Kamu Jahat

Kamu Jahat
Menjadi Lelaki nakal


__ADS_3

Sean menjadi uring-uringan terhadap adiknya, Resa merasa dia selalu salah.


"Bang berhentilah bertingkah seperti anak kecil." Sean hanya menghadiakan tatapan yang tajam dan langsung pergi.


"Dasar abang labil, aku kangen abangku yang dulu selalu menyayangiku." Air mata Resa mengalir tanpa pemirsi hatinya sakit melihat abangnya semakin menjauh.


.


Malam ini Sean tidak pulang ke apartemennya ataupun rumahnya.


Dia minum sampai mabuk.


"Wehh.... bro lo ke sini ?" Sean hanya mengangguk dan terus minum.


"Gue punya cewek cantik lo mau gak ?"


"Bawah sini dan atur kamarnya untuk gue." Jawab Sean, sepertinya Sean semakin gila dia ingin menghancurkan dirinya.


Dia tidak peduli yang terpenting hasrat dan emosinya bisa tersalur walupun dia menggunakan wanita malam.


(Bunyi ponselnya 🎵🎵)


.


Di kamar itu dia melihat wanita cantik itu sudah duduk di kasur.


"Tuan sudah datang." wanita berpakaian sangat seksi dengan bibir pinknya yang terlihat sangat mengkilat.


wanita itu menarik dasi Sean pelan dengan tatapan menggoda.


"Tuan, aku akan melayanimu." membisikkan secara perlahan di telinga Sean.


Sean seakan terhipnotis dia terduduk di kasur hotel.


Wanita itu mendudukan diri di pangkuan Sean dan membuka dasi, kemeja Sean.


"Kau sangat seksi tuan." Wanita itu mencium bibir tebal Sean tak ada pergerakkan karena kepala Sean semakin berat sepertinya reaksi alkholnya mulai terlihat.


Sean mulai berhalusinasi, dia melihat Yuna yang ada di pangkuannya.


Tadinya wanita seksi itu yang memimpin kini berbalik Sean yang mengambil ahli permainan ini.


Sean dekatkan lagi tubuh wanita agar merapatkan dengan Sean.


Di lumatnya dan semakin dalam sampai perempuan itu menarik rambut Sean memberi tanda dia sudah kehabisan asupan oksigen.


"Laki-laki yang agresib."Wanita itu menatap dalam Sean lalu memulai membelai wajah Sean.


Sean membalikkan tuh wanita itu menjadi di kasur di bawahnya.

__ADS_1


Sean mencium leher putih itu, sumpah itu sangat memabukan bagi sang wanita.


Dia tau Sean tidak pernah bermain dengan wanita-wanita malam tapi mengapa dia malam ini singgah ke tempat ini.


"Mmmhhhh... ahhhhh..." Ini bagaikan terbang mengepakkan sayapnya.


"Tu..annn.... akankah kau sedang banyak masalah." Sean dengan kasar merobek pakaiannya dan meremas dengan kasar.


"Ahhhh.... khhh...." wanita itu merasa kesakitan, dia sudah yakin tuannya ini bukan mencari kesenangan melainkan mencari pelampiasan amarahnya.


Sean menurunkan celananya lalu membuka bungkusan kecil, dia sudah tau kalau yang ada di hadapannya adalahlah sesuatu hal yang tak baik tapi dia mengabaikannya lalu mengubah cerita dalam otaknya kalau dia sedang bersama Yuna.


Sean sedang menghukum Yuna karena tidak pernah mengerti dia.


Dengan sekali hentakkan Barang itu masuk ke tubuh wanita itu.


"Ahhhh....." Seru mereka berdua dengan merdunya.


"Yuna.... ahhh..." Wanita itu hanya tersenyum pedih dia tau yang harus dia lakukan adalah bekerja tidak mengharapkan lebih.


Laki-laki tidak akan menanyakan namanya kalau dia hanya pelampiasan dengan masalah hidupnya.


Mereka menuntaskan sampai masing-masing mendapatkan pelepasan.


malam itu juga wanita itu bangun dengan perlahan, tubuhnya sangat lelah dan terasa sakit dia ingin pergi dari sini.


"Aku irih dengan Yuna, dia mendapatkan laki-laki tampan sepertimu. Kau bermain bersamaku tapi namanya yang memenuhi otak dan hatimu. Andai nanti aku mendapatkan laki-laki sepertimu aku tidak akan melepasnya sampai kapanpun." Seru wanita itu lalu mencium pipi Sean pelan.


