
Alvaro
" saya ingin staf yang bernama Sasra di pindah ke pusat sebagai administrasi " "tapi pendidikannya tidak memadahi " "saya yang mempunyai perusahan ini jadi saya tau apa yang terbaik untuk perusahaan saya " " baik pak " aku tidak tau apakah ini jalan yang tepat tapi bukannya dia kuliah apakah dia belum lulus tapi kalau di ingat-ingat semenjak kami berpisah dia juga tidak perna ke kampus lagi apa karena dia menikah dia juga melepaskan gelarnya itu tapi aku tau kalau Sasra bukan begitu dia sangat ambisius dengan pendidikan, apa yang terjadi selama ini denganmu.
__ADS_1
Sasra
pak menejer menghampiriku aku sudah berpikir ini adalah hari terakhirku ditempat ini " Sasra saya ada berita untukmu dari kantor pusat, kamu sekarang pindah tugas ke kantor pusat sebagai stap administrasi " "apa pak..... bapak kan tau kalau ijazah saya masih SMA untuk melamar kesini " "iya namun ini perintah dari direktur sendiri saya tak berani membantah " "baiklah pak " hari ini aku mulai memindahkan barang-barangku ke pusat hingga besok tinggal kerja namun yang membuat aku sangat kecewa aku akan lebih sering bertemunya dan akan percuma selama ini aku menjauhinya.
Keesokan harinya aku berkerja di tempat baru ini kalau masalah pekerjaannya tidak terlalu jadi masalah karena di perkuliahan di ajarkan tentang komunikasi, komputer dan administrasi dia juga pasti sudah tau makanya memberiku di posisi ini.
__ADS_1
Jawabanya sangat formal aku sedikit kecewa pada jawabanya itu aku langsung pergi masuk ke ruanganku dan langsung panggil sekertarisku " Setela ..... kamu cari semua surat atau dokumen yang perlu di tanda tangani olehku suruh dia yang langsung menyerahkan padaku ingat jangan langsung kasih seluruhnya agar dia bagian administrasi yang memberikannya padaku " "kenapa seperti itu pak bukannya itu tugasku pak ? " " sudahlah jangan banyak bertanya, kamu hanya perlu mengerjakannya " "baik pak ".
Beberapa jam kemudian
__ADS_1
"Sasra tolong kasih ini ke direktur soalnya saya mau ke lantai 2 tapi ini harus segera ada di tangan pak direktur " " baik bu " aku menjadi penasaran kenapa bos selalu ingin Sasra yang mengerjakan, apakah bos suka dengan Sasra tapi kan yang mendekati bos kan banyak yang lebih cantik juga banyak tapi di tolaknya aku kira bos sedikit gay tapi kalau melihat dia niat sekali pada Sasra iya tak ada keraguan lagi pada laki-laki tampan ini.
" tok...... tok..... " aku membuka pintu "permisi pak " aku pun masuk menghadap padanya " pak ini ada dokumen untuk bapak dari bu Setela " "bacakan aku sedang sibuk " aku melihat dia memang terfokus pada sesuatu yang berbentuk kotak itu karena hal itu aku mulai membacanya " kurang keras ..... apa suara kamu hanya segitu " dengan nada sedikit tinggi dengan mengelah nafas aku menambah nada suara agar keras dan terdengar namun " kamu mau baca atau protes dengan saya " dia menghentikan pekerjaannya menatap saya dengan tajam dan maju medekati saya perlahan-lahan aku merasa jengkel padanya karena dia memperlakukan ini padaku " baca seperti ini saja kamu sudah tidak bisa kamu ini niat atau tidak bekerja disini " "saya mau berkerja disini pak, maafkan saya pak " dia menegakkan daguku dan tiba-tiba menciumku aku sangat terkejut namun aku sejenak juga diam tidak menolak mungkin itu bukanlah diriku namun setelah aku sadar aku langsung mendorongnya "maaf pak perlakuan bapak ini tidak benar " "baiklah kau boleh keluar ".