Kamu Jahat

Kamu Jahat
Ingatan Itu


__ADS_3

.............Selamat membaca teman-teman ........


Saat sampai di rumah aku langsung kekamar kepalaku semakin menjadi - jadi


“ Bik tolong ambilkan obat yang dari dokter bunga " sebenarnya aku tau obat itu hanya obat penenang jadi rasa sakit kepala tidak akan berpengaruh hanya dengan ini


Aku setelah makan obat ini akan


tertidur iya lebih gampangnya mirip obat tidur setelah makan obat itu aku


berbaring dan tertidur “ gelap banget apa ini “ aku mendengar ribut - ribut


Ini adalah kejadian masalalu Yuna yang sudah terpendam dan masuk dalam alam bawah sadar Yuna


“ Ansel loe udah keterlaluan ini sama ajah pelecehan kalau kegini kita akan masuk penjara “ Suara itu seakan sangan familiar


“ Ini urusan gue, loe hanya perlu bawah dia kesini “ suara itu meninggi


“ Loe emang gila”


“ Gue emang teropsesi dengan Yuna “ 


" Apa nama gue disebut, siapa Ansel ? dan siapa yang lawan bicaranya tadi ?  " membatin mencoba mencerna semuanya dan aku berusaha membuka tanganku yang di ikat belakang aku pasti bisa itulah semangat terakhirku


“ Krekkkkk,,,,” bunyi pintu di buka aku berpura - pura tidur


“ Gue pasti lepasi loe, tunggu ajah ini salah gue, gue pikir ini hanya sekedar main - main tapi ini udah keterlaluan “ orang itu sepertinya pergi suara itu terasa familiar lagi


“ Kreeekkkk “ karena pintu berbunyi tandanya pintu akan ditutup.


Sebenarnya apa yang terjadi gue gak tahan lagi ada dalam keadaan ini tolong siapapun sadarkan gue .


Malam hari “ kreekkkk,,,, “ pintu dibuka dan ada suara gadu - gadu gue lagi - lagi berpura - pura tidur


“ Ratuku sayang, udah lama gue mau lihat loe gue hanya bisa lihat loe dari kejahuan loe tau saat gue deketi loe


gue pikir loe akan nerima gue dengan senyuman tapi loe malah menjauh dengan muka datar loe disitu hati gue sakit banget sedangkan Juna yang ganteng itu deketi loe dan loe langsung nempel loe itu memang cewek brengsek, cewek  Php “ dia menyirampan air padaku aku terkejut dan dia tau kalau aku sadar 


“ Huk,,,,huk,,,,,”


“ Gue minta maaf kalau gue salah, gue bener - bener gak bermaksud untuk nyakiti hati loe “ tuturku ketakutan serta rasa bersalah


“ Oh iya , loe tau gak rasa sakitnya  perasaan gue saat loe hanya berpaling muka dari gue padahal gue berusaha dapati perhatian loe “ memojokanku


“ Gue kan gak tau, kalau loe suka dengan gue seharusnya loe ngomong “


“ Ahhhh,,,, busit seharusnya loe peka, gue selalu ada disaat loe olaraga, kantin, kegiatan melukis tapi loe pasti gak tau karena loe gak perna memperhatikan sekeliling loe “


 “ Ahhhh,,, sakit,, ampuni gue,,ahhhh “


rasa sakit yang amat sakit di paha gue sepertinya dia menepelkan buntung rokok yang masih menyalah


“ Ke gitu sakitnya perasaan gue, tapi suara loe seksi banget kalau loe teriak “

__ADS_1


“ Loe memang bener - bener gila, rasa suka sayang seseorang gak bisa di paksakan “ teriak menahan sakit yang amat sangat di pahaku panas serta keputus asaan karena tidak bisa berbuat apa - apa


“ Hahha,,,, loe kira Juna tulus sama loe, Juna hanya deketi loe demi taruhan mobil sport dari gue “


Dheggg... Sesaat terasa sesak sudah sakit fisikku di siksanya sekarang di tambah fakta itu


“ Gak mungkin ,,,,” bantahku yang masih percaya


“ Hahaha,,, loe kira siapa yang bawah loe kesini , iya pasti Juna lah “ dengan tawa jahatnya


.


.


