
Yuna
"Sekarang aku ingin kamu jujur ? " sejenak terdiam tapi tatapanku masih terfokus padanya.
" Iya itu memang benar, aku dari awal dekat denganmu karena permintaan Fani dan sebenarnya aku belum putus dengan Fani " aku terngongong dengan jawaban Sean seketika hatiku benar-benar hancur.
"Bisa cowok sejahat ini dasar gak punya hati" membatin, menghirup oksigen sedalam mungkin seakan oksigen disini semakin menipis.
" Lalu apa alasanmu melakukan ini ? " dengan nafas berat dan menahan air mataku
"Lo membuat kakak sahabatnya meninggal bunuh diri karena itu Fani mencoba balas dendam " menatapku dengan sendu
"Lo mengatakan dan melakukan ini tanpa tau apa yang sebenarnya terjadi, aku ...gak pernah membunuh seseorang dulu dan sampai saat ini " suaraku meninggi sampai pita suaraku seakan mau putus aku sangat marah mukaku memerah sudah sukses aku lontarkan.
Aku pergi meninggalkannya dengan amarah dihatiku aku tak menyangka dia laki-laki yang sangat brengsek.
Sean
Kenapa aku terasa terpukul melihat muka amarah dan matanya yang berair, kenyataannya itu lah yang sebenarnya tapi aku benci mengatakan yang kulakukan ini sangat aku sesali. Padahal aku ingin mengatakan kalau aku sudah mengetahui dimana informasi-informasi si cowok itu.
Yuna
Kesehatan fisik maupun mentalku semakin menurun bibik merasa khawatir dengan keadaanku dia memanggil dokter Bunga ke rumah untuk melakukan konsultasi namun responku hanya diam dan acuh tak acuh karena itu dokter Bunga sebentar melakukan konsultasi dan saat dia keluar kamarku aku mendengar dia telpon ayahku.
__ADS_1
" Kesehatan puterimu sangat menurun dia butuh dukungan dan perhatianmu " aku tak tau jawaban ayahku apa.
" Aku tak tau apa yang terjadi pada puterimu, aku bertanya padanya namun tak ada respon, dia mengalami tekanan dan stres yang terlalu besar ".
"Sama-sama " aku ingin beranjak dari tempat tidurku dan mengatakan aku baik-baik saja namun tubuhku tak bergerak sama sekali.
Keesoknya harinya aku cukup merasa baikkan " non Yuna udah baikan, besok papa non akan terbang dari Australia dan langsung kesini ".
" Bukannya masih seminggu bik ".
"Karena kondisi non memburuk papa non buru-buru selesaikan urusannya agar cepat kesini " aku hanya terdiam aku tau sesibuk apapun papaku dia akan mengutamakan aku apalagi ibuku sudah meninggal dan hanya kami berdua saling menyayangi dan menjaga.
Sasra
Aku pergi ke rumah Yuna karena bibik mengabarkan padaku kalau Yuna sakit "non Sasra sudah datang ".
"Udah semakin membaik , masuk non langsung ajah ke kamar " aku masuk kamar Yuna dengan perlahan.
" Kau bengong ajah, ada apa " dengan nada yang sangat lembut aku tau saat ini dia banyak masalah dan itu membuatnya semakin sensitif.
"Gak ada apa-apa, kau datang kenapa gak ngabari ".
" Memang gak boleh aku main, anakku sedikit penat ingin jalan-jalan" tersenyum
" Sehat, gak ada gangguan kan ".
__ADS_1
" Gak ada, sayang ini anti cantik anti Yuna " .
"Iya sayang, sehat-sehat iya " Yuna mengelus perutku yang sedikit buncit, aku melihat Yuna memang sudah mendingan
"Kita Vc Vira ajah iya dia lagi bulan madu sekarang "
"Jangan,,,, nanti dia terganggu "
"Oke... oke ".
(Deo)
" Kenapa kau terlihat tak senang apa tempat ini tak bagus ? "
"Bukan tempat ini masalahnya aku baru dapat kabar kalau Yuna sakit "khawatir terlihat jelas dari lagak Vira
"Tenang, hubungi ajah dia kalau memang harus pulang kita akan pulang hari ini juga "
"Tapi kan kita baru dua hari disini "
"Gak papa, kita bisa ngatur waktu lagi " aku tak ingin istriku merasa khawatir jadi aku tak bisa egois
" Iya aku akan hubungi dia, makasih syang udah kasih solusi "
"Iya" aku mengelus rambutnya lembut dan meninggalkan dia untuk mengurus urusannya sendiri.
__ADS_1
Malam harinya dia datang ke kamar
" Sayang Yuna baik-baik ajah ke adaannya " Vira langsung bermanja manja di pelukanku dasar .....