Kamu Jahat

Kamu Jahat
Akankah aku sudah terlambat


__ADS_3

Sean



" Astaga sangat merepotkan, anak siapa ini...  " gerututku membeli minuman.


" Lucu sekali anaknya pak,  sangat mirip dengan bapak tampan " seru pekerja disana


" Papa... Papa...  Mama... " celetuhan anak ini yang hanya bisa menyebut itu.


" Ini tuan,  selamat menikmati "


Aku gak tau mau menaruh anak ini dimana tapi lebih baik dibawah ke kantor polisi saja.


Setelah sampai di mobil


" Pak anak siapa ini ? " supirku terkejut aku membawah anak padahal baru sebentar keluar sudah ada saja yang ku bawah hal tak terduga lagi.


" Aku juga gak tau, lebih baik kita urus anak ini bawah ke kantor polisi takutnya orang tua dia mencarinya "


" Baik pak "


" Drttt.....  Drtt...  " Ponselku bergetar tanda ada panggilan dan kulihat nama sekertarisku terpampang dengan sangat jelas


" Ada apa? "


" Nona Yuna sudah ada di kantor sepertinya dia sangat buru - buru akan pulang dan tidak  ingin bertemu bapak "


" Pokoknya tahan dia,  kalau kau tak bisa menahannya aku akan potong gajimu. Aku akan segera kesana "


" Pak Sean kok gitu,  baiklah saya akan coba menahannya. Jadi cepatlah datang pak "


" Iya..  Iya..  "


Panggilan berakhir


" Kita gak jadi ke kantor polisi,  sudahlah aku bawah saja dulu anak ini ke kantor, sekarang cepat kita ke kantor "


" Baik pak " supirku langsung menancapkan gas maksimal melaju ke arah kantor.


Yuna


" Ada pak Seannya " aku bertanya pada repsesonisnya


" Ini dengan nona Yuna "


" Iya saya sendiri "


" Pak Sean sedang tidak di tempat, dia sedang diperjalanan menujuh kesini sebentar lagi akan sampai,  Nona bisa tunggu sebentar " menunjukkan ruang lobi yang berisi sofa


" Bisakah saya titip berkas ini saja "


" Maaf nona direktur Sean sudah memberi amanah kalau nona datang harus langsung ke direktur Sean "


" Baiklah,  sepertinya aku harus menunggu "


Aku duduk disofa yang disediakan tapi pikiranku tidak tenang karena pertandingannya pasti sudah mulai sejak tadi.


" Ke mana sih bos besar itu "


Tak lama dari duduk sebentar di sofa datanglah orang yang di tunggu - tunggu dia sedang menggendong anak kecil dan anak itu aku sangat mengenalnya aku langsung berlari menyambutnya


" Pangeran...  Panheran....  "


Semua staf kantor melihatku tapi aku tidak peduli kini aku ada di hadapannya.


" Segitunya kau menungguku hingga kau menyebutku pangeranmu " Sean tersenyum malu dan ada sedikit rona di wajahnya tapi Yuna menatapnya dengan aneh.


Iya kami tidak peduli dengan semua orang disini, di lobi perusahaan ini melululalang orang - orang lewat.

__ADS_1


" Kenapa kau besar kepala,  aku mengatakan Pangeran pada anakku yang kau gendong itu " mengambil anak itu dari gendongan Sean.


" Pangeran sayang,  anak mama...  "


Anak itu tertawa menyambut kasih sayang dari Yuna.


Sean


Aku sangat terkejut saat Yuna mengatakan kalau anak itu adalah anaknya aku bagai di neraka ini sangat menyiksaku.


" Anak itu benar anakmu " jawabku lirih dan sangat hati - hati karena aku berharap kalau jawabannya bukan


" Iya jelas dia anakku,  kenapa kau sangat penasaran  ? Ini berkas kerjasama terakhir kita " aku menerima berkasnya tapi tidak untuk informasi itu


" Apa  kau sudah menikah? "


" Aku menikah atau belum itu bukan urusanmu " dia melangkah menujuh keluar


" Yuna....  Siapa dia? Siapa ayah dari anak itu? " jawabku dengan nada keras hingga semua orang melihat.


" Itu bukan urusanmu " dia menghilang dari hadapanku.


" Bapak tidak papa?  " sekertarisku menghampiriku.


" Akankah aku memang sudah terlambat untuk kedua kalinya "


" Maaf pak mengganggu ada panggilan dari rumah yang mengatakan ini penting " aku menghela nafas panjang.


