Kamu Jahat

Kamu Jahat
Sean dan Yuna tidak ada perkembangan


__ADS_3

Kini Alvaro dan Sasra resmi menjadi suami istri, Takdir akan selalu membawah aku kepadamu.


Dibalik kisah Alvaro saat pernikahan itu ada secuplik perdebatan komunikasih jarak jauh yang terjadi antara Vira dan Deo.


Saat ramai dan repot-repotnya Deo menyiampkan pernikahan Alvaro.


" Ku puja-puja " nada dering lagu dari ponsel Deo.


Deo melihat ponselnya dan tertera nama yang membuatnya membelalakan mata dengan sangat terbuka.


Agar Deo sadar itu nyata bukan hanya halusinasi karena panggilan itu dari sosok perempuan yang beberapa minggu ini marah padanya.


Pesan chatannya saja tak pernah di balas tapi apa ini,  apa dia sedang kesurupan menelponku itulah yang dipikirkan Deo.


Panggilan Deo dan Vira


" Hallo...  " Deo


" Lama sekali kau mengangkatnya,  apa sangat susah kau mengakatnya" suaranya terdengar sedang kesal. Vira


" Maaf... Kau kan tau aku sekarang sibuk membantu Alvaro menikah " Deo


" Kau menggilku Kau bukan istriku begitu,  menjengkelkan... " rengek Vira


" Baiklah istriku...  Ada apa... " Deo melembut suara selembut mungkin agar istrinya tidak lagi marah diseberang kota sana.


" Lakukan Vc. Cepat... " Deo hanya menuruti permintaan istrinya ini.


Setelah Vc itu tersambung dan dianggkat oleh sang empunya.


" Aku mau lihat lebih luas jangan cuma mukamu " kali ini Deo memang harus banyak bersabar.


Deo merasa dipermainkan seakan Vira balas dendam padanya tapi ini lebih baik dari pada di marah mendiami Deo itulah yang dipikirkan laki-laki itu.


Deo menuruti kata-kata Vira dia menjauhkan Ponselnya dari hadapannya agar wujud Deo terlihat jelas serta suasana disana juga.


" Kalau aku lihat kau semakin jelek aku menyesal vc denganmu " Vira langsung mematikan Vc nya tanpa mendengar pembantahan dari Deo.


" Chit.... Kau sepertinya mencoba bermain-main padaku, lihat saja setelah ini aku langsung mencarimu pembuat ulah gak akan aku lepas kau yang memulai " Dia menatap ponselnya dengan kesal.


Malam itu setelah selesai cara pernikahan yang terbilang sangat sederhana.


Deo langsung berniat pulang.


" Pak... Bu.... Sasra.. Alvaro... Mau permisi pulang ke Jakarta " sudah bersiap-siap.

__ADS_1


" Gak nginep? Ini udah jam 8 malam apa gak besok pagi ajah " Ibu Sasra


" Gak usah bu, Deo ada pekerjaan yang harus dikerjakan besok pagi-pagi " Alvaro merasa aneh karena Deo sudah cuti untuk dua hari yang disarankan serta disetujui oleh Alvaro sendiri selaku Direktur.


Alvaro menatap Deo dengan mengakat kedua alis mencari penjelasan yang hanya mereka berdua yang tau.


Deo menatap Alvaro pekat lalu menatap ibu Sasra secara tidak langsung mengatakan


" Tolong yakinkan ibu mertuamu agar melepaskanku. Aku ingin bertemu Vira "


Dan benar saja Alvaro tau maksud dari gerak-gerik Deo.


" Benar bu... di kantor sangat banyak pekerjaan Deo adalah orang yang cukup penting jadi akan kacau bila Deo meninggalkannya terlalu lama " Alvaro.


" Enak sekali.. Coba kau yang menikah dengan anakku pasti hidupnya akan terjamin, lihatlah suami Sasra lama saja dia tidak kerja sepertinya tidak ada yang mencarinya " sahut ibu Sasra yang sepertinya masih kesal pada