
Sasra
" Sekarang sudah lebih baik, coba ceritakan sama kami apa yang sebenarnya terjadi " Yuna bertanya dengan perlahan.
" Pangeran di culik dengan salah satu musuh Alvaro, dia minta melakukan pertandingan bila Alvaro menang dia akan menyerahkan Pangeran kalau kalah dia akan melakukan sesuatu ke Pangeran " isak tangisku mulai karena tak sanggup membayangkan hal-hal mengerikan itu.
" Kita harus lapor polisi " Vira juga merasa geram
" Tidak... Jangan bila dia tau kalau kita melapor polisi nyawa pangeran yang akan jadi taruhannya, aku gak mau itu terjadi. Alvaro udah janji dia akan bawah Pangeran bagaimanapun caranya. Kali ini aku akan coba menyerahkan semuanya padanya "
" Baiklah kalau begitu, tapi kau ingat sebagai ibunya jangan sampai terlihat lemah kau harus membantu Alvaro jadi jagalah kesehatanmu " kata - kata Yuna memang ada benarnya.
" Iya Sa jangan menyiksa dirimu "
Alvaro
Semua pekerjaanku di kantor ku suruh Deo selaku kepala Mamejer untuk mengurusnya sekarang aku fokus mempersiapkan pertandingan.
Pagi sekali aku pergi ke tempat klub yang melambungkan nama AL JM tinggi dan membuatku jatuh cinta untuk yang pertama kali.
Aku keluar dari mobilku melangkah memasuki tempat yang tak asing.
" Tok... Tok... " aku mengetuk pintu yang terbuat dari kaca tebal dan tembuas pandang terlihat bagian dalam yang masih sama interiornya.
Seorang perempuan sangat cantik dan seksi tersenyum saat melihatku lalu membukakan pintu.
" AL JM, kau datang... Ayo masuk " aku masuk bersama gadis cantik itu yang tak lain sekertaris sekaligus bendahara disini.
" Alex.... AL JM datang " dia berteriak sesukanya iya memang selama ini dia cukup akrab dengan kami sekaligus dia adalah wanita satu - satunya disini yang bisa menghadapi kami yang cukup banyak dan merepotkan.
" Duduklah disini,jangan kabur aku akan panggilkan Alex sekaligus membawah minuman untukmu " dia pergi meninggalkanku di lobi klub ini.
Tak lama aku menunggu sudah ada sambutan datang dari dalam ruangan dengan karisma ke tampanannya.
" AL JM sudah lama sekali kau tak berkunjung ke tempatku " Dia duduk di sampingku sesaat kami hanyut dalam pebincangan hingga kammi tak sadari wanita cantik itu datang duduk di hadapan kami dan telah seleaai menghidangkan teh.
" Ini, aku seakan jadi obat nyamuk disini " suaranya menyadarkan kami.
" Clara,,,, mengertilah sedikit, lebih baik kau awasi anak-anak " kami tertawa bersama wanita cantik itu mengerututkan bibir lalu pergi.
" Apa yang membawah orang sibuk ini kesini " Goda mantan direkturku yang menaungi klub iya sampai sekarang bedanya aku sudah keluar.
" Aku ke sini mau minta tolong padamu kak " aku memanggilnya kakak karena walaupun umurnya sudah kepala tiga lebih namun perawakannya yang di rawat terlihat kalau dia masihlah cowok tampan berkarisma berat.
" Apa yang bisa aku bantu, katakanlah bila aku bisa membantu kenapa tidak " Alex ini adalah orang yang baik juga keras aku cukup mengenalnya karena dia pernah menggembelengku tanpa ampun.
" Aku harus ikut perlombaan internasional itulah maksudku kemari agar klub ini mau menjadi jalanku untuk perlombaan itu "
__ADS_1
" Ayolah... Sekarang kau adalah pengusaha kaya apa tujuanmu untuk perlombaan kecil itu " sedikit tertawa.
" Ini sangat berharga JB menculik anakku kak sebagai jaminan "
Alex sepertinya terkejut karena aku menyebut kata anak
" Kau sudah menikah... "
" Belum "
" Kau katakan kau sudah punya anak " merasa bingung dari tatapan matanya
" Iya aku punya anak namun belum punya Istri "
" Sejak kapan kau membuat itu, aku rasa kau selalu disini, dan ternyata di balik sikap dinginmu itu kau bermain cepat "
" Itu panjang ceritanya dan yang terpenting bantu aku untuk mengatasi JB ini. Sebagai imbalannya aku akan jadi sponsor untuk pertandingan ini "
" Emmmhhh... Kalian ini sama - sama jagoanku kau pergi tak lama juga dia keluar dari klub " menghempaskan nafas kasar.