" Ini pasti Resa yang mengatakan tentang jadi artis itu "


Aku mengambil merai telpon kantor dengan malas


" Ada apa  ....?"


" Kak...  Sean..  Hisk... Hisk..  " aku sekarang terkejut kenapa adek tercintaku menangis seperti ini hingga berbicara saja terbata - bata.


" Papa kejang - kejang,  aku takut kak "


" Kalian dimana sekarang,  kakak akan kesana "


" Kami lagi menujuh RS Kasih Bunda "


" Kamu tenang kakak akan segera kesana "


" Jangan lama,  aku takut terjadi sesuatu pada papa "


" Iya kakak gak akan lama "


Yuna


Aku sampai di pertandingan tapi sudah banyak para penonton yang berhamburan keluar


" Permisi, apa pertandingannya sudah selesai? "


" Sudah sekitar  10 menit yang lalu mbg "


" Terimaksih atas infonya "


" Iya sama - sama "


Aku langsung masuk ke tempat itu dan tempat itu sepi hanya terlihat beberapa pemain.


" Permisi..  Tau Alvaro ada dimana? "


" Saya tidak kenal Alvaro " ujarnya


" Tapi saya kenal " wanita cantik menghampiriku.


" Nona kalau disini anda bertanya nama Alvaro tidak akan ada yang kenal tapi kalau kau cari AL JM semua akan tau. Dia ada ruang tunggu mari saya antar "

__ADS_1


" Terimakasih,  saya tidak tau sistem nama itu "


" Saya bisa memaklumi, oh iya perkenalkan nama saya Clara "


" Nama saya Yuna "


" Tok... Tok... "


Salah satu anak muda membukakan pintu.


" Dimana AL JM "


" Dia sedang berdebat dengan ketua "


Terdengar suara nyaring


" Al...  Tahan emosimu jangan bertindak gegabah "


" Aku tidak bisa diam saja Lex, aku takut anakku terluka "


Kemarahan Alvaro terdengar hingga membuat orang - orang ketakutan.


" Sepertinya saya harus kesana nona Clara "


" Apa tidak tunggu mereka tenang dulu,  takutnya mereka akan main kekerasan nona Yuna, anda tamu disini "


" Dia akan redah setelah melihat malaikatnya dalam keadaan baik - baik saja " melihat Pangeran.


" Dia anak AL JM, ammm makasudku Alvaro "


" Iya dia anak Alvaro dan sahabatku Sasra, bolehku tau dia ada dimana? "


" Oh wanita manis itu,  dia pingsan ada di ruang UKS, dekat dari tempat ini "


" Baiklah saya harus beritahu Alvaro dulu "


" Silahkan "


" Tok...  Tok...  " aku mengetok pintu itu.


" Ada siapa sih malah mengganggu " seorang laki - laki tampan dengan bekas kumis yang sedikit muncul perawakan tinggi, berkarisma layaknya artis luar negeri yang terlihat setelah membukakan pintu.


" Ada wanita cantik disini,  apakah nona tidak salah ruangan? "


" Tidak,  saya ingin bertemu Alvaro atau AL JM "


" Oh tamu Alvaro "


" Ada apa kak Alex " Alvaro mendekat ke arah pintu dan dia melihat kami.


" Pangeran... Yuna...  " dia langsung mengambil Pangeran dari gendonganku lalu dia peluk erat hingga Pangeran menangis


" Alvaro...  Kau menyakitinya "


" Maafkan papa sayang,  sakit ya...  Ussssttt....  " membelai rambut Pangeran dan ku lihat air bening mengkilat menetes dari matanya.


" Maafkan papa,  kau pasti takut di luaran sana, papa janji setelah ini aku tidak akan menyiayiakan kau dan mama Sasra "


" Bukan kau yang menyiayiakannya Alvaro,  ini memang keputusan Sasra dia gak mau kau berselisih paham atau pun terjadi renggang antara kalian cuma karena Sasra.


Sasra tau yang kau punya keluarga hanyalah bibikmu aku tidak bisa menghalanginya juga "


" Jadi bibikku yang membuat kekacauan ini "


" Selesaikan masalahmu dengan baik - baik kau tau kan Sasra gak bisa melihat mu sedih. Aku permisi mau menjenguk teman sekaligus ibu dari anak ini "


" Yuna terimakasih selalu membantu Sasra "


" Tanpa ucapan terimakasihmu dia adalah sahabatku Alvaro "

__ADS_1


__ADS_2