Kamu Jahat

Kamu Jahat
Berjuang dan doa untukmu


__ADS_3

Lampu bewarna hijau terlihat didalam tulisan berhurup besar itu menyalah menandakan operasi sudah dimulai.


Untaian doa orang tuanya menyertai jalannya operasi sedangkan disana Alvaro masihlah berduka perasaannya hancur tak bertepi karena kakaknya adalah satu-satu keluarga kandungnya yang masih tersisa tapi kini tidak ada lagi.


" Hikss..... Hiks.... " air matanya tidak bisa berhenti mengalir sampai kakaknya telah tidur bercampur dengan tanah.


Operasi Vanesa berjalan lancar tapi dia tidak bangun keadaannya berstatus koma. Orang tuanya bersyukur karena anaknya masih terus berjuang walaupun dalam keadaan koma.


Waktu terus berjalan hingga 3 tahun lamanya Vanesa akhirnya sadar juga.


Tapi keadaannya sedikit memburuk dia masih harus menjalani kemoterapi dampak operasi itu baru terlihat.


Sedangkan di keadaan Alvaro. Dia semakin bersinar dengan kemampuan yang sangat cerdas dia bisa lulus dua tahun lebih cepat dari murid lainnya yang seumuran.


Kemoterapi Vanesa masih terus berjalan dampaknya mulai terlihat dari Vanesa pernah muntah darah, rambutnya yang panjang dan indah harus dipotong sampai botak, muka yang semakin pucat.


Tapi dia masih semangat untuk bertahan sang ibu juga setiap hari menceritakan Alvaro yang dia dapatkan dari teman ibunya yang tinggal dekat dengan disana.


" Sayang... Alvaro sangat cerdas, dia bisa lulus SMP dua tahun lebih cepat " ibunya menyulangkan bubur ke puterinya.


" Benarkah ma... " Vanesa kalau sudah membahas tentang Alvaro semangatnya menjadi dua kali lipat. Alvaro menjadi salah satu alasannya untuk terus bertahan setelah kedua orang tuanya.


" Kau ini, kalau membahas Alvaro semua di lupakan "


" Ayolah ma... ceritakan lagi " Vanesa merengek-rengek pada mamanya


" Iya, Alvaro sekarang sudah kelas 2 SMA "


" Aku juga pengen sekolah bereng Alvaro " anak itu melihat foto Alvaro memakai seragam.


" Nanti kalau udah sembuh kau akan sekolah " mamanya masih menyemangatinya


Tapi pengharapan seperti hanya angan-angan Vanesa belum diperbolehkan pulang walaupun keadaannya sudah berangsur-angsur baik.


Butuh waktu bertahun-tahun untuk sehat jadi selalu jaga kesehatan kalian bagi yang sudah diberi tubuh yang sehat dari lahir.


Karena Vanesa tidak bisa keluar dari rumah sakit dia memutuskan untuk home shcooling, dia tidak ingin terlihat seperti orang yang tidak berpendidikan.


Hingga tepat 2 hari yang lalu sebelum kedatangan Vanesa dinyatakan sembuh total tapi dia masih rutin makan obat, pantang makanan tertentu, makanan bergizi sekali-kali cek up


Flashback Off


Saat Alvaro menunggu datanglah sepasang suami istri yang terlihat tua, Alvaro tidak mengenal karena wajah itu semakin menuah rambut berpaduh warna putih dan hitam.


" Nak Alvaro bagaimana keadaan Vanesa? " Alvaro bingung siapa sosok yang bertanya pada dirinya.


" Saya ibunya Vanesa " lanjut wanita itu seakan tau apa yang dipikirkan Alvaro.


" Tante... maaf saya tidak mengenali tante " Alvaro merasa bersalah.


" Iya tidak papa "

__ADS_1


" Vanesa sedang istirahat tante "


Disitulah mama Vanesa ngobrol banyak hal termaksud keadaan Vanesa selama ini, kesukaannya pada Alvaro sampai pertandingan Alvaro ditonton semua.


Disisi Alvaro justru merasa bersalah ternyata pemikirannya selama ini tentang Vanesa salah besar, disitulah perasaan Alvaro semakin bimbang yang dia rasakan bukanlah rasa cinta tapi rasa hutang budi.


" Maafkan Vanesa Alvaro bila dia langsung datang padamu. Aku sudah mengatakan padanya kalau kau mau tunangan dengan anak profesor Zius " memang banyak kabar beredar kalau tunangan Alvaro dengan calon tunangannya akan dilaksanakan minggu depan tapi Alvaro sangat menentang dengan keras.


