
Sasra
Yuna sangat semangat pukul 09 : 00 malam dia sudah ada di rumahku padahal aku sudah membujuknya untuk istirahat tapi sudah terlambat.
" Bagaimana keadaanmu ? " dia sudah duduk di sofa sambil menikmati teh hangat yang dia buat sendiri. Iya ini memang villanya semua biasa kalau dia melakukan hal dengan semaunya.
" Seharusnya kau istirahat, kau pasti lelah Yuna " menatapnya merasa bersalah karena merepotkannya.
" Disini lebih nyaman dari pada di hotel terasa asing bagiku. Menunggu dekorasi dan perbaikan rumah iya menemanimu juga " dia tersenyum padaku
" Baiklah, terserah padamu tapi perhatikan kesehatanmu walaupun berat menjadi wanita karir kau harus bertahan " pergi menujuh dapur.
" Baiklah buk bos, emmhh.... Sa aku kanget dengan anakku itu, bagaimana ke adaannya iya " aku melihat raut wajah sendu dari kejauhan
" Aku yakin dia baik - baik saja, kita sudah berjuang dan kita gak bisa berbuat apa - apa lagi. Ayo makan aku sudah memasak makanan " kamipun
makan bersama
Setelah selesai makan kami bersantai duduk di ruang tamu. Bercengkrama hingga bunyi ponsen Yuna mengusik kami.
Yuna mengangkat telponnya
" Hallo "
" Hallo, Besok pak Ekto mau melihat rancangannya jadi kau siapakan sisanya, ingat rapat jam 10 pagi "
" Kok bisa begitu, kau juga beri tahu jam segini, bagaimana aku bisa menyelesaikannya sendiri. Pak Sean... Anda anggap saya robot " nada suara kesal
" Ini juga bukan ke inginanku, pak Ekto juga baru mengabarkanku 10 menit yang lalu. Besok rapat di perusahaanku terimakasih nona Yuna "
Panggilan tertutup dengan sepihak
" aiiiissshhh.... Apa - apaan Sean ini "
Yuna marah - marah sendiri.
Dia menghampiriku dan mengambil tasnya.
" Sepertinya aku akan kembali ke kantor Sa, tiba - tiba ada rapat besok sedangkan persiapannya belum jadi iya... Gitulah "
" Tapi ini sudah malam, apakah tidak papa " melihat jam sudah menunjukan jam 10 :21 malam
" Tidak apa - apa aku akan hati - hati "
" Kabari aku kalau ada apa - apa "
Di jawab dengan agukan serta senyum sembari melangkah keluar masuk mobilnya.
.
Rumah ini kembali sepi, tibalah aku menyiapkan baju yang bersih, serta air hangat untuk membasuh tubuh Pangeran karena sebaik - baiknya ke adaan pangeran sekarang akan lebih baik bila ibunya yang mengurusnya.
Ada rasa senang dan juga rasa tak sabar dalam diriku. Aku terus melihat jam yang sangat lama bergerak.
.
.
Tibalah waktunya sesuai jam yang sudah di tentukan, aku tak mengunci jendela dapurku.
" Tok... tok... "
" Jangan melihat kesini " suara itu mulai terbiasa di telingaku.
__ADS_1
" Iya aku membelakangimu " aku mendengar suara seperti seseorang memanjat dan melangkah mendekat.
" Kau hanya waktu 30 menit "
" Baiklah " aku mundur dan melihat Pangeran masih dengan baju semulanya iya terlihat seperti tak terurus. Dalam benakku berpikir akankah dia sudah diberi makan bubur halus iya kerena umurnya sudah dua tahun susu tidak akan mencukupi kebutuhannya.
Aku mengelap tubuh Pangeran menggunakan air hangat, mengganti bajunya lalu memberinya Asi serta sudah menyiapkannya 1 botol Asi serta memo kecil yang berisi Asi di letakan di tempat mana, panaskan dulu baru diberikan.
Selagi aku masih memberi Asi
" Aku tau kau orang baik "
" Nona.... Di dunia ini janganlah berpikir terlalu positif, terkadang sikapmu yang begitu akan menjadi boomerang yang bisa membinasakanmu "
" Boomerang... ? "
" Iya, kau akan dimanfaatkan orang lain yang ini kau hancur, selesaikan saja itu dan turuti perkataanku "
" Waktu habis "
Aku langsung meletakkan Pangeran ke meja makan lalu aku mundur mengarah ruang tamu.
