam


“ Hallo pa, maaf aku gak ngabar, aku ada kerja kelompok mendadak jadi  niatnya fokus biar cepat pulang malah ketiduran apalagi hpnya aku mode diam kan “ aku menggigit kecil bibir bagian atasku karena gugup


“ Kau tau papa mau menghubungi polisi, dan ayah sudah mau memesan pesawat pulang padalah ada rapat “ suara papaku menggelegar karena emosinya sampai terdengar di ruangan ini iya termaksud Sean yang dari tadi diam menuruti interuksi ku.

__ADS_1


“ Maafkan aku ayah, aku tidak akan seperti ini lagi, aku langsung pulang ini “


“ Hati - hati, jaga  kesehatanmu “ suara papa melunak


“ Baik pa“  dia berenjak dari tempat tidur menujuh kamar mandi.


Setelah beberapa saat dia keluar dengan pakaian yang sama tapi dia sekarang lebih segar


“ Mandilah nanti aku antar pulang sekalian ke kantor” seru Sean duduk di pinggiran kasur


Aku mandi dan membersihkan diri  “ aku gak bisa mengingat apapun tentang tadi malam, pastinya gak terjadi apapun kan “ kegelisan pikiranku.


“ Lama banget sih di kamar mandi “ seru Sean teriak sekarang Sean tak lagi jaim - jaim


“ Iya ,,, iya  tunggu ngapa “ 


Sean


Dia keluar darikamar mandi dengan rambut basah dan juga baju yang di kenakan terkena basahnya rambut yang belum dikeringkan aku merasa dia sangat seksi


“ Jangan,,,,, jangan,,,,, Sean, waras - waras “ batinku seakan gelorah dalam diriku menggebuh - gebuh


“ Nih.... obat minum " menyodorkan obat dan sebotol air mineral


“ Ob,,,,at apa nih, jangan - jangan “ memegang perut dan menjauhkan diri dari dirinya


“ Kau berpikir terlalu keras Yuna, ini obat untuk mengatasi mual karena mabukmu yang dengan semangat meminum dua gelas sekaligus “ mendengar itu aku merasa sangat tersindir.


“ Ohhh,,,” aku mengambil obatnya


“ Tapi bukannya yang minum kemarin bukan cuma aku, kamu juga kan seharusnya nih obatnya sebagian untukmu “ dia langsung menolaknya


“ Aku gak suka obat, dan juga aku gak mabuk “ Sean berdusta tapi Yuna tak tau karena Yuna sudah teler terlebih dahulu.


Sesampainya di dekat rumah aku turun dan mau masuk

__ADS_1


“Tunggu dulu “ dia menahan dengan menggenggap pergelangan tanganku


“Ada apa lagi “ Sean memandangkku dengan dalam - dalam


“ Yuna,,,, terserah kamu gak pintar memerintah atau apapun itu, aku gak mau kau merokok  dan minum apalagi setelah kau minum jadi anjing gila “ sambil tersenyum karena ingat Yuna mabuk menjadi sangat imut


“ Apa anjing gila ??? “ dengan molotkan mata


“ aku serius, mau aku masih pacarmu ataupun kita sudah  berpisah yang tadi malam terakhir kau mabuk seperti itu " kembali muka seriusnya


“ baiklah,,,” berlalu pergi.


Dua hari berlalu aku masih sibuk dengan dunia perkulihan dan Sean masih proses magang


Chat dari Sean datang aku langsung melihatnya dengan semangat


“ Yuna,,, ayo ikut nanti jemput Tafani  di bandara “ Tafani ini kan mantannya sekaligus sahabatnya


“ Gak usahlah aku ikut, terlalu asing kalau aku ikut mala ganggu  kalian nanti “ aku masih belum sanggup bertemu Tafani yang dikenal cantik itu


“ Ayolah aku mau mengenalkanmu ke sahabatku kok, ayolah... agar kamu juga percaya aku gak ada apa-apa lagi aku sama Tafani “


“Tapi Sean,,” mencoba teguh pada pendirian


“ Gak ada tapi-tapian, aku jemput jam 7 mlm” 


Aku akan bertemu Tafani mantanya Sean dan terkenal sebagai ratu kampus.


Di kampus tempat menempuh ilmu dan pastinya tempat yang tepat untuk ngobrol “ Sa,, Vir temeni aku belanja yok”


“ Tumben loe belanja Yun “ mereka menatapku dengan heran


“Sean ngajak gue jemput Tafani di bandara, gue gerogi setidaknya penampilan gue gak


buluk - buluk banget ketemu dia”

__ADS_1


“ Bener banget Yun, loe kan pacarnya Sean jangan sampai menghancurkan harga diri loe”


curhat sama Vira bukan ide yang baik dia mala jadi kompor menyulutkan api yang tadinya adem ayem sekarang menjadi emosi.


__ADS_2