
(Tafani )
Hubungan loe dengan Sean, harga diri loe, perasaan loe semuanya akan hancur, salah siapa loe main-main dengan gue loe berani buat masalah dengan teman baik gue iya gini jadinya “ hahah rencana gue berhasil dan sebentar lagi kehidupan gue yang seperti biasa kembali iya termaksud Sean cowok gue “ batinku .
Yuna
Setelah selesai ujian pertama
“ Kalian berdua nih dari mana ? pada ditelpon pun “ aku hanya diam diikuti dengan Sasra bagaikan kami tidak mendengar perkataan Vira
“ kalian kenapa lagi, sungut banget wajahnya ?” dengan sikap keponya
“ Bencana Vir “ sahutku
“ Bencana ?? di mana ?” ini cewek ke gini ajah dia tidak tau , benar-benar tidak peka
“ Iya Vir bencana “ tambah Sasra menyandarkan kepalanya di meja seakan mau tidur
“ Bencana apa sih,,,, jangan setengah - setengah kalau ngomng “
“ Gue tidur sama orang yang gak dikenal tadi malam “ dengan pelan dan putus asa
“ Serius loe “ hentak kaget dari mereka dua
“ Iya,,, gue sekarang seperti ******* rasanya “
“ Loe udah mintak pertanggung jawaban tuh cowok“
“ Gue gak kepikiran soal itu, gue ajah udah jijik dengan diri gue sendiri, kenapa hal itu bisa terjadi ? terus gue coba ingat tapi sama sekali gue gak ingat “
“ Gimana dengan Sean ? “ tambah Sasra yang juga ikut khawatir
“ Dia datang ke hotel, dan gue kepergok didepan matanya sendiri “ air mataku mengengalir saat aku mengenang peristiwa itu
“ Jadi bagaimana dia merespon “ tanya Vira penasaran
“ Dia kecewa, menghinaku dan tak mau tau penjelasanku “ masih menangis
“ Iya lah dia pasti kecewa orang yang dia sayang bermalam di hotel dengan laki-laki lain. Jadi gimana hubungan kalian “ Sahut Vira lagi
“ Kami belum putus tapi kami gak mungkin kembali lagi seperti semua “
“ Jadi apa keputusan loe “ tanya Sasra
“ Gue akan putus sama dia untuk kebaikan kita semua “
“ Apa loe udah yakin dengan keputusan loe “ seru Vira meyakinkan gue aku menangis semakin menjadi mendengar pertanyaan Vira karena jujur aku masih sayang banget sama Sean tapi dari perkataan Sean tadi pagi aku gak tau aku harus menghadapinya seperti apa kalau hubungan ini masih akan dipertahankan.
__ADS_1
“ Jangan menangis sayang, badai akan berlalu kami tau kau bukan cewek kegitu “ Sasra memelukku dan menenangkanku
“ Iya benar kata Sasra semuanya seakan janggal soalnya terakhir loe bersama Sean kalau pun loe akan tidur bersama karena mabuk atau yang lainnya seharusnya dengan Sean
bukan dengan cowok lain dan Sean tau dari mana loe ada di hotel ? “
“ Loe benar, tapi gak mungkin aku tanya ke Sean, dia saja sedang marah besar denganku“
“ Aku rasa ini harus kita selidiki “
“ Iya ini harus di selidiki “
“ Sekarang lebih baik kita makan, karena semua masalah harus dihadapi dan untuk menghadapinya kita juga harus punya tenaga “
Vira menarik tangan kami berdua memaksa kami yang enggan bergerak.
Di kantin
“ Kalian jangan sampai lupa besok ada ujian Statistik kalau gak lulus kita akan ngulang semester depan “ jawab Vira enteng
“ Astaga iya gue sampai lupa, gue gak sempat belajar lagii “
“ Iya Yuna, kok bisa sampai lupa “ tambah Sasra yang nasibnya sama ke gue
“ Habis ini kita langsung ke perpus ajah “ saat kegiatan makan kami ada cowok yang langsung duduk di sampingku iya teman - temanku bingung karena mereka tak kenal dengan cowok jurusan kedokteran ini
“ Hai Yuna ketemu lagi, hai semuanya “ sahut Arga mahasiswa kedokteran menyapa
“ Bisa jadi bisa juga enggak soalnya ini pertemuan kita yang ke empat kalau diomong gak juga tapi aku
ingin akrab dengan dia “
“ Gak makan loe kesini ?” tanyaku
“ Makan dong “ di pergi memesan aku tak sejang menjatuh kan sendok aku henda mengambilnya ternyata Arga berniat mengambilkannya juga karena itu kami tidak sejanga berpegangan tangan.
