Kamu Jahat

Kamu Jahat
Lanjut Dia Pacarku


__ADS_3

 


(Sasra )


 


Matahari menyambut pagiku sangat menyilaukan membangunkanku dari tidurku.


Aku bangun terlebih dahulu dan tubuhku masih ada disampingnya yang hanya ditutupi selimut


Aku tak menyangka kalau tadi malam aku melakukan itu, aku coba memejamkan mata lalu membukanya lagi aku berharap ini mimpi namun percuma ini nyata.


Aku perlahan beranjak agar dia tak terbangun dan mengumpulkan semua pakaian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Setelah selesai aku beranjak pergi tanpa membangunnya tak lupa aku titipkan pesan di kertas memo dan mencium pipinya, aku masih belum percaya pada diriku sendiri yang melakukan itu.


Aku pergi dengan naik taksi diperjalanan .


" Kring.... kring ...... " hp ku berbunyi dan itu dari Vira


" Hallo ada apa Vir ? "


" Kenapa kau tak aktifkan telponmu dari semalam ? ibumu mencarimu, menghubungiku tapi aku ngomng kamu lagi pergi dan lupa membawah hp dan hpmu lagi lobet jadi cepat hubungi orang tuamu nanti Mereka khawatir "


" Oke Vir, makasih udah ngabari seperti itu "


"Tapi kamu hutang penjelasan kemana kamu tadi malam, pulang kost ajah gak "


"Oke, tapi tolong bawahkan aku pakaian "


" Oke dah,,,".


(Vira )


aku melihat muka Sasra murung selama aku kenal dia aku gak perna lihat mukanya murung gitu sebenarnya aku mau menanyakan semua pertanyaan yang ada di otakku tapi melihatnya seperti itu semuanya seakan membungkam


" Mana baju yang ku titipkan" dia meminta baju padaku dengan nada pelan aku memberikan bungkusan titipannya.


Dia langsung pergi ke toilet kampus beberapa saat Yuna datang


" Mana Sasra ? "


"Toilet "


"Kenapa loe? "


" Nanti bahasnya saat udah selesai kuliah ini kita tanya dengan Sasra "

__ADS_1


Saat Sasra ada kami hanya diam satu sama lain hingga mata kuliah usai dan kelas sepi hanya kami bertiga


" Gue tau dari tadi kalian nunggu penjelasan gue " sahut Sasra membuka percakapan


"Kita khawatir sama loe Sa makanya kami minta penjelasan" Sasra kembali menatap kami secara giliran.


" Yun,,,, Vir,,, temen loe ini cewek yang gak bener " Sasra mulai menangis terseduh sejadi-jadinya


" Maksud loe Sasra " aku tidak tau apa maksud dari perkataan Sasra


" Tadi malam gue ngelakui itu " masih dalam tangis


" Dia gak mau tanggung jawab ?" sahutku mulai berpikir negatif


" Dia mau tanggung jawab, tapi ada rasa takut di diri gue "


" Loe dipaksa atau gimana "


" Gue tanpa paksaan apapun, itu karena dia makanya gue mau "


" Apa yang loe takuti ? atau yang loe takuti dia akan kabur ?"


" Gue percaya sama dia, gue takut kalau ngecewai orang tua gue, gue gak mau nikah sekarang "


" Apapun keputusan loe kita temen loe akan dukung dan nyerahi pundak kita untuk loe jadi bagi semua yang buat hati loe terganggu kita selalu ada untuk loe " sahut Yuna gue dan Yuna memeluk Sasra


" Gak ! itu karena dia Alvaro pacar gue "


" Seperti apa dia orangnya, kita ngerasa bukan sahabat yang baik bahkan cowok loe yang gimana ajah kami gak tau "


" Dia orangnya sangat posesif, kekanak-kanakan, banyak ngomong, cerdas dan terkenal tapi sebenarnya dia orang yang paling kesepian dia terbiasa sendiri dan dia paling takut ditinggalkan apalagi sama orang yang dia sayang "


" Sejak kapan loe kenalan dengan dia ? "


" Sejak gue mulai kuliah disini, saat gue mulai dekat dengan kalian gue juga mulai dekat dengannya "


" Gimana loe bisa jadian sama dia ? " tambah Yuna


" Gue dengannya ketemu di tokoh komik di dekat kostan, pertama dia nyuruh-nyuruh gue ambil komik dan karena gue gak mau ambil ribet iya gue turuti ternyata dia kira aku petugas tokoh, dia mulai ganggui gue dan anehnya setiap gue baca komik disana dia ada.


