Kamu Jahat

Kamu Jahat
Udangan


__ADS_3

Yuna


Hari sebelum kelulusan aku pergi ke mall bersama Vira juga Sasra, kami mencari hadia kelulusan untuk Sean serta kak Deo kalau Sasra hanya menemani kami saja.


Memang  kalau belanja adalah hal yang menyenangkan bagi wanita waktu terasa singkat dan seakan secepat sekali berlalu


“ Aku beli bunga ini ajah “ sahut Vira dia mengambil bunga warna hitam indah sih tapi kan warnanya jadi terkesan horor


“ Bunga warna hitam , kok warna hitam sih ? “  balas ku mengungkapkan protesku


“ Memang jarang sih orang yang ngasih bunga warna hitam meskipun pemakaman ajah juga pastinya bunga warna putih tapi berhubung kalau dia suka warna hitam aku ingin  ngasih bunga mawar hitam ini “


“ Irih deh kamu tau warna kesukaannya sedangkan aku gak tau dia suka warna apa ?” aku sedih ternyata aku sama sekali tak mengenal Sean


“ Udah jangan sedih kita beli mawar putih yang ada ucapannya ajah gimana ?” usul Sasra


“ Baiklah “.


“ Kita bayar lalu kita titip sini selagi disini kita seneng - seneng belanja ayok “ Vira menggandeng tangan kami dan iya kami menikmati belanja.


Saat Vira dan Sasra  sibuk melihat baju aku terpesona dengan gitar putih klasik


tidak sadar sesuatu yang ada di sampingku sampai dia menyapaku


“ Kau,,,, yang persentasikan seminar Binis itu kan “ dia ada di sampingku


“ Emmhhh ... iya “ aku melihat dia


“ Oh iya panggil ajah Arga kamu pasti lupa “


“ Maaf aku kurang pandai dalam mengingat nama “ tersenyum kecil karena merasa canggung


“ Oke gak masalah, kamu kesini lagi belanja ? sendirian ? “

__ADS_1


“ Iya lagi belanja, sama temen tapi mereka lagi sibuk milih baju “


“ Kalau kamu mau beli gitar ? “ tambahku lagi


“ Niatnya iya sih, tapi lagi lihat - lihat gimana kita ngobrol-ngobrol di bawah sambil nunggu temen-temen kamu “


“ Boleh “  kami ada di cafe kecil yang ada di dalam cafe itu dan menanyakkan hal-hal terutama masalah bisnis sepertinya laki-laki ini sangat tertarik dengan bisnis tapi dia berkedok sebagai mahasiswa kedokteran.


“ Loe dimana Yuna “ chat dari Sasra terlihat di hpku


“ Aku harus pergi, soalnya teman-temanku mencariku, permisi “


“ Oke, senang banget ngobrol denganmu “


“ Aku juga, bayyyyy... “ aku bergegas pergi.


Aku menghampiri teman - temanku


“ Loe kemana ajah sih ??” seru Sasra


“ Iya banget Sa pokoknya jangan sampai  gak datang biar seru oke ,,,, “ rengekku dengan Sasra


Sasra hanya membalas dengan mengangguk di sertai senyuman menandakai Sasra akan datang.


.


.


Pagi ini adalah hari kelulusan benar - benar membahagiakan.


Di hari bahagianya ini aku dan Vira menunggu di depan gedung sakral itu  tempat sumpah dan terselenggaranya hari kelulusannya  saat mereka keluar dan sibuk berfoto dengan sesama temannya, aku dengan sabar menunggu tak mau mengganggunya.


Tidak lama dia keluar dengan setelan jasnya berlari kecil ke arahku

__ADS_1


“ Yuna udah lama nunggu ? “  aku memberi  bunga yang sedari  kemarin aku siapkan untuknya


“ Ini untukmu selamat udah lulus “ mengukir senyum merasa ikut bahagia di harinya ini


“ Makasih sayang “ dia mengambil bungaku dan melihat sekitarnya dengan cepat dia mencium pipiku


“ Sean.... rame banget ini “ aku tersipu malu


“ Biar ajah, mereka sibuk - sibuk sendiri, oh iya habis ini aku mau foto studio dengan teman - temanku ayo ikut nanti kita nambah ajah “


“ Gak usahlah Sean aku ada kelas “  aku tak mau mengganggu kesenangan dia, kalau aku ikut rasa canggung aku ke Andi maupun Tafani serta temannya yang lain gak bisa aku hadapi lebih baik aku berbohong dengannya


“ Oke deh padahal sayang banget, tapi nanti malam jangan sampai gak datang iya ,,,, oke pokoknya harus datang, aku pergi kesana dulu sayang “ tersenyum lebar dan berlalu.


Sean


“ Sean loe kemana ajah dari tadi gue cariih”   Tafani menghampiri aku yang baru masuk dari menghampiri Yuna


“ Dari toilet” aku tak tau kenapa aku berbohong  tapi untuk saat ini jangan membuat masalah baru di hari yang baik ini


  “ Ayo kita ke studio “  ajak teman satu angkatan.


Kamipun pergi bersama termaksud Yuna, disana kami berfoto bertiga tak mau membuang kesempatan.


Setelah studio foto kami pulang


“ Gue antar Fani pulang iya Andi “ aku sudah ada di mobil bersama Fani di sampingku


“Oke bro “


“ Duluan ya  Andi sampai ketemu nanti di pesta “ aku dan Tafani pulang tapi hanya kata ajah kami faktanya ke cafe makan dan minum iya kami berdua.


“ Sean aku  berencana  akan menjalankan rencana itu hari ini di pesta kita  “ dia bangun dari tempat duduknya dan mendekat lalu membisikkan.

__ADS_1


Sesuatu rencana yang membuat aku tercengang dan sangat picik tapi sudahlah ini memang tujuan awal apakah aku akan mudur jangan bimbang Sean sebentar lagi  dramamu akan selesai.


__ADS_2