Kamu Jahat

Kamu Jahat
Mendekatimu


__ADS_3

Andi datang mendekat “Loe kenapa bawa


antek-antek , ini mau cari cewek bukan mau tauran” menyapa Andi  yang baru datang dengan rombongannya


“ Oh ! gue mau pergi  setelah nemeni loe biasa nongkrong” menjawab santai kaya di pantai.


Kami semua mulai mencari diseluruh kelas-kelas  jurusan bisnis  tapi gak ada yang kenal dan saat di kantin kami mendapat petunjuk setelah aku melihat wajahnya cewek  tadilah  cewek yang gue cari untuk memastikan aku bertanya namanya dan dia menjawab sesuai target , dia ceweknya gak salah lagi ( tersenyum sinis ) oke kita mulai permaiannya itulah dalam benakku menatap dia dan pergi berlalu.


 


" Apa masalah loe sama cewek tadi, kita gak ada ngapa-ngapai dia " Andi cukup penasaran karena aku kesana hanya memastikan siapa yang namanya Yuna Islan Budiono


" Aku mau tau siapa yang nginjek kaki gue tadi siang dan orang yang gak sopan tak mengatakan maaf itu ajah "


"Seharusnya kita kasih pelajaran dia "


"Niatnya gitu, tapi dia cewek lemah "


"Okelah terserah loe ".


Setelah selesai Andi mengajakku nongkrong “ Bro gak ikut nongkrong”


 


“ Gak dulu bro , ehhh loe nongkrong ajah kerjaan jangan lupa loe harus masuk besok di matakuliah Menejemen ngejar SKS ”  gaya menyindir


“ Loe jangan nasehati orang ajah loe juga belom selesai juga gimana mau selesai yang loe urusi si Fani itu terus, tapi banyak kabar-kabar adek letingan yang cewek lumayanlah banyak yang hot-hot agak beruntung kita nih siapa tau ajah ada yang nyangkut, iya udah kalau kau gak mau bhe,,


Kami bertosan. 


.


.


Terlalu niat kan aku sampai menunggunya, Didepan kampus aku menunggu dia dan tak lama aku melihat dia berjalan sendiri sengaja aku menghampiri  dia dan menawarkan tumpangan tapi  aku di tolak mentah-mentah.


"Gila nih cewek gampang banget nolak gue gak dipikirkan dulu iya, ihh apa gue kurang ganteng iya " dalam hati dan karena kesal aku agak memaksanya dengan menari  tangannya  tapi di menendang kakiku


dengan keras sampai aku kesakitan dan melepas peganganku dengan dia tak lama

__ADS_1


setelah rasa sakit di kakiku reda.


 " Aiss.... dia lolos kan dasar cewek kasar bisa-bisanya dia tendang kakiku sakit banget lagi " tapi walaupun cewek ini diluar jangkauan yang pasti aku tak akan menyerah aku lari mengejarnya  dan aku titip kunci


mobik ke satpam karena aku udah chat om Eko sopir dirumah nanti jemput mobilku.


 


Untungnya aku ketemu dan tak kehilangan jejak dia gak salah gerbong " astaga aku gak perna naik kereta bawah tanah ini ".


Penolakan dalam pikiranku tapi rasa takut ke tahuan lebih besar jadi aku fokus menyembunyikan diri dengan membawah koran menutupi wajahku dan duduk di sisi kirinya tanpa sepengtahuan dia tapi setelah gerbong penuh dan kereta mulai jalan ada nenek didepannya  ribut karena  anak muda gak kasihan sama nenek-nenek  katanya tapi bagiku ya siapa yang cepat dia yang dapat, tapi ini kesempatan aku jadi palahwan


kesiangan, tapi bukannya pujian dan simpati tapi caci maki yang ku dapat dan dia


langsung kelur di stasiun 1 akupun mengikutinya, setelah keluar dari kereta dia


memberhentikan taksi.


Gue berpikir ngapai naik kereta kalau ujung-ujungnya   naik taksi dan aku mulai paham ini bukannya perhentiannya sepertinya dia berhenti disini karena aku.