Awalnya gue gak nyangka akan pacaran sama dia soalnya dia nembak gue dengan taruhan "


" Taruhan !!!! gimana maksudnya " kami semakin penasaran bagaimana cara menaklukkan wanita pendiam disamping kami ini.


" Ada drama gitu dan tentang permainan games gue dumel sendiri

__ADS_1


( "Iya bentar lagi kalah itu " kataku lalu dia dari belakang ngomng


"Awalnya ajah itu kalah lihat ajah 10 detik lagi lawan pasti menang "


" Apaan sih loe sok tau "


" Gimana taruhan ajah, kalau lawan menang loe jadi pacar gue, titik "


" Kok gitu taruhannya"


" Dari pada loe natap gue tatap tuh layar dihadapan loe dan siap-siap kalah"


Iya karena kata-katanya terprovokasi gue langsung berpaling menatap layar dan tepat kata-katanya lawan itu menang


" Gimana loe tau, apa ini siaran ulang ? "


" Ini banyak alasan kalau udah kalah, itu mah bidang gue makanya gue tau "


" Brengsek, licik " )


" Jadi karena itu loe pacaran dengan dia " uhhhuuuu para penggemar mulai gelisa iya penggemarnya gue dan Vira


" Bisa jadi iya juga bukan "


" Ahhh....? Kok ambigu banget sih dia"


" Saat aku kesana lagi kali itu aku gak lihat dia dan aku bertemu cowok yang kalau aku lihat dia masih baru-baru suka komik aku melihat dia bingun memilih komik dan blm tau komik mana yang bagus jadi aku rekomendasikan komik yang bagus.


( " Ini komik yang seru, tapi bagi gue coba ajah baca " menyodorkan komik saat orang itu mau mengambil komiknya sudah ada yang menarik komiknya terdahulu dari tanganku


" Maaf cewek gue agak marahan dengan gue makanya dia nyodorkan komik milik gue ke loe " dengan tatapan marah dan cowok itu pergi


" Kenapa sih loe, siapa sih cewek loe, dasar aneh " dia menarik hpku dengan cepat


" Kenapa loe ambil hp gue, loe mau apa " mencoba merahi hp yang ada di tangannya


" Gue mau loe nyimpan no cowok loe "


"Itu ke kunci jadi gak bisa loe buka " tak butuh waktu lama ada hp yang berbunyi dengan lagu yang terkenal saat ini


" Masuk deh, nih hp loe " aku merasa sedikit tabjuk dia bisa ngelakui itu


"Kok bisa, loe kok tau sandi hp gue"


"Itu sih mudah, iya udah bhe...." semenjak itu lah dia nelpon, chat, vc gue sampai gue ngerasa nyaman dan disaat itu juga gue nganggep dia pacar gue dan dia udah dari awal nganggep kata-katanya serius walaupun dia sering becanda " )

__ADS_1


" Kalau loe percaya dengan dia iya kami akan mendukung loe dengan dia karena kami sayang ke loe " Memeluk Sasra dengan kuat sebagai ungkapan semangat sahabatku. Itulah kami yang penuh dengan masalah hidup namun sejauh ini kami sudah jadi pribadi yang dewasa.


Kami gak mau menambah tekanan yang membuatmu semakin stres Sasra, kami hanya bisa mengawasimu namun jika laki-laki itu berani mengianatimu kami sebagai sahabat siap berjalan didepanmu menjadi tamengmu untuk menyerangnya.


__ADS_2