" Itu hanyalah omong kosong tante, saya ada urusan tante jadi saya harus pergi nanti saya akan kesini lagi " bersaliman dengan tante dan bibik.


" Hati-hati di jalan nak Alvaro "


.


Alvaro melajukan mobilnya ke kediaman Vila Yuna.


" Tok... tok... "


Tidak cukup lama pintu dibuka dan terlihat wanita cantik yang sedang memakai blezer di atas lutut iya seperti baju tidur orang dewasa.


" Kenapa kau malam-malam datang kesini " gadis itu menatap sendu Alvaro karena sekarang perasaan bimbang itu terlihat jelas dimata Alvaro yang jelas dibaca Sasra.


" Aku harus bagaimana ?" dengan suara lirih


" Jangan tinggalkan aku dan Pangeran Alvaro " kini air mata Sasra menetes.


" Haruskah aku memiliki kalian berdua " nafas Alvaro tidak beraturan semua itu membuat Alvaro sangat Frustasi.


" Kau bisa meninggalkanku tapi aku mohon lihat Pangeran yang masih kecil. Bila kau sangat mencintainya aku harap dia bisa mencintai Pangeran seperti kau mencintainya " kini Sasra pergi dari hadapan Alvaro langsung masuk kamarnya yang sudah terkunci.


.


.


Kini kembali ke cerita Vira.


Saat ini Vira tidak mau mengganggu hubungan Sasra dan Alvaro yang sedang renggang karena terlihat jelas aura yang dipancarkannya karena hal itu Vira memutuskan menginap di hotel.


Hotel yang nyaman


" Bip... bip... "


Terdengar nada dering notifikasih ada chat masuk.


" Sayng... sampai kapan sih kau marah, aku kangen banget 😓, aku udah berapa minggu ini gak dapat jatah 🤯. Jangan marah lagi sayangku... 😘😘😘 ayo kita buat dedek "


Melihat chatan dari Deo sang suami. Vira kesal dan marah.


" Sayang... Sayang palakmu peang. Biar ajah tuh burung disunat nyampek abis. Dasar cowok ngeseli "


Setelah mengoceh panjang lebar itu datang lah panggilan dari Deo tapi Vira sama sekali tidak mengangkat.

__ADS_1


Deo masihlah tidak menyerah menelpon istrinya terlihat notifikasi di ponsel Vira


" 40 panggilan tidak terjawab "


" 17 pesan "


" Vir aku rindu "


"Vir aku puasa makan cuma mau makan masakanmu "


" Vir kemaren maag aku kambuh "


" Vir rumah kita berantakan "


" Vir Ibu datang aku bingun mau ngomong gimana "


" Vir minggu depan aku akan keluar kota "


" Vir butuh kehangatan "


" Vir itu ki tegang "


" Vir ayo buat dedek "


dan banyak kata Vir lain terus bertambah setiap menitnya hingga 105 chat.


Karena merasa sangat terganggu Vira menonaktifkan ponselnya dan melanjutkan hibernasi dari pada harus menghadapi suaminya itu.


Vira masih merasa sakit hati, dia tidak mau mengatakan aku memaafkanmu tapi dihati masihlah sangat berbekas.


Biarlah asalkan bisa mengembalikan kita seperti semula.


Deo


Aku gak akan menyerah sayang, aku memang pantas dibeginikan tapi aku tidak terima harus melepasmu.


Aku bisa mendapatkan orang yang lebih indah tapi kalau bukan kau itu bukanlah keindahan karena dirimu adalah suatu seni yang tidak bisa kujelaskan tapi hatiku sudah langsung terikat.


Pernikahan itu hanya sekali seumur hidup dan itu adalah kau Vira tidak akan ada lagi Vira lainnya.


Deo masihlah menelpon Vira dan kali ini terdengar panggilan anda diluar jangkauan.


Karena perjuangannya sia-sia dia beralih menelepon orang lain.


" Hallo... Gimana jadi minggu depan "


" ..... "


" Pelimplan lo, nikah ajah masih ragu-ragu itu lo ngomongi rumah tangga gue "


"...."

__ADS_1


" Iya udah, bhei... "


Yang ditelponnya tak lain adalah Alvaro sang direktur yang meminta tolong pada Deo untum membantunya menyiapkan pernikahan.


__ADS_2