Kalau aku perhatikan dia memang orang yang sangat sulit didekati sepertinya gue harus dekati dia dengan bersikap baik ambil hatinya perlahan-lahan .


dengan meneriakkan aku penguntit tapi aku dengan sabar  mengajak dia berbicara dan mengungkapkan kalau aku suka dengannya tapi dia pergi tanpa jadi minum kopi.


" Rasanya capek banget pada hal hanya satu cewek yang aku kejar berasa banyak banget, datanglah pelayan.


" Jadi mas mesan kopinya "


"Maaf, aku gak suka kopi aku akan pergi " memang dasarnya aku gak suka sama sekali kopi karena yang aku tau kopi itu pahit aku kesini iya karena cewek tadi yang sudah 3 kali aku ditolak dan diacuhkan (di jalan, Kereta bawah tanah dan disini ) .


Esoknya aku sengaja berangkat jam 8 dan nunggu dia di Ruang Arsip Umum yang dekat


jalan  arah jurusan Bisnis padahal biasanya gue gak bergerak dari tidur di kasur kayak mayat hidup nih tapi demi bisa bertemu dengannya yang sama sekali gak tau  jadwal


dia.


Aku menunggu sambil merokok dan datanglah yang lain temen-temen gue


ngajak gue pergi " bro ngapai loe disini yok kita nongkrong ajah "

__ADS_1


"Oke, ayo " karena dia tak kunjung datang  jadinya gue ikut.


Selesai nongkrong gue sama Andi  ke kampus lagi soalnya matakuliah yang harus dihadiri matakuliah yang tertinggal SKS.


Dikelas  aku  ambil  kursi  di  dekat seorang cewek  dan Andi langsung lincah deketi cewek-cewek lain saat duduk dan memperhatikan dosen , aku menoleh ke cewek itu.


"Loe ! bukannya loe kakak tingkat kenapa ada disini? "seru cewek itu ke gue, aku menempelkan jari telunjuk ke bibirku menandakan nada suara direndahkan


" Ngejar SKS”  ini cewek kalau dicari gak muncul tapi kalau gak dicari kayak gini tiba-tiba didepan mata benar-benar menyusahkan tapi beruntung juga aku ikut kelas ini bisa ngejar SKS ku yang tertinggal serta bisa mengejarnya. 


Setelah jam perkuliahan aku menyapanya yang bergegas akan pulang “mau aku antar pulang?” aku bersifat lembut dan rama serta tanpa kekerasan dimulai dengan senyuman.


Tapi cewek itu lagi-lagi nolak aku walaupun kali ini aku agak terbiasa .


Kalau kegini gak ada perkembangan aku benar-benar akan putus asa tapi bagaimana aku akan katakan pada Fani.


 


Flasback


" Sean kalau kau janji apakah kau akan tepati atau tidak "


" Iya aku akan tepatilah, kapan aku gak nepati janji kalau aku udah janji akan melalukanya iya akan aku lakukan "


"Aku mau kau jangan pernah berubah iya " Fani menyandarkan kepalanya ke pundaku.


Kenangan waktu SMA saat kami bermain di gedung sekolah yang sudah terbengkalai disanalah kami mengobrol banyak hal, pacaran serta merokok.


Aku udah janji akan melakukannya jadi bagaimana pun caranya aku harus dapatkan dia dan menyelesaikan semuannya meskipun sulit ini harus terus berjalan, cewek satu ini memang benar-benar sangat susah.


Tapi sesaat aku ingin berpaling pulang ada suara yang memanggil dan benar suara itu tak lain adalah dia. Dia berpaling menghadapku.


“ Hey, gue ada tawaran ke loe yang kemaren loe ngomng suka sama gue itu sebenernya gue gak percaya tapi gue mau tau tentang loe besok di stasiun MRT di bagian barat jam 3 sore. Kalau memang kata-kata loe sejujurnya”


Ekspresi menantang


“ Oke, gue pasti datang”


“ Iya udah bhaeee,,,”.

__ADS_1


Selamat membaca jangan lupa like, comen dan vote salam manis dariku 🧡❤😉


__ADS_2