Kamu Jahat

Kamu Jahat
Dia Tafani


__ADS_3

Sean


Aku menjemput di rumahnya.


Inilah yang terbaik aku harus kenalkan dia dengan Tafani sebenarnya yang kulakukan ini sangat percuma sebentar lagi kami akan berpisah tapi tetap saja aku akan lakukan.


" Hai " dia tepat ada di depanku aku melihat sosok Yuna yang begitu anggun dari pada hari - hari yang lalu sampai mataku tak mampu berkedip lagi


" Wauu... kamu kelihatan berbeda, lebih anggun iya sesuai denganmu " rasa kagumku tak bisa aku sembunyikan dia hanya tersenyum mendengar pujianku.


Kami berangkat ke bandara sesampai di bandara kami disambut oleh Andi tak lain sahabatnya " udah disini ajah loe " "iyalah gue kangen sama cewek manja itu ".


Yuna


Beberapa saat menunggu muncullah sosok yang cantik, putih, bercahaya seperti malaikat namun kemunculannya di kerumuni banyak orang ternyata dia banyak fans, di menujuh kesini dengan tangan di penuhi buket bunga dari para fansnya yang tak lain cowok - cowok universitas kami


" Sean, Andi " suara seksi nan merdu menggema mendekat selagi melangkah cepat ke arah kami kini dia ada di tengah antara Andi dan Sean


" Gue kangen banget sama kalian " dia mencium pipi Sean sesaat membuat aku sangat emosi mendadak tapi setelah itu dia mencium pipi Andi juga membuat sedikit lega di hatiku sepertinya itu ciuman untuk sahabat.


Belum mereka saling melepas rindu dan melerai tawa akrab bahagi datanglah seseorang.


Dari jauh datang seorang gadis SMA yang manis, cantik tersenyum lebar gue tau dia masih remaja karena dia pakai seragam


" Kak Tafani ...." datang dan langsung memeluknya disambut hangat oleh sang Tafani


" Resa kenapa loe ada disini ? " Suara memecahkan keharmonisan Tafani dan gadis itu, suara milik Sean berarti Sean kenal


"Siapa cewek SMA ini ? " batinku mulai mempertanyakan


" Iya mau ketemu kak Tafani, untuk apa juga ketemu denganmu kak, bosan kali " seletus gadis itu yang sepertinya sudah sangat akrab dengan Sean.


"Apa itu adiknya, kurasa iya " rasa canggu membuat ku hanya membatin

__ADS_1


" udah Sean, aku yang ngabari kalau aku akan pulang jadi janganlah kau memarahi adik ke sayanganku ini, oh iya siapa gadis manis itu ?" Tafani masih sibuk membelai rambut gadis manis itu


" Perkenalkan dia Yuna , cewek gue " aku agak terasa kikuk tapi aku lebarkan senyumku menyambut tatapan ramah Tafani


" Wow,,, cepet juga loe, buat gue sedikit kecewa, hay perkenalkan namaku Tafani " sekilas menatap Sean cemberut lalu berganti espresi saat menatapku menjadi sangat rama dan lembut.


Dia mengulurkan tangan aku sambut dengan senang hati "aku Yuna, senang berkenalan denganmu " dia tersenyum tipis tapi aku merasa tidak suka dengan senyuman itu seperti ada yang aneh bukan senyum tulus namun langsung aku buang untuk menenangkan hatiku.


" Hai kak ,,,, kita ketemu lagi " gadis SMA ini melambaikan tangan padaku dan menatapku dengan sorot senang.


Dia berkata perna bertemu padahal kami sama sekali belum bertemu, dimana aku bertemu dengannya


" Pada saat kak datang ke rumah kita berpapasan di depan rumah tapi sepertinya kak gak lihat iya " dia menjawab pertanyaan yang ada di benakku seakan dia bisa membaca pikiranku


"Maafkan aku " memasang muka tak enak karena sama sekali aku tak mengingatnya


"Enggak - enggak kak, udah kita lupakan ajah sekarang aku mengenalkan diri secara resmi perkenalkan namaku Resa Perwitara bisa di panggil Resa adik kak Sean " senyumnya mengembang dengan sangat manis dan cerah


"udah-udah ayo kita makan-makan" Tafani mengandeng tangan Sean dan Andi.


Kami makan di meja yang sama seperti suatu keluarga sampai diamnya suasana di pecah dengan sosok cantik itu "bentar lagi akan lulus, pas kelulusan kita adakan pesta besar iya, Yuna kamu ikut iya "


Dia memandangku dan tersenyum aku hanya membalas dengan anggukan berarti setuju dengan kata - katanya " aku juga ikut iya " rengek gadis manis yang tak lain adik Sean


" Tidak... tidak adik cantik, kau kan masih kecil " menatap adik tapi di tatap balik adiknya dengan tatapan jengkel


"Ahhhh... sebel deh " Sean mempunyai adik yang lucu, pintar dan manja dari sini aku sudah melihat sosok Sean yang penyayang dan juga sangat posesif dengan gadis manis itu.


Acara makan kami berlalu dengan nikmat tak ada yang aneh dan rasa menjengkelkan lain sekali dengan dugaanku sebelumnya.


"Andi loe antar Tafani gue antar Yuna, ehhh iya lupa sama cewek satu ini " mengacak - acak rambut Resa


"Ih kak ini" menghentikan tangan nakal kakaknya

__ADS_1


" Andi sekalian antar adik gue, soalnya gue bawah motor bukan mobil ke sini"


"Oke beres, ayo Resa " Andi dan Tafani memperlakukan Resa seperti adiknya sendiri ternyata terlihat saat Tafani menggandengan sosok gadis manis itu.


Persahabatan mereka seperti keluarga aku sangat irih ingin nanti persahabatan aku,Vira dan Sasra bisa seperti ini.


Di depan rumah " Sean .... apa adikmu tidak tersinggung kau mengantarku dari pada dia" aku merasa tak enak dia lebih belai mengantarku dari pada adiknya


"Tenang ajah, dia manja - manja gitu dia sebenarnya sangat pengertian " tersenyum kecil


"Emmmhhh ... baiklah, iya udah aku masuk " mulai melangkah masuk namun mataku masih melihatnya


" hati-hati di jalan " Sebelum benar - benar masuk rumah.


Sean


Aku sudah ada di rumah menikmati hari santaiku


" Tring..... tring " bunyi dering hpku terlihat nama Tafani yang menelpon


" Hallo "


" Sean " terdengar suara Tafani


"Iya "


" Kenapa loe terlihat seperti benar-benar pacarnya, aku gak suka " nada suara kesal


" Drama yang paling menarik saat itu terlihat nyata Fani "


" Tapi aku gak suka kamu terlalu perhatian aku gak suka " suaranya meninggi lalu dia menutup satu pihak, dasar aneh dia kan yang menyuruhku kenapa sekarang dia malah marah .


Begilah wanita sebentar - sebentar marah lalu nanti perhatian, pusing kepalaku.

__ADS_1


__ADS_2