Kamu Jahat

Kamu Jahat
Benci kamu bahagia


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


(Tafani )


Gue benci lihat dia dengan gampang dapati yang lain dan ngelupai Sean seakan semua renca gue berantakan.


Gue menghampiri Sean dan mengajak dia ngomong di taman tanpa orang lain  "Sean, dia bahagia dengan cepat " nada mengeluh sendu.


"Gue udah gak ada urusan lagi dengannya " ucapnya cuek


"Tapi gue benci banget lihat dia bahagia " 


"Apa harus sampai sejauh ini " aku diam dam memalikkan muka darinya


" Oke mau loe gimana, untuk kali ini ajah dan ini terakhir kalinya oke "


"Oke sayang, gue mau loe dekati Yuna lagi baperi dia " 


" Gue gak yakin kalau dia bisa suka lagi ke gue dia cuek banget sama gue "


"Ayo cobalah, pesona seorang Sean sulit untuk ditolak"


"Okeoke".


(Sean)


Gue hanya terjebak oleh permainan yang semakin lama semakin aku anggap konyol dan lebih konyolnya gue ngikuti permainan ini.


Gue pergi ke perpus karena tadi kami berpapasan depan perpus dan benar saja dia sedang sibuk baca buku gue duduk di samping dia dan memberi note kecil " sibuk banget bacanya,,,," saat dia membaca langsung menoleh ke arahku reaksinya cepat langsung berdiri dan ingin meninggalkan aku namun dengan sigap aku menarik dan menahan dia yang pasti dia menolak berusaha melepaskan pegangan tanganku tanpa bersuara agar yang lain tak terganggu tapi gue gak nyerah gue tarik dia keras kearah gue hingga dia jatuk ke pelukkan gue perlahan tatapan kami bertemu tatapan ini yang gue rindukan yang biasanya tak sesusah ini untuk merasakan rasa akrab dengannya namun sekarang butuh berpikir keras untuk kami saling bertatapan seperti ini.


(Yuna)

__ADS_1


Gue benar - benar kesal ketika Sean memang benar - benar diluar nalar dia menggangguku saat di perpus karena itu juga aku tak bisa malawan karena perpus termaksud tempat yang sangat tentram apalagi masalah suara tak bisa teriak atau beradu debat saat dia menarik tanganku  gue hanya berusaha melepaskan tangannya namun dia mala menarikku dengan keras hingga aku jatuh ke pelukannya


" Rasa ini ada apa dengan gue, kenapa jantung gue gak karuan berdetak dengan kencang dan kuat ini jangan sampai dia denger " aku langsung berdiri melepas pelukan tak sengaja itu kami berdua sama - sama salah tingkah.



Gue langsung keluar diikuti dengan dia di belakang, di taman " loe itu ada apa sih kok terus buat masalah sama gue "


"Masalah yang mana, gue narik loe atau loe yang dengan sengaja peluk gue " dengan senyum licik


"Ahhhh sengaja ..  " aku menendang tulang keringnya dan pergi kabur sedangkan dia kesakitan


" Plaaakkk "


"Ahhhh.... sakit ... hey loe mau kemana " aku berjalan menjauh darinya


" Enak ajah kalau ngomong, buat aku kesal siapa yang mau meluk cowok kasar gitu,,, ihhhh " aku menendang batu kerikil karena alangka jenggkelnya.


(Sean)


(Vira)


Saat ini aku pulang ke desaku tanpa tujuan jelas demi ikut - ikutan dengan Deo.


Siang ini aku tanpa kerjaan hanya membantu orang tua, tidur dan makan sampai menjelang malam pukul 7


" Tok... tok... " pintu kami di ketuk.


Dengan setelan baju tidurku yang sederhana aku membuka pintuku


" Deo..... bibi, paman dan ayu Sinta beserta sang suami  silakan masuk " mereka menatap satu sama lain melihatku

__ADS_1


" Bu,, pa,,, ada bibi sama paman " ayah dan ibuku datang dan nenyambut mereka


" Masuk mbg " ibuku melihatku


"Sana ganti bajumu " bisik ibuku


" Kenapa aku harus ganti baju"


"Cepat sana "


"Baiklah " aku pergi mengganti baju setelah selesai aku kembali kesana


" Begini tujuan kami kesini sebenarnya untuk melamar Vira untuk jadi menantu kami, ini udah lama direncanai oleh Deo tapi karena Deo masih kuliah dan belum dapat pekerjaan dia menundanya tapi sekarang dia sudah lulus dan mendapat pekerjaan sekirannya bapak Vira setuju" pernyataan ayah Deo membuat aku kaget sangat kaget ini seperti mimpi .


" Saya sebagai orang tua tidak menuntut banyak untuk jadi calon suami anak kami apa lagi kami sangat kenal Deo tapi iya semuanya keputusan ada di puteriku, bagaimana Vira ?" aku masih melamun aku belum bisa menerima berita ini.


"Vira.... kamu kok melamun " ibuku menyadarkanku tanpa malu


" Deo kita perlu bicara ? " aku menariknya keluar.


Saat kami di luar rumah


" Ada apa ini ? Kenapa kamu tiba - tiba ? " menatapnya dengan serius


" Udah jelaskan aku pengen nikahi kamu " jawab Deo yang memang serius tidak ada raut mukanya bercanda


"Iya jelas tapi kamu gak pernah ngomomgi ini ke aku "


" Vira... kamu perna nanya ke aku, aku serius gak ke kamu, ini jawabanku aku lebih suka tindakan dari pada kata - kata saja " menatap Vira dengan dalam dan menggenggam  kedua tangan Vira seakan meyakinkan Vira untuk menyerahkan seluruh hidupnya kepada Deo.


JANGAN LUPA KOMEN, LIKE DAN FAVORIT

__ADS_1


__ADS_2