
( Sasra )
Pagi ini aku lihat di hp sudah ada chat dari Alvaro terlihat dari notifikasi " pagi sayang " nih orang aneh tumben banget romantis gini membuat aku tersenyum - senyum kaya orang gila ajah
" Pagi juga " jawab singkat berlagak jual mahal ah.... Hahaha padahal jikrak - jikrak alangkah sukanya
" Nanti kita ketemu di tempat koko komik jam 2 siang iya sayang " Itu tempat Favorit kami
"Oke 😘 " aku penasaran tumben dia mau ketemuan siang kan biasanya dia latihan tapi dia yang membuat janji berarti disitu gak ada latihan.
Aku ada kuliah pagi sampai jam satu jadi tidak mengganggu jam kuliahku juga, oh... moodku sangat baik hari ini karena si onar bersifat manis.
( Vira )
Di kampus kembali ke dunia perkuliahan yang sibuk dengan mata kuliah, dosen serta tugas
" Udah kalian tugas individu " aku dan Sasra mengangguk menjawab pertanyaan anak SMA itu
" Kau "
"Udah dong" gaya sombong
Masuklah seseorang yang kami kira dosen membuat suasana kondusip tapi ternyata asisten dosen " hari ini Profesor Anwar lagi di luar kota jadi jam sekarang kosong tapi di beri tugas jadi pembicara di seminar bisnis nanti jadi buat 2 kelompok segera nanti jam 1 akan di persentasikan di publik "
" Yah.... seminar..... " seru sebagian mahasiswa yang tipenya sepertiku tak ingin hal-hal yang merepotkan apa lagi seminar.
Ya ampun ini mah keluar dari lubang lumpur mala masuk jurang mending ada dosen deh tapi keuntungan datang bersamaan dengan kesialan, gue beruntung karena kelompok gue Yuna dan Sasra karena kemampuan mereka aku tau sekali mereka bisa di andalkan.
Sasra
" Varo gue gak bisa datang jam dua, kita undur iya ini mendadak " dalam chatan merasa tak enak mengingkari janji dan menggantinya untung sama pacar sendiri.
" Iya udah jam 3 " tak lama dia langsung membalasnya.
" Baiklah "
.
Semua di luar kendali kami harus cepat menyelesaikan tugas kami karena pekerjaan ini akan di persentasi siang hari nanti apa lagi kalau presentasi ini di buka untuk umum jadi bukan hanya jurusan kami yang akan menghadirinya melainkan orang lain yang tak ada hubungannya dengan bisnis saja boleh masuk iya jadi kami tidak boleh mengecewakan.
" Gue duluan ke aula nyiapakan semuanya, jangan lupa bawah materinya Yuna " Aku membawah leptob untuk persentasi nanti.
Yuna
__ADS_1
" Oke sebentar lagi gue selesai nanti aku nyusul " Vira dan Sasra pergi beberapa saat setelah itu aku menyusul tapi karena tumpukan kertas menutupi mataku untuk melihat jalan yang akan aku tujuh itu membuat aku tersandung batu semua lembaran itu berantakan dan sebagiannya terbang kebawah angin segera kubereskan dan mengambil yang terbawa angin ternyata beberapa kertas tersangkut di kaca mobil seseorangan.
Ada sosok yang membantuku " ini kertasmu " dia memberi tumpukan kertas yang dia ambil dari mobilnya sendiri sebab dia baru turun dari mobil itu
" Makasih atas bantuannya " seraya aku mengambil kertas dan berlalu pergi.
.
.