“ Tak cukup yang tadi pagi sekarang kau mencari laki - laki lain haha,,, kau sepertinya tak menganggap hubungan kita “ aku berdiri dia mendekat dan berbisik
“ Loe gak mau coba dengan gue, gue lebih hebat main di kasur “ aku mendorong dia menjauh dan dia juga pergi menjauh dengan teman - temannya.
Air mataku mengalir mendengar kata - kata Sean. Aku benar - benar gak percaya Sean ngomong kegitu ke gue hatiku benar - benar sangat hancur air mataku mengalir semakin deras
“ Duduk Yun “ Vira membimbingku duduk yang melihatku sudah menangis sejadi - jadinya
“ Dia semakin kasar dengan loe Yuna“ tambah Sasra mengelus lenganku
“ Siapa dia memangnya ? “ akhirnya Arga bicara juga
__ADS_1
“ Dia pacarnya Yuna tapi mereka sedang bertengkar “ tutur Vira menjelaskan
“ Maafi gue karena masalah tadi dia sampai sekasar itu sama loe “
“ Gak kok Arga kami memang lagi gak baik ajah gak ada hubungannya sama loe. Gue mau pergi dulu “ hisak tangisku sudah mulai redah
Aku meletakkan uang ke meja
“ Vir jangan lupa yang gue “ dan pergi .
Saat ini aku hanya butuh menyendiri untuk menatah pikiran dan perasaan gue. Ku pandang kolam ikan yang ada di samping kedai kopi disana jarang orang ada jadi tempatnya lebih tenang dan cocok dengan perasaanku saat ini .
Flasback
Sudah banyak ku lalui mulai dari aku tak sengaja menginjaknya, saat dia menghampiri aku di kantin, dia memaksa aku naik mobilnya, pergi ke bliar, ke kedai kopi ini, makan bersama hingga kami jadian banyak sekali apakah aku bisa melupakanmu aku menangis dan terus menatap ikan yang ada di kolam itu
Flasback off
“ Mbg yang sabar, ini kopi late + coklay yang banyak agar mbg nya jangan sedih lagi “ pelayan memberikan minuman itu
“ Emmhh,,,, makasih mas “
“ Aku harus hadapi masalah ini, hubungan ini memang tidak bisa terus dari pada aku sakit dengan kata - katanya yang semakin kasar lebih baik aku sakit dengan tidak bisa bersamanya lagi ini yang terbaik dengan kita berdua “ batinku .
“ Mas ini saya bayar “
“ Mbg gak di habisi kopinya “
“ Gak usah, tapi itu enak banget, makasih iya mas “ meninggalkan kedai kopi itu.
Di kampus
Aku pergi bertemu Sean yang sedang bersama temannya
“ Sean ada yang ingin aku katakan bisa kita bicara sebentar “
“ Oke “ aku pergi ke arah taman yang cukup sepi
Sekarang sosok cowok yang tampan ini sudah ada di hadapanku
“ Iya apa lagi yang mau loe omongi “ seru dia tetap dingin
“ Aku gak mau jelasi, aku hanya akan ngomong ini dan mungkin ini yang terakhir kali , Sean makasih atas semua yang loe berikan baik waktu, kasih sayang, gue seneng deket ke loe. Kita gak di takdirkan bersama jadi mari kita akhiri ajah hubungan kita dari pada kita saling menyakiti ini yang terbaik untuk kita berdua gue berdoa ajah loe akan bahagia “
Dia hanya menatap gue tanpa jawaban apa - apa aku pergi meninggalkannya karena dia hanya diam itu aku anggap kata iya.
__ADS_1
“Ini udah benar Yuna, kamu hebat
Yuna “ berkata pada diri sendiri untuk menghibur diri sendiri.