“ Non,,,,, non bangun “


“ Ahhhhh,,,,,,”


“ Non ,, non gak papa dari tadi aku banguni non gak bisa dan non terus ajah teriak - teriak non mimpi buruk  “ 


“ Gue takut bik  emhemmmm


emmhhehhh,,, “ sambil menangis bibik memelukku menenangkanku


“ Jangan takut non bibik selalu ada disini bersama non Yuna “ mengelus kepalaku pelan


“ Makasih bik”


“ Ayo makan non” bibik menyuapi aku .


mungkin karena itu saat aku ingat Juna hatiku juga sangat sakit, kenapa gak ada sesuatu yang baik terjadi padaku ya Allah.


Tapi siapa si biadap Ansel itu ? apakah dia sudah mati ?


aku berharapnya iya ?  aku harus hadapi perlahan - lahan.


( Vira )


Kami berdua ketiduran di perpus hari sudah sore perpus  kami  fleksibel siapa yang paling terakhir pulang dia yang kan menguncinya dan kuncinya akan diberi ke pak satpam karena petugas perpus tidak ingin menggangu orang yang belajar.


“ Sa,,,, bangun ,,, sa,,, “ ya ampun ternyata susah banget banguni anak ini biasanya sih dia bangun sendiri tapi gak tau kali ini dia tidurnya nyeyak  banget dan susah di banguni 


“ lagu i miis you “ astaga gue kaget ini hpnya Sasra


“ Sa,,, bangun ada telpon nih “ dia masih saja belum bangun


“ Hallo “


“ Kamu udah pulang ? “


“ Maaf Alvaro, aku Vira yang ngangkat ponselnya, Sasra sedang tidur “ 


“ Oh, kok sore gini masih tidur ajah “ 

__ADS_1


“ Kami ketiduran di perpus kampus dan Sasranya susah banget di banguni “


“ Di kampus ,,,,, sesore ini iya udah aku jemput tunggu disitu biarkan dia tidur dulu “  beberapa menit Si Alvaro datang dengan penampilan lebih sederhana  tapi maskernya gak perna lupa


“ Ini loe lihatkan dari tadi gue banguni cewek loe gak sama sekali bangun “  tersenyum lalu cowok itu langsung menggendong Sasra ke depan


“ Vira aku ngantu banget, bentar lagi “ ajaib dia gak ngerasa sama sekali kalau di gendong bahaya kalaupun dia diculik pasti dia gak tau  Sasra sudah di masukkan kemobil bagian depan tanpa terbangun


“ Kayaknya  gue pulang naik taksi ajah “


“ Kok kegitu ayo serempak ajah kan kalian satu kostan “ 


“ Gue takut ganggu kalian “


“ Mana ada ayo bareng ajah, lumayan ringani ongkos taksi “ kalau


dipikir - pikir benar juga katanya 


“ Oke tunggu dulu gue kunci perpus dulu “  setelah selesai semua kami pergi dari kampus.


Di dalam mobil


“ Kok sampai sore kalian pulang banyak mata kuliah iya hari


ini “ tanya dia


“ Enggak kok, kami ujian hari ini sebenar jadi cepat pulang tapi besok


ada ujian mata kuliah yang sulit jadi kami belajar sampai sore gini “ tuturku sudah merasa nyaman nyambung ngobrolnya yang awalnya aku nilai aneh


“ Emang ujian apa besok ? “


“ Statistik, oh iya loe umur berapa ? kok udah kerja ajah ? “


“ Gue umur 22 tahun “


“ Berarti seumuran dengan Deo dong, loe gak Kuliah ?”


“ Hahaha.... gue udah lulus “ 


“ Serius loe udah lulus ? “  


“ Udah dua tahun yang lalu ? “


“ Berarti loe Qi nya tinggi dong bisa cepet banget selesai kuliah “ 


“Itu hanya keberuntungan “


“ Kau merendah “  kami pun sampai.


Aku keluar dan membuka pintu Sasra berniat membantunya untuk bangun


“ Gak usah gue tunggui ajah dia bangu lagi pula gue lagii gak ada kerjaan “ 

__ADS_1


“ Okelah, gue masuk dulu, makasih atas tumpangannya " mengakhiri dengan senyum ramah.


__ADS_2