Kamu Jahat

Kamu Jahat
Move On ??


__ADS_3

( Sean )


Di kampus aku dan teman - temanku kumpul, Andi di panggil dosen dan Tafani  gabung dengan teman satu jurusannya.


Tafani berbeda jurusannya dengan kami dia mengambil hukum dan  berniat menjadi pengacara karena itu papaku selalu medesak  hubunganku ke jenjang   lebih  serius dengan Tafani agar nantinya perusahaan aku dan Tafani bersatu jadi satu dan di pimpin oleh aku karena Tafani adalah anak tunggal.


Sekarang aku duduk di taman


bersama Gino teman satu jurusan


“ Sean gimana hubungan loe dengan cewek di bliar itu ?”


“ Kenapa loe nanya - nanya ? tumben loe kepo gini “ jawabku yang sedikit curiga


“ Karena gue bingung sama loe, siapa pacar loe dan siapa yang lebih dekat sama loe “


“ Gue gak  ngerti maksud loe “


“ G ue ngelihat loe jalan sama Tafani “ deg... Kali ini aku yang terkejut dengan kata - katanya


“ Apa sih ?kami  jalan bersama itu wajar kita kan temen dari kecil “ ujarku ngeles


“ Kalau jalan bersama itu memang wajar tapi gandengan tangan, pelukan, cium pipi itu gak wajar, Andi ajah temen Tafani dari kecil tau batasannya  aku udah ngelihat kalian sebelum wisuda itu “


Gue bener - bener kaget ketangkap basa dengan Gino tapi aku masih berlalu santai


“ Mungkin loe salah lihat “


“ Mataku belum bermasalah Sean, aku hanya menyarankan pilih salah satu dan jangan sampai mengganggu persahabatan loe dengan Andi . Andi sayang banget ke Tafani sama ke loe sayang sama Tafani “ 


Aku tau  yang di katakan Gino memang benar kami berdua memang sangat sayang dengan Tafani, aku gak tau rasa sayang Andi dengan Tafani hanya  sebatas teman atau mempunyai perasaan lebih seperti diriku.


( Yuna  )

__ADS_1


Hari ini hari  yang panjang  aku sangat lelah, di perpus aku menghampiri Vira dan Sasra yang sedang sibuk belajar  aku bergabung dan mencoba belajar namun perhatianku  tak terfokus pada tempat ini  sunggu  membuat aku tambah pusing aku tuliskan di note kecil


“ Gue pulang dulu, gue kurang enak badan kalian belajar ajah gue belajar di rumah ! pasti bisa ujian besok “


mereka tersenyum dan  mengatakan


“ Oke “ tanpa nada suara .


Di perjalanan menuju  area bagian luar kampus aku melamun ada mobil yang  menyenggol lenganku jadi aku terjatuh beserta  bukuku aku tidak terluka


“ Yuna,,, maaf gue tadi lagi ambil hp yang jatuh kamu ada yang sakit “ dia membantuku berdiri dan memeriksa apa ada luka atau tidak  


“ Aku gak kenapa - napa “ aku mengambil bukuku yang sudah tergeletak di tanah diikuti dia membantu


“ Sebagai permintaan maaf gue, ayo aku antar pulang gue bener - bener ngerasa bersalah  biarkan gue sedikit menebusnya “ aku tidak tega melihat muka  bersalahnya namun aku masih belum bisa duduk dibagian depan melihat mobil Arga


“ Mungkin aku sudah bisa, dia berniat baik gak mungkin aku tolak “ batinku  aku mengangguk dia membukakan mobilnya.