Â
Selesai seminar itu aku beranjak keluar di luar ada yang menyapaku dan ternyata orang yang tadi membantuku " tadi bagus persentasinya "
Â
" Benarkah terimakasih "
" Oh iya , perkenalkan namaku Arga dari jurusan ke dokteran "
" Aku tau, tadi kan kamu bertanya, tapi kok kamu jurusan kedokteran ikut seminar bisnis"
"Aku tertarik dengan bisnis niatnya aku mau berbisnis sebelum jadi dokter, kau kan tau isu dokter lama lulusnya " senyum ramah dan menggarut bagian belakang kepalanya
" Emmmhh..... baru di tinggal sebentar udah ada yang deketi, ini cewek juga kemaren bela - belai datang tengah malam demi menghiburku sekarang mala tertawa dengan cowok lain " batinku dengan kesal tertahan aku mulai menghampiri mereka
" Yuna, udah di tunggu yang lain "
"Oke baiklah, aku permisi dulu " sebelum berlalu aku menatap tajam ke arah cowok itu dan berlalu pergi
" Mana yang lain "
" Udah duluan "
" Duluan ?" aku merasa bingung tadi katanya di tunggu sekarang mereka udah duluan
" Udah gak usah banyak pikir ayo makan di kantin "
Sasra
Setelah seminar aku bergegas ke tokoh komik langganan kami karena jam sudah menunjukan jam 3 lewat aku rasa di sedang mengunggu.
Dengan terburu - buruh aku memasuki tokoh dan langsung mengarah sudut yang biasa kami tempati dan benar saja dia disana duduk menyender tapi aneh kenapa komiknya menutupi mukanya.
__ADS_1
" Kok cara bacanya gitu sih " aku perlahan mendekatinya lalu mengambil komik ternyata dia tertidur aku duduk di hadapannya .
Aku memandangnya tidur seperti anak kecil, imut, manis seperti anak-anak tanpa dosa beberapa saat kemudian dia bangun " kau sudah disini " aku mengangguk
" Sepertinya kau lelah tidurmu lelap sekali, oh iya apa yang ingin kau bicarakan aku merasa tumben kau mengajakku siang ketemuan biasanya kau bela-belai lebih baik malam"
" Ini hal penting yang akan aku bicarakan "
"Ada apa ?"
" Aku mau berhenti di IT " aku sangat terkejut dengan keputusan yang akan di ambilnya
" Kenapa ?"
"Ini udah saatnya dan aku mau melakukan sesuatu " aku memandangnya dengan banyak tanda tanya dia perlahan menggegam kedua tanganku
" Ayo kita menikah " mataku menajam sejenak aku kaku menerima berita ini
" Menikah,.... ini alasanmu untuk berhenti "
" Iya,,,, tenang saja walau aku berhenti aku masih bisa menafkaimu dan anak-anak kita aku masih punya banyak uang " senyum lebarnya aku merasa sekarang dia sangat bahagia
" bukan itu yang ku permasalahkan, kau sudah memikirkannya ? "
"Sudah " dia menjawab dengan singkat, jelas dan mantap
"Tapi jujur aku belum siap Varo, aku tidak menolakmu tapi ini terlalu cepat dan kau melamarku dengan seperti ini, tempat ini emmmhhh kau memang Alvaro " memandang sekitar yang penuh dengan tumpukan buku komik lalu melirik dengan tatapan tajam
" Kenapa kau belum siap.... kau tau aku tak mengerti bertinda romantis aku hanya melakukan yang ada dalam pikiran dan hatiku "
"Aku masih punya adik, aku ingin membantu orang tuaku mendukung mereka dan meringankan biaya pendidikannya nanti " menatap Alvaro senduh
" Iya aku yang akan membantu adikmu "
" Aku ingin diriku sendiri Varo "
" Tapi aku takut kau hamil Sa, kita tidak memakai pengaman sama sekali aku tak mau anakku lahir di luar nikah" jawab Alvaro dengan tatapan seriusnya
" Aku tidak akan mengandung karena aku sudah memakan obat pencegah itu " aku mengigit bibir bawahku sebenarnya aku juga takut kalau aku hamil di luar nikah.
" Kita hanya mengundur sampai kau memenangkan kejuaraan dan aku menyelesaikan study hingga mendapatkan pekerjaan" dia membelai rambutku dengan lembut
" Baiklah " aku tersenyum lebar padanya untuk menenangkannya
__ADS_1
Iya kali ini aku bisa menang beradu debat dengannya tapi aku yakin untuk lain waktu dia tidak akan memgalah.