
Sean
Malam berlalu menjadi pagi aku melihat Yuna sudah bangun dari tidurnya dan siap - siap drama selanjutnya akan di mainkan juga ini adalah akar drama untuk menetukan akhir yang menjadi sad ending or happy ending.
( Yuna )
Kepalaku begitu pusing mataku sangat berat, aku melihat sekitar ruang ini kenapa tempat yang begitu asing dan yang lebih buat aku terkejut adalah ada seseorang laki-laki yang tak aku kenal tidur dengan telanjang dada ditutupi selimut aku dengan sontak melihat tubuhku yang masih ditutupi selimut yang sama dengan lelaki itu.
“Aaaahhhhhh gila,,, ada apa dengan gue “ aku mengambil pakaianku yang berhamburan lalu langsung ke kamar mandi dan memakai pakaianku sambil terus menyalahkan diri
" Yuna.... Kau benar - benar gadis murahan "
" Yuna bodoh " memukul - mukul kepalaku sendiri
“ Tok.....tok “ terdengar suara pintu diketok.
Aku tak mempedulikan sekarang yang terpenting aku ingin pergi dari sini.
“ tok,,,,,tok,,,,”
Pintu semakin kencang diketok setelah selesai aku berpakaian langsung menggandeng tasku dan membuka pintu lalu berniat pergi .
Saat pintu sudah di buka
“ Yuna , ..... sedang apa loe disini “ sosok yang terlihat membuatku sejenak mematung dan bagai tak bisa bernafas, karena tak mendapat respon dariku di melihat sekitar kamar itu dan lihat ada seorang laki-laki
“ Loe tidur sama cowok itu, Gue gak nyangka kalau Loe ke gini, ternyata loe semurahan ini. Gue sebagai cowok loe ajah menghargai loe tapi loe malah menghina diri loe sendiri dengan melakukan hal yang tercela ini“
“ Ini salah paham Sean,,, dengeri gue dulu “ dia pergi dengan keadaan marah tanpa menoleh sedikitpun.
“ Ehhhhh,,,,,, gue juga gak tau apa yang terjadi gue mau cepat - cepat pergi dari sini, gue bener - bener jijik ada di tempat ini “ aku berjalan dengan air mata yang terus mengalir.
Aku pulang kerumah dengan murung kepalaku sudah penuh dengan kisah bejat yang sama sekali aku tidak ingat
“ non , udah pulang “ aku tidak membalas bibik tapi langsung ke kamar dan setelah sampai tujuanku kamar mandi aku berasa seakan aku sangat - sangat kotor dipenuhi virus air ku alirkan ke tubuhku sabun gosok - gosok ke tubuhku dan ku ulangi seakan aku belum bersih iya aku belum bersih hingga 1 jam
“ Non ,,,, temen non yang namanya Vira nelpon dari telpon rumah “ suara bibik menyadarkanku dari keterpurukanku
“ Iya bik “ karena laporan itu aktifitas mandiku berhenti aku mengangkat telponku sambil memakai pakaianku
“ Hallo “
__ADS_1
“ Yuna ,,,, loe ingat gak hari ini kita ujian kenapa loe belom di kampus, bukan Cuma loe tapi Sasra juga “
“ Gue akan berangkat sebentar lagi “ aku berangkat kampus dengan diantar supir sesampainya di kampus sebelum melangkah aku mengambil nafas panjang - panjang dan membuangnya dengan putus asa bagaikan perang panjang yang mengorbankan nyawa yang akan aku hadapi. Di perjalanan ke arah kampus aku berpapasan dengan Sean dan teman - temannya termaksud Tafani dan Andi tapi dia tak peduli dan memalingkan muka bagai dia tak tau aku lewat dengan sifatnya yang begitu aku hanya bisa meneruskan jalanku.
(Sean )
Panggung drama sudah dimulai, engkau harus bisa jadi orang lain melawan hati, perasaanmu dan terus mengikuti dialog drama agar drama bisa hidup seperti nyata.