( Sean )


“ Emmmhhh cowok itu menawarkan naik mobil pasti di tolak dengannya “ batinku  namun sesuatu yang membuat kesalku  lengkap dia menerima  dan dia naik ke mobil


“ Dasar cewek bodoh udah gak bisa naik mobil bagian depan tapi nekat naik terserah loe " aku pergi berjalan melangkah menjauh tapi pikiranku masih terpusat padanya


“ Edo loe mau kedepan gue ikut sampai depan sana “ mengehentikan seorang yang aku kenal sedang ingin pulang dengan motornya


“ Oke “ gue nebeng ke temen futsal gue


“Edo balap mobil di depan  “ dia membalap dan aku sudah ada di depan


“ Bro  aku turun sini saja “ aku mengehentikan  mobil tepat di tengah jalan saat mau melintas  dan mobil itu berhenti tepat dihadapan gue  dan cowok itu turun  aku tak mempedulikan cowok aku melangkah ke pintu mobil tempat Yuna duduk dan membukanya, membuka sabuk pengan serta menarik tangan  Yuna dengan kasar.

__ADS_1


Tangannya yang kutari begitu dingin “ dasar cewek bodoh sampai menahan rasa sakit “  batinku


“ Kalau loe gak bisa naik iya tolak kalau dipaksa iya tendang kakinya seperti kita pertama ketemu  bukannya menyiksa diri dasar cewek bodoh “ mencaci maki Yuna dengan suara kerasku terbawah emosi


“ Apa - apa loe marah gak jelas gitu loe yang buat masalah “  si cowok  itu membela Yuna  aku sedikit melirik sinis dan memalingkannya ke arahnya


“ Iya jelaslah kau tak  menolak haha,,, sesuka itu kah kau dengan cowok itu “ aku pergi  mengarah  ke arah kampus  meninggalkan mereka berdua.


( Yuna )


Saat masuk mobil ini perasaan aku semakin tak karuan kepalaku terasa berat  jujur aku merasa gugup namun tetap ku tahan


“ Yuna ,,,, sabuk pengamannya “ seru Arga


“ oke “  karena terlalu gugup aku sampai lupa 


“ Gak papa Yuna, ini kan udah lama pasti sekarang udah gak papa “  batinku saat mobil berjalan perlahan - lahan aku seakan berada di waktu yang berada


“ Dimana ini gelap banget, tanganku diikat ayah,,,,,, Juna,,,,,,, tolong ,,,”  ingatan apa itu kenapa begitu gelap dan penuh dengan rasa ketakutan aku pusing banget namun aku tahan dia orang baru tak mungkin aku perlihatkan diriku yang seperti ini.


Keringat dinginku bercucuran karena menahannya terasa panas dingin tak bisa dijelaskan tiba - tiba ada Sean yang menghentikan mobilnya aku tak bisa fokus melihat dan mengapa dia menghentikan mobil ini yang aku pedulikan menahan rasa sakit di kepalaku  dia menarik tanganku dengan kasar seakan membawah nyawaku kembali namun aku senang akhirnya aku bisa keluar dari mobil itu .


Dia mengatakan  “ kalau loe gak bisa naik iya tolak kalau di maksa iya tendang kakinya seperti kita pertama


ketemu  bukannya menyiksa diri dasar cewek bodoh “ kata - katanya memang kasar tapi dia tau kalau aku tidak bisa naik mobil bagian depan  aku hanya diam  karena aku juga sudah sangat lemas akibat menahan rasa sakit itu 


“ Iya jelaslah kau tak  menolak haha,,, sesuka itu kah kau dengan cowok itu “ tapi kata - kata ini yang tidak aku suka sukses membuat rasa kecewaku semakin mendalam.


Bagaimana aku bisa lupa jika aku akan bertemu denganmu dan kau secara tidak langsung menolongku padahal ini belum sehari hubungan kita berakhir tapi hatiku sudah mulai goyang . Menatap kepergiannya yang semakin menjauh, aku baru sadar Arga masih ada disini.


“ Arga , gue pulang naik taksi ajah gue gak papa jadi jangan merasa bersalah bayyyy” tersenyum ramah melangkan kakiku dengan cepat menggunakan sisa - sisa tenagah melangkah menjauh dan menghentikan taksi yang kebetulan sedang lewat.


Lebih baik seperti ini, aku gak mau merepotkan banyak orang.

__ADS_1


__ADS_2