Kamu Jahat

Kamu Jahat
Junaid Fidelis


__ADS_3

Aku masih berpikir tentang kata – kata cowok itu.


Juna.... siapa dia ?


Aku sudah ada di kampus bersama Vira dan Sasra.


“ Eh... bengong ajah loe Yuna “ sapa Vira


“ Gue gak bengong “ aku mengelak


 “ Kenapa ?


Belum baikkan sama Sean ? “ Vira semakin memepetkan duduknya ke arahku.


 “ Udah baikkan kok,


aku mau ke toilet dulu “ langsung pergi


 “ Ih.... menghindar ajah “


Di jalan menuju kamar mandi aku masih memikirkan dan coba mengingat tentang sosok yang bernama Juna itu,


Ada dua mahasiswa  perempuan dan laki - laki sedang bercanda dan tertawa aku memperhatikan terasa ada kilasan sesuatu yang aku ingat.


Flasback on


“ Juna..... gimana  kamu, dapat nilai bagus “


“ dapat dong,  gue dihadiakan mamaku mobil. Ayo keparkiran “


Flasback of


Kepalaku sakit namun ingatan yang lain muncul lagi


Flasback on


 “ Hey ..... adek tingkat, belagu banget ! Siapa nama loe”


“ Aku... ! Kamu emangnya kakak tingkat, jangan sok ketuaan deh “


“ Ini masih adek tingkat, belagu tanyai ajah nama gue Junaid Fidelis  kalau gak percaya “


“ Iya kamu bisa  ajah ngaku - ngaku nama kak tingkat “


“ Terserah deh, ampun gue sama adek tingkat satu ini “ dia akhirnya pergi meninggalkanku


Flasback of


Apa ini, kenapa semua ingatan ini setengah - setengah.


Kepalaku sakit sekali  aku merontah kesakitan, tanganku memegang kepalaku dengan kuat.


 “ Ehhh,,, sakit,,,,, ehhhhhh..... “


“ Mbg kamu sakit, ayo saya antar ke ruang uks kampus “ seseorang yang tak ku kenal


Dia mengantar aku ke UKS, aku dibaringkan ke tempat tidur UKS.


“ Makasih mbg sudah antar saya “


 “ Iya sama – sama. Saya permisi dulu kalau begitu "


“ Apa keluhannya " Suster yang menjaga UKS datang memeriksaku


" Kepalaku sakit sekali suster “ sebelah tanganku memegang kepalaku

__ADS_1


“Tidak terjadi demam, jadi saya hanya berikan obat penenang dan istirahat, ada yang bisa saya hubungi untuk menjagamu “ suster sudah selesai memeriksaku


 “ Aku akan menghubungi temanku suster, terimakasih  suster “ suster pergi meninggalkanku


Aku menghubungi Vira dan Sasra, setelah 5 menit mereka datang.


“ Apa yang sakit Yuna ? “  sahut Vira khawatir


“ Kepala gue sakit banget, jadi aku di bawah ke UKS ini “


“ Padahal tadi loe baru mau ke wc “ tambah Sasra


“ Ada mata kuliah lagi nanti ? “


“ Gak ada, profesornya ada keperluan mendadak jadi kuliah nanti siang dibatalkan, jadi loe istirahat nanti kami antar pulang “


Aku mengistirahatkan fisik sekaligus pikiranku dengan tidur.


Sasra dan Vira


“ Sasra loe tahu kode


kunci hpnya Yuna “ seru Vira dengan nada rendah


“ Tau , bukannya loe juga tau iya “


“ Gue mah udah lupa, syukur kode hp gue sendiri gak kelupaan “


“ Loe mau apa di hpnya Yuna “


“ Usssttttt.....


berisik banget sih loe Sasra, lihat ajah nanti “ sambil tersenyum picik


Chatan  hp Yuna


“ Yuna kenapa Vira, gue otw ke sana “


“ Iya kesini ajah loe lihat keadaannya “


.


“ Beres deh “ tersenyum lebar melihat Sasra


“ Loe emng licik Vira “


“ Itu demi kebaikan teman kita satu itu “ memandang Yuna yang masih tertidur pulas.


Sean


        Aku sedang menggarap laporan dengan


yang lain dan ada pesan dari Yuna yang mengejutkanku karena Yuna dikabarkan


sakit, aku bergegas ke kampus.


“ Bu ketua, gue harus pergi ada hal yang mendadak “


“ Tapi laporannya ? “


“ Besok pasti selesai, nanti malam gue ngelembur “ tatapan memohon


“ Beneran ya, kalau loe gak selesai nama loe gue coret “


“ Oke, kapan ajah selesai gue kirim lewat email ke loe, teman semua gue permisi dulu “ langsung pergi

__ADS_1


Sesampainya di kampus aku bergegas menuju UKS kampus, disana bertemu Vira dan Sasra teman baik Yuna.


“ Vira, Sasra gimana keadaan Yuna “


“ Lihat ajah, tadi sih kami lihat lagi tidur “


“ Iya udah gue masuk  iya “


    Aku melihat Yuna sedang tertidur, aku duduk disampingnya dan melihatnya yang sepertinya lelap sekali jadi aku tidak


membangunkannya.


Aku menunggu dan sesaat aku melihat mukanya ternyata di cantik.


Bulu mata yang panjang tapi tidak lebat, hidung peseknya, alis yang


standar tapi bibirnya merah semerah buah pir yang sedikit tipis dan juga


rambutnya yang lurus dan panjang . Sangat singkron membuat dia semakin manis tak bosan dipandang memang ciptaan Yang Kuasa tak ada tandingannya.


“ Emmhhh..... uhuk,,,”


“ Kamu haus, ini minum “ aku menyodorkan minum dengan pelan


“ Sean, kok kamu disini “


“ Kamu ini kalau sakit gak ngomong ke aku, gimana keadaannya ? “


“ Kamu kan lagi sibuk, nanti kamu terganggu, kalau aku udah gak papa tadi sakit ajah kepala aku “


“ Iya kamu ngomonglah ke aku, sekarang kan aku pacar kamu, oh iya kamu sering banget sakit kepala, gimana kita kerumah sakit ajah “


“ Gak usah “


Yuna


        Gue gak mungkin ngomong ke Sean kalau gue  mulai ingat masa lalu gue dan gue


punya penyakit ini serta sering mengunjungi psikolog nanti dia berpikir kalau gue gila benar - benar gak bisa gue pikirkan untuk saat ini lebih baik aku gak


jujur dulu.


“ Jadi kamu mau aku antar pulang ? “


“ Iya “


 Dia memapahku keluar kampus


“ Kita naik taksi ajah, soalnya gue bawah motor takutnya kamu tambah lemes “


“ Iya “


Di tempat taksi aku hanya terlelap tidur karena badanku rasanya lemes banget.


          Setelah sampai rumahku Sean


mengantarku sampai kamar dan permisi pergi soalnya hari juga sudah mulai


gelap dan dia ngomong mau ngerjai laporannya yang sempat tertunda karena mau lihat keadaanku.


Sean


Aku langsung pulang karena waktu terus berjalan, hari mulai gelap apalagi laporan belum aku kerjakan malam ini akan jadi malam panjang untuk mengerjakan laporan ini dan ternyata banyak sekali yang harus dikerjakan.


Hingga jam sudah menunjukkan jam 4 pagi untung sudah selesai , aku pun mengirimnya

__ADS_1


setelah itu aku langsung tidur .


__ADS_2