" Aku sudah tau, keluarnya dia dari klub tak luput dari berita "
" Tapi kau pasti tak tau kalau kau lah yang jadi penyebab dia keluar " aku menajamkan mata ke pria yang sudah aku anggap guru.
" Aku semakin tak mengerti maksud pembicaraan kak "
Faschback masalalu Alvaro yang tak banyak orang tau di balik ke polukerannya namun kini meredup karena dia berpaling menjadi pembisnis.
Alvaro adalah mahasiswa berbakat dan mahasiswa lulus usia termuda.
Sifatnya terkadang suka becanda tapi dibalik semua dia adalah manusia yang tak bisa disentuh, dia di kenal Iblis bayangan tapi tentunya Alvaro tak tau julukan itu.
Perkenalkan ini anggota baru dan anggota termuda kalian, sebagai senior kalian harus membimbingnya.
Singkat cerita Alvaro bisa menyesuaikam diri dengan lingkungan maupun misinya.
Namun banyak yang merasa tersaingin dengan anak baru serta umur masih bau kencur termaksud JB yang termaksud murid berbakat lainnya.
" Al JM, kau sepertinya sudah merasa di awang iya selalu menonjol dan tak mempedulikan kami " salah satu dari 3 senior yang sudah lama di klub ini yang sedang menyudutkannya di bagian belakang yang sepi.
" Hahaha... Kenapa kakak - kakak senior berkata seperti itu, aku apalah daya dari kakak senior "
Alvaro hantam dengan tinjuan mengenai mukanya hingga babak belur.
" Kau masih tak mengaku salah, terus mengelak " masih terus memukuliku hingga aku tersungkur di tanah.
" Untuk apa aku mengakuh salah atau minta maaf karena memang aku tak salah sama sekali "
__ADS_1
" Chuii... " membuang ludah yang sudah bercampur darah dalam mulut.
" Kak Clara datang... Ayo... Ayo.." Terdengar ada suara menyeruakan kata lain untuk ayo pergi nanti kita ketahuan.
Mereka bertiga keluar dengan terburu - buru meninggalkan Alvaro yang masih kesakitan.
Sesaat setelah suasana sunyi datang seseorang.
" Kau belum mati, syukurlah " memberikan air soda kaleng dingin di tangkap oleh Alvaro lalu membuka lalu meminumnya
" Bodoh sekali, itu bukan untuk kau minum tapi untuk lukamu. Ahhh... Sepertinya salah julukkan kalau kau jenius "
Sebenarnya JB sudah menyaksikan semuanya termaksud Alvaro tak mau kalah dan selalu teguh dengan pendiriannya sadar atau tak sadar sebenarnya dari awal itulah dia penggemar pertamamu.
Mereka semakin akrab namun juga menjadi pesaing berat, mereka tak akan luput dari tim inti.
Tapi karena sifat Alvaro yang tak mau mengambil pusing dia tak sadar pada JB mau pun pada hal lain selain berlatih, bertanding dan menang.
Off cerita Flashback Alvaro
" Jadi tidak mungkin dia akan menyakiti anakmu AL JM "
" Aku belum bisa menebak pikirannya walaupun tadi kak katakan kalau dia penggemarku "
" Baiklah, aku akan berusaha membantumu. Ayo kita ke tempat latihan, kita akan membentuk kelompok "
Kami berjalan menyusuri ruangan menujuh tempat komputer.
Sesampainya disana
" Semua... Saya ada beberapa pemberitahuan " tak butuh lama semuanya sudah berbaris di depannya seperti dirinya dulu pria ini tak pernah berubah dalam membimbing muridnya.
" Aku akan membentuk 1 kelompok untuk perlombaan Internasional periode XII bukan cuma itu kelompok yang sudah terbentuk akan kerja sama dengan senior kalian AL JM "
Mereka semua serentak melihatku aku menyambut dengan tersenyum seramah mungkin.
" SI, FM, AR, ZL dan KL kalian tim inti, untuk cadangan DN dan FF kalian jangan bersantai "
" baik " sahut mereka tegas penuh dengan keyakinan.
" AL JM kau bisa langsung berlatih, karena aku aku merombak lagi kelompok ini "
" Ayolah jangan terlalu kecewa, aku pasti akan menangkan. Hari aku langsung berlatih "
" Baguslah, walaupun aku tau kamampuanmu itu tak akan mudah di kalahkan mereka tapi berhubung JB ikut serta aku tak bisa berkomentar lebih baik kita persiapkan semuanya "
" Iya aku tidak akan meremehkan musuhku " tersenyum kecil.
__ADS_1