Kamu Jahat

Kamu Jahat
Sensitif


__ADS_3

( Vira )


Aku khawatir dengan sahabatku ini tapi  rasa iri tak bisa di pungkiri dia bisa percaya akan cinta mereka padahal hubungannya tak


selama hubunganku dengan Deo tapi mereka sudah ambil resiko yang tinggi dan aku tak melihat penyesalan di mata Sasra.


 Sore ini aku pulang menuju kostan, aku jalan


perlahan dan berpikir apakah Deo serius menjalankan hubungan denganku atau dia


hanya menganggap aku mainan karena lamanya hubungan tidak menjamin apapun


apalagi umurku tak lagi masih remaja melainkan sudah dewasa ini bukan lagi main - main tapi harus memikirkan masa depan.


Lagu kesukaanku berdering dari hpku menandakan ada yang menelponku.


“ Halo “


“ Halo, kamu dimana ? aku baru selesai kelas juga aku gak ada kelas lagi, ayo kita jalan “


“ Aku di jalan dekat kost, aku lagi malas . aku tunggu di tokoh es krim dekat kost ajah  bhe,,,,”


Untuk menenangkan diri aku memakan es krim dengan masih banyak pikiran ada di otakku


“ Woyy,,,,, kenapa bengong ? kamu juga gak nunggu aku pulang atau mengabarkanku “


Deo datang dari belakang dan mengagetkanku tapi aku sama sekali tidak terusik karena sudah hanyut dalam pikiranku aku menatapnya.


" Kan udah ku kabari tadi " dengan singkat dan nada jutek


“ Kamu kenapa sih ?  sakit .... Marah.... “


Dia memegang dahiku aku dengan sontak menyingkirkan tangannya yang sedang memeriksa suhu tubuhku


“ Jangan sentuh aku “ berpaling kelain arah untuk menghindari kontak matanya


“ Kamu kenapa lagi jangan mulai pertengkaran deh, aku capek bertengkar terus ke kamu “


“ Kalau kamu capek kamu bisa berhenti “


Aku masih mengarah ke arah lain tapi tak ada jawaban darinya aku ragu perlahan mulai menghadapnya dan yang buat aku terkejut dia menatap tajam denganku dengan matanya sedikit merah.


“ Aku udah ngomng semarah apapun kita jangan ada kata berhenti,putus atau berakhir, apa kamu sebosan itu denganku “ aku tau saat ini dia sangat emosi namun karena aku pasti dia menahannya.


“ kamu tadi yang katakan kalau kamu capek “ Egoisnya aku mala menyulut kemarahannya semakin membara.

__ADS_1


“ Aku capek bertengkar sama kamu bukan capek dengan hubungan ini , aku ingin memperbaiki agar kita bisa rukun dan mengurangi pertengkaran tapi kamu ngomng ke gini, udahlah kita braek  beberapa hari untuk saling ngerenungi “


Dia pergi meninggalkan aku. Apakah aku sudah terlalu berlebihan hingga dia semarah itu. sial,,,,


.


.


Hari ini seperti  biasa aku ngampus tapi Deo tidak mengirim chat dan dia tidak menjemputku untuk pergi bareng iya dia pasti masih marah.


Sudah galau ditambah sakit hati saat aku ingin mengumpulkan tugas di ruang dosen aku berpapasan dengan dia dan teman ceweknya dia membuang muka dan merayu cewek itu aku dengan refleks membuang muka juga berpaling darinya dan mempercepat langkahku .


( Deo )


Dia kemarin bertingkah aneh dan sekarang aku harus bertemunya aku belum mau melihat mukanya membuat aku emosi aku berpaling kearah temanku sambil sedikit bercanda.


sampai kapan kita harus bertengkar begini terus apa iya kita udah gak cocok lagi tapi aku sudah selama ini bertahan denganmu, ikut ke mana kau pergi karena aku gak mau jauh denganmu tapi apakah kamu beneran udah bosan denganku.


Sore itu aku di kost ajah rasanya gak mood mau ke organisasi jadi kerjaan ku hanya main games


 “ Tumben loe main games, biasanya pergi ke organisasi kalau gak kencan “


“ Ribut loe, main yang bener dong lihat tuh musuh loe nanti kalah nih “ aku dan teman sekostku sedang main bareng.


