
Sasra
Di sebuah restoran yang sudah di booking oleh bibiknya Alvaro tempat ini mewah dan aku melihat banya orang-orang berkelas yang ada disana.
Saat sudah duduk dihadapan bibik Alvaro
" langsung saja yang membuat saya mengundangmu kesini adalah tentang Alvaro, saya sebagai walinya senang dia bisa berhenti dari kegiatan komputernya tapi yang mengganggu saya adalah kalau dia ingin menikah dengan seseorang apakah itu benar kamu ? "
"Iya tante " masih mencoba mencerna semua kata-kata bibik Alvaro
"Maaf , bukan saya tidak suka denganmu tapi Alvaro sudah di jodohkan orang tuanya dengan orang lain saya sebagai adiknya ayah Alvaro berusaha memenuhi wasiat beliau dan kau pasti tau sendiri Alvaro sangat keras kepala dia tidak akan meninggalkanmu tapi aku mohon ini keinginan orang tuanya kami sangat sayang Alvaro namun kami salah mengambil sikap dan tak mengerti dia " bibik itu memegang tanganku hatiku sangat sakit kenapa ini jadi takdir cintaku begitu pahit Allah bagaimana dengan aku dan anakku, sejenak aku diam untuk mencoba bernafas dan mengambil keputusan
" Baiklah bibik bila ini keinginan mendiang ayah dan ibunya, dia harus menghujudkannya. Aku akan coba mengatakan padanya "
" Terimakasih banyak atas pengertiannya "
Kalau dikatakan aku gadis yang bodoh itu memang benar aku terlalu mencintai Alvaro aku tak ingin dia menyesal karena menghiraukan wasiat terakhir orang tuanya
" Bik saya permisi " aku pergi meninggalkan tempat itu dengan pikiran sangat kacau aku tidak mau air mataku tumpah tepat dihadapan bibik Alvaro
" Sayang sabar iya ibu akan menjagamu walau tanpa ayahmu " batinku sambil mengelus perutku.
# Ikhlas... Tentu tidak tapi aku sadar ini terbaik untukmu walaupun sakit
Malam harinya Alvaro ngajak makan malam.
Saat di sebuah restoran " sayang aku udah ngomong ke bibik aku, besok kami akan pergi kerumahmu, dimana alamatnya syang " bukan alamat yang aku berikan tapi cincinku yang aku berikan dihadapannya
" Apa ini maksudnya bukannya cincin tunangan yang aku berikan ke kamu ? " mukanya bingung
__ADS_1
" Kita putus ... aku udah di jodohkan oleh orang tuaku " dengan singkat dalam satu tarikan nafas
" Kok gini, kamu gak ngomng kalau kamu udah nerima lamaran aku " jawabnya terlihat raut gundanya
" Aku belum ngomong dan ini keputusan orang tuaku minggu depan kami menikah " aku memalingkan pandangan darinya aku tidak sanggup melihat mata itu lebih lama
" Kamu gak bisa kegini ke aku "
"Maafi aku " aku meninggalkannya karena jujur saja aku gak sanggup menahan air mata lebih lama lagi.
Alvaro
" Kenapa dia begitu jahat padaku bukannya dia tau kalau aku sangat menyayangi dan memcintai dia tapi " membatin
"Hahhahaa... dia ingin menikah dengan orang lain " membatin
Aku seketika hancur aku hanya bisa minum-minum bersama mantan ketua dulu terasa lebih baik namun tetap masih terbayang aku gak tau apakah aku bisa hidup tanpa bayangannya kali ini .
Pikiranku seakan mencari dan terus mencari bagaimana solusi masalahku ini namun rasa rindu menjalar di otakku baru kemarin aku berpisah dengannya kenapa sekarang aku sangat merindukannya untuk memgobati rasa rinduku aku melihat fotonya yang ada di hpku
Kekonyolannya menghiasi kebahagiaan
Kepolosannya saat tertidur.
__ADS_1
Kemacoannya, ini dia lelaki sempurna bagiku
Aku sangat-sangat mencintai dia, air mataku tak henti-hentinya menangis di balik selimut mencoba tanpa suara agar orang lain tak tau aku sedang menangis.
.
Keesokan paginya ternyata mukaku benar-benar bengkak terlihat sekali kalau aku habis menangis.
" Bagaimana ini hari ini aku harus kekampus untuk mengurus surat cutiku "
Sudah semalaman aku berpikir panjang dan ini keputusanku aku kan mengambil cuti salah satu matakuliahku agar kegiatanku berkurang karena aku harus kerja paru waktu untuk mendapat uang tambahan kelahiranku nanti.
Pagi di kampus
"Kenapa muka loe " suara yang mengejutkanku dan ternyata itu adalah Alvaro
"Loe ngapai kesini ? " jawabku agak gugup dia melihat sisiku seperti ini
"Iya ngapai lagi kalau gak ketemu dengan loe, kalau dilihat loe juga menderita pisah dengan gue " sahutnya yang memandangku lebih dalam
"Gue gak ada waktu, gue sibuk " aku langsung melangkah cepat ke dalam kampus.
Hanya ini yang bisa aku lakukan terus menghindar darimu Alvaro.
__ADS_1