Pagipun datang Sean masih di kamar hotel.


(Bunyi ponselnya 🎵🎵)


Ponselnya terus berbunyi membangunkannya.


"Eeemmmmhhhh......" Dia menggeliak dan menemukan dia tidur sendirian.


"Di mana wanita itu ?" Sean langsung menyambar ponselnya yang berada di nakas tepat di sampingnya.


Sangat banyak notifikasih dari kantor, temannya dan rekam bisnisnya.


Tapi satu yang dia hubungi adalah temannya yang menawarkan wanita itu semalam.


"Dia mana lo lex ?" Sean beranjak membersihkan dirinya yang terlihat sangat kacau.


" Kenapa bos, di bar."


"Suruh cewek tadi untuk ketemu dengan gue." Sean.


"Siap bos, dengan senang hati"

__ADS_1


.


Sean sudah kesiangan banyak kekerjaannya menunggu.


Saat sampai di sana sudah banyak tumpukan dokumen yang menunggu akan di periksa dan di acc tanda tangan olehku.


"Bukannya bapak baru memenangkan kasus kenapa bapak malah terlihat sangat kacau." Seru sang sekertaris membantu merapikan dokumen yang sudah selesai di tanda tangani oleh Sean.


"Apa sangat terlihat diriku sangat kacau" Masih sibuk membolak balikkan lembaran kerja.


"Kurasa orang gila juga tau kau sangat kacau, wajahmu terlihat sekali habis minum semalam pak" menatap Sean dengan tatapan putus asa.


"Ayolah jangan kau tatap aku seperti itu, ingat aku masih bosmu" Sean risih di tatap kasih oleh sekertarisnya.


Sekertarisnya tau kalau bosnya adalah orang yang gila kerja tidak ada satu wanitapun yang mengetuk hatinya kecuali Yuna yaitu mantan pacarnya waktu kuliah.


"Kosongkan jadwalku nanti siang jam 2 aku ada urusan." Sean bebergegas pergi mau rapat.


"Baik pak." Ada di belakang mengikuti Sean.


.


Siang ini Sean menemui wanita yang tadi malam mereka sudah janjian di cafe.


Wanita itu sudah datang terlebih dahulu sedang minum kopi.


"Hai.... apakah sudah lama menunggu." Baru sampai dan langsung duduk.


"Tidak tuan, apa gerangan tuan ingin bertemu saya." Wanita itu tersenyum tulus padaku.


"Perkenalkan namaku Sean, tidak enak bila kau memanggilku tuan." Mengulurkan tangan wanita itu menatap Sean lalu menatap uluran tangan Sean dia sangat ragu menyambut tangan hangat itu.


Tapi perlahan dia menerima juga, "Andini" Jawan Andini pelan.


Andini tidak menyangkah laki-laki yang ada di hadapannya ini laki-laki sopan dan sangat berbeda dengan laki-laki tadi malam yang bermain kasar sampai bekas lebam di pergelangan tangannya saja belum hilang.


"Saya minta maaf atas perlakuanku tadi malam, saya benar-benar kalap. Banyak masalah yang berada dalam jangkauanku jadi saya merasa sangat kacau, saya akan membayarmu 3 kali lebih banyak. Saya mohon maaf menjadikanmu seperti pelampiasan." Jelas Sean yang memang tulus meminta maaf.


Andini hanya tersenyum remeh yang mendapat perlakuan itu Sean sangat bingung.


"Tuan.... jangan buat saya seperti melayang. Itu sudah jadi pekerjaan saya, itu resiko saya. Jika tuan seperti ini maka saya akan mendapat masalah lebih besar. Atau tuan sebenarnya menyukai saya ?" Senyum manis itu terurai lebih indah.


Andini memang gadis sangat cantik dengan kulit kuning langsut, rambut panjang bewarna coklat bibir tipis di balut listip ping muda.


"Anda salah paham...." Perkataan Sean langsung di bantah sebelum Sean menyelesaikan kalimatnya.


"Iya kalau seperti itu, tidak ada yang perlu di bahas." Andini menarik tas yang ada di meja lalu pergi.


"Tunggu..." Tapi Andini sudah cukup jauh.

__ADS_1


__ADS_2