Tidak ada suara, terasa suci aku langsung melihat arah jendela dapur dan benar saja mereka sudah pergi
.
.
Yuna
Pagi ini aku sangat lelah karena harus begadang untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang mendadak ini.
" Tika..... "
" Iya bu "
" Tolong persiapkan ini untuk rapat nanti jam 10:00, aku ingin pulang ke hotel dan istirahat. Nanti hubungi aku jam 9 : 00 " aku pergi meninggalkan ruangan
" Baik bu "
.
.
Akhirnya aku bisa istirahat walaupun hanya 2 jam tapi ini lebih dari cukup kini aku harus pergi untuk rapat, jelas aku harus lebih cepat dari pada klienku.
Seaampainya di kantor Sean
" Permisi, saya sudah ada janji mau rapat "
" Ini bu Yuna "
" Iya saya Yuna "
" Sudah di tunggu pak Sean di ruangannya " tutur sepsesonisnya
" Baiklah "
Aku mengetok pintu yang tertulis nama Direktur Sean, anehnya sekertarisnya tidak ada disini.
" Tok... Tok.... "
" Masuk " saat aku masuk di sambut suara ribut aduh mulut
__ADS_1
" Ayolah... tinggal tanda tangan saja susah " Gadis cantik, seksi body goldlah berbicara tidak sopan dengan seorang Sean.
" Silakan duduk " tidak mempedulikan kata - kata gadis cantik itu.
" Oooohhhh... Ini Kak Yuna kan, emmmhh... Sudah 2 tahun lebih kita tidak bertemu " dia langsung duduk di sampingku menatapku pekat.
" Jangan mengganggunya, kau lebih baik keluar " Sean melotot ke arah gadis ini tapi dia mengabaikan bagai tidak ada yang berbicara.
" Kak Yuna, kau terlihat seksi dan mempesona tampilanmu lebih dewasa kakak cocok jadi patner artisku "
" Maaf aku tidak mengenalmu " seruku pelan karena takut menyakiti hatinya.
" Masa kakak lupa denganku, Sebel ahhh..... " dia memalingkan mukanya dan sedikit memonyongkan bibir.
" Resa cukup, keluarlah! aku akan membahas hal yang penting dengan nona Yuna "
" Kau Resa... Adiknya Sean " aku menggeser dudukku menghadapnya lalu tersenyum.
" Iya aku Resa, kakak ini lama sekali menyadarinya " muka sebalnya masih terlihat jelas tapi kini menghadapku.
" Bagaimana aku bisa cepat sadar, dulu kau gadis yang sangat manis kini kau berubah menjadi gadis yang sangat cantik dan seksi "
Dia tersenyum riang kembali, lalu berdiri.
" Benarkah kak, ahhha.... Iya lah aku cantik dan seksi bentar lagi aku akan jadi artis kak "
" Gak akan kakak ijini, lebih baik aku kirimkan kau kuliah ke Inggris " ketus Sean
" Gak mau, aku mau jadi artis pokoknya kakak harus tanda tangan " dia pergi meninggalkan rungan ini sebelum itu.
" Sampai jumpah lagi kak Yuna " tersenyum manis lalu pergi keluar dari ruangan ini.
" Maafkan saya, kau jadi melihat hal yang tidak penting ini "
" Tidak apa - apa, aku senang bertemu lagi dengan Resa "
.
.
Singkat cerita rapat yang sudah kami rencanakan berjalan dengan lancar hingga akhir pertemuan.
Aku dan Sean mengantar klien.
" Senang bekerja sama dengan dua perusahan besar milik pak Sean dan Nona Yuna. Semoga kerja sama ini akan terus terjalin "
" Kami juga akan terus berusaha agar tidak ada yang di rugikan "
Saat klien kami sudah pergi aku menatap sosok tidak asing dia berdiri tepat di lobi didepan kami.
Tatapan mata kami bertemu, sesaat hatiku sangat sakit, emosiku terasa ingin meledak.
Aku ingat semuanya saat dia merencanakan semua untuk menghancurkanku tanpa ampun.
Padahal aku sebelumnya tidak mengenalnya dan dia tidak tau kebenarannya tapi dia berbuat itu padaku.
Dia mulai melangkah maju, aku langsung melangkah pergi dari tempat itu melewatinya serta mengabaikannya.
- Happy Reading -
Jangan lupa like, komen dan favorit.
__ADS_1