" Tring,,,,, Tring,,,,,, "


 “ ***** siapa lagi yang nelpon lagi asik- asik


main games “ permainan ku terganggu, meskipun aku abaikan tetap saja terus menelponku.


saat aku lihat layar hpku ternyata dia  aku mengangkatnya tapi hanya diam


“ Hallo,,,,,, Deo brengsek”  aku hanya diam mendengarkannya


“ Aku tau kau masih disitu gue akan ngomongi semuanya sebenarnya aku sedikit ragu denganmu kita udah lama pacaran tapi aku gak tau loe ini sebenarnya sayang dan cinta gak denganku “


Aku sedikit tersenyum mendengar dia ngoceh bodoh seperti seorang Vira biasanya kalau lagi jengkel


 “ Woy Deo nih kami kalah kalau loe keluar dari pertandingan 4 vs 5 nih aiiii mala senyum - senyum lagi “ aku melotot dengan


temanku itu agar dia sedikit mengerti situasi ngapa.


 “ Biasa pasti lagi berantem Deo pasti gak akan ngomong itu “ seru kawanku yang lain dari permainan yang sudah mengerti watakku.


“ Gue gak mau sakit hati nanti kalau loe Cuma main - main dengan gue percuma waktu yang hampir 5 tahun ini lebih baik gue cari pacar baru dari awal,  ( " om beli 3 gelas es krim coklatnya " “ iya ampun dek udah habis 3 gelas masa tambah lagi nanti sakit perut “ "biarlah om aku lagi galau " ) Deo,,,,,,”

__ADS_1


“ Berhenti kamu makan es krim itu “


“ Akhirnya kau buka mulutmu yang bisu itu " diam beberapa saat.


"Apa urusanmu ? Ngelarang - larang gue emmhh...


 “ Kamu ada di mana Vir ? “


 “ Di mana hayo,,, tebak,,, tebak,,, “


“ Tungguh disitu “


Aku naik motor ke tempat tokoh es krim dekat dengan kostannya.


Setelah sampai di sana sesuai dugaan benar dia sudah ada disitu memakan es krimnya dan masih ada dua gelas di mejan menunggu di santap oleh sang pemiliknya.


“ Berhenti Vira, nanti sakit perut loe “ yang baru datang dengan nada suara tinggi


“ Akhirnya loe datang, perut gue emng udah sakit ( emmmhhh uaehhhhh) " dia merengek dan menangis, salah satu tangannya memegang perut dan satunya memegang sedok es krim.


“ Kenapa loe makan kalau sakit “ mengambil sendok es krim dari tangannya.


“ Ini hukuman gue karena buat loe emosi dan marah - marah gak jelas denganmu “ menatapku seakan berkata maafkan aku


Aku tersenyum dan mengelus rambutnya


“ om tolong air mineralnya, minum ini “  aku memberikan munim dan dia meminumnya aku membayar tagihan es


krimnya


“ Ayo kita pulang “ menarik tangannya namun langsung di hempas.


“ Gak mau, jawab dulu yang aku tanya di telpon tadi “ aku menatap dia dalam-dalam


“ Atau kamu lupa ? aku sudah merekamnya jadi kalau kamu tidak datang tadi dan aku mati dengan es krim itu kamu dapat mendengarnya “ aku mencium keningnya langsung dia mematung


“ Ini bisa menjawab pertanyaan loe “  aku mencium sekilas bibirnya tanpa malu karena kami sekarang sedang ada di pinggir jalan walaupun tak banyak orang lewat tapi saat melihat adegan kami mulailah mereka bisik-bisik tetangga.


“ Ini bisa meyakinkan loe “ aku jongkok dan menyodorkan punggungku


“ Ayo aku antar ke kost agar bisa istirahat biar perutmu gak sakit lagi "


Di perjalanan


“ Vira aku gak bisa mengatakannya tapi aku akan tunjukan dengan tindakan buktinya kita masih bertahan selama ini, jadi bersabarlah pasti akan ada waktunys ".

__ADS_1


__ADS_2