
Sean
Saat aku bangun aku beranjak ingin minum di ruang makan sudah ada adik perempuanku dan pembantu, mereka menatapku " bagaimana keadaanmu ? sudah baikan kak ? "
"Sudah" aku mengambil minum dan meminumnya
" Oh iya bik di mana temanku yang tadi "
" Dia pergi terburu - buru, aku berpapasan di gerbang tapi sepertinya dia tidak menyadari " seru adikku
" Mungkin dia marah dengan den Sean " seru bibik yang membuat aku cemas
" Marah ! ! , kok marah bik " aku duduk di kursi untuk mencari jawaban atas rasa penasaranku
" Aden Sean waktu tidur ngelindur manggil - manggil nama non Tafani " aku sangat terkejut
" Serius bik "
" Iya den "
" Astaga ........ gali kuburan sendiri ini "
" Pacar kakak itu ? kakak udah putus dengan kak Tafani "
" Resa !!!! jangan ikut campur urusan orang gede kamu baru 2 SMA, rajin belajar sana " aku terus meratapi kesalahan fatalku sembari kakiku melangkah ke kamar.
" Inget kak Sean jangan suka maini hati perempuan apalagi berselingku nanti kena karma lo "
" Iya ... ..iya ... cerewet "
Bagaimana ini dia pasti marah, aku mencoba chat dan telpon tapi dia tidak menjawab sengaja banget menghindar.
Di kampus aku menghampirinya tapi dia menghindar terus, gue gak akan nyerah bukan Sean nama gue kalau gue nyerah.
Kalau gue perhatikan marahnya cewek ini lebih merepotkan dari Fani sehari sudah selesai tapi memang sih aku diomeli, dipukuli sampai perna dia lempar sepatunya tapi kalau Yuna ini sudah hari ke 4 dia masih saja menghindariku .
__ADS_1
Aku mencoba dan terus memulai "Yuna ayo pulang bareng" tapi terus saja jawabannya ada saja untuk menolakku
"Aku ada kerja kelompok, jadi bhe....." sangat jelas.
Aku tak segampang itu untuk menyerah, Besoknya aku pergi ke depan kelasnya
"Yuna"
"Aku dipanggil dosen" terus saja alasan itu bisa membatalkan semua itu terjadi sampai hampir 1 minggu.
Wanita ini sangat luar biasa dia bisa sangat cuek dan tidak peduli dengan pacarnya ini.
Hari ini pokoknya harus aku jelasi mau Kuculikpun terserahlah biar kami bicara dulu.
Gimana mau selesai ini masalah kalau dia diam - diam dan melarikan diri seperti ini.
Di luar kelas aku menunggunya saat dia keluar aku langsung menghampirinya dan memegang tangannya .
"Ayo kita bicara dulu jangan terus menghindar "
" Baiklah ! ayo kita bicara di taman, jangan disini "
Di taman dekat fakultas bisnis
" Yuna, maafi gue tapi gak tau soal ngelindur itu dan gue nganggap Tafani seperti adikku, mungkin gue masih khawatir dengan dia makanya gue ngelindur dia, gue bener - bener minta maaf kalau hal ini membuat kamu terganggu "
" Iya setelah gue renungi beberapa hari ini, gue juga salah, gue berpikir belum dewasa hal kecil gue besar - besari "
" Sekarang kita baikkan " bermuka imut
( Sean ) dia mengangguk aku melangkah mendekat tepat dihadapannya dan kupeluk dia juga ku elus kepalahnya
" Ehhhmmmm..... akhirnya selesai juga masalah kita, aku sangat merindukanmu beberapa hari ini tak bersamamu dan di diamkanmu "
Aku memeluknya sangat erat
__ADS_1
" Sean udah.... nanti di lihat orang, udah lepasi deh "
" Oke.... oke..., gue lepasi tapi setelah ini makan yok gue lapar banget nih "
Aku tarik tangan Yuna, saat di rumah makan sedari menunggu pesanan aku ngobrol dengannya
" Apa kegiatanmu mingggu - minggu ini "
Memang aku sangat kurang tau tentang Yuna jadi aku harus banyak meluangkan waktu untuk mengobrol seperti ini.
" Buat laporan dan cek perusahaan tugas kelompok tapi satu minggu ini aku gak ke kampus jadi kita untuk sementara gak bisa bertemu"
" Iya gak papa, apa boleh buat kan tugas kampus gak bisa mengatakan tidak "
Iya kami mulai mencoba saling terbuka satu sama lain.
" Gimana kalau loe ajah yang ikut " menatapku dengan tatapan jahil
"Ikut...... kuliah gue "
" Oh iya ha ..... ha ... ha ...."
" Kalau kamu apa kegiatan "
" Iya ngerjai tugas gitu gak juga sibuk sih, kenapa emngnya ? "
" Iya gak papa aku mau tau semua kegiatan loe selagi nanti aku gak ketemu denganmu "
" Kita gak ketemu cuma beberapa hari, masih disini lah kamu blm jauh diluar negeri "
Memang Yuna sangat lain dengan Fani, kalau posisi yang ada dihadapanku Fani dia langsung marah-marah lalu tiba-tiba sedih penuh drama kalau cewek ini sepertinya selo.
" Ke gini iya kalau gak sayang, pisah ajah gak sedih "
" Ha.... ha ..... ha..... sedih kok, kan kita bisa chat sama vc an kalau memang rindu Dan Gak sibuk aku nanti kesana kalau kamu memang gak bisa menghampiriku" Dengan senyum ramah
" oke...oke"
__ADS_1
Apa-apa cowok pasti jatuhnya ngalah apalagi ini urusannya sama pasangan kita, kalau ngotot di bilang egois.