Setelah aku melihat Yuna bangun dari tidurnya aku langsung bergegas ke kamar dia lalu mengetok pintu kamarnya namun tak ada yang merespon agar lebih dramatis aku ketok lebih kencang lagi.
Pintu terbuka “ Yuna , ..... sedang apa loe disini “ kata-kata itu menandakanku terkejut akan keberadaan dia dan laki - laki itu
“ Loe tidur sama cowok itu, Gue gak nyangka kalau Loe ke gini,
ternyata loe semurahan ini. Gue sebagai cowok loe ajah menghargai loe tapi loe
malah menghina diri loe sendiri dengan melakukan hal yang tercela ini“
Dan ini kata hinaanku sangat tajam apalagi bagi perempuan karena semua perempuan tak senang kalau dikatakan murahan.
Aku sebenarnya memikirkan bagaimana keadaannya setelah semua ini terjadi.
Ternyata tidak butuh waktu lama saat kami berpapasan aku menggabaikannya seperti tidak kenal dengannya tapi aku cukup tenang melihat keadaan dia baik walaupun aku tau baik fisik belum tentu baik di bagian hati.
(Alvaro )
Malam yang panjang sudah berlalu di gantikan dengan pagi yang membahagiakan aku melihat malakait tersayangku tidur dengan wajah cantiknya sejenak aku memandangi mensyukuri memiliki
wanita tercantik ini aku cium keningnya
“ sayang bangun bukannya pagi ini kamu ada ujian” aku bergegas beranjak dari kasurku ini dan membersihkan diri serta menyiapkan sarapan untuk calon istriku ini
Sasra
Aku terbagun dan langsung sadar 100 %, aku pergi mencari Alvaro yang tidak ada di segala sudut kamar aku berjalan ke arah dapur yang berdekatan dengan ruang tamu. Dengan tubuhku masih dibaluti selimut
“ Varo ,,, kita ngelakui itu lagi “ dia mengangguk dengan enteng seakan hal itu sepele benar kata pepatah dosa sangat gampang dilakukan dan ini terjadi lagi
“ Udah mandi sana, lalu sarapan baru
berangkat kampus kamu kan ada ujian, kalau terlambat kamu pasti mengeluh terus,,, terus padaku atau... “ kata - katanya berhenti dia melirik seluruh tubuhku lalu mengedipkan sebelah matanya lalu mendekat dan berbisik
__ADS_1
" Apa mau ronde dua "
" Ihhhss.... Genit " aku langsung berlari ke kamar mandi.
Alvaro
Dia sangat lucu, aku jadi tidak sabar tunggu sebentar lagi aku akan bertanding di Cina dan saat itu juga
aku akan umumkan pensiunku dan aku akan langsung melamar dia.
Dia sudah selesai mandi dengan berpakaian yang sama pakaian pesta
" Lebih baik pulang dulu aku belum berganti pakaian "dia menatap pakaiannya yang cukup terbuka
Aku memberikan bingkisan yang isinya dress yang cukup nyaman dan sopan untuk kuliah
" Apa ini " dia membukanya lalu pergi menggantinya
" Aku pergi ke kampus " dia sudah siap dengan tasnya yang di bawah.
Aku langsung mengambil jaket dan kunci mobil serta mengandeng tangannya
" Ayo aku antar "
" Kau tidak sibuk " aku menatapnya masih menatap terlihat pipinya yang merona, aku bahagia jarang sekali momen bahagia seperti ini.
" Tidak begitu banyak memakan waktu hanya mengantarmu, ayo "
Kami pun pergi dari apartemen itu dengan bergandengan tangan.
" Apa masih lama kamu lulus "
Dalam perjalanan
" Masih satu tahun lagi, aku bukan sepertimu yang bisa lulus dengan cepat. Emmmhhh.... Kalau kau mau aku lulus dengan cepat bagilah otak jeniusmu itu "
" Hahah.... Kalau bisa apasih yang tidak aku berikan " aku memperhatikannya dengan sekilas karena aku juga sibuk menyetir.
" Ihhh... Gombal ajah loe "
- Happy Reading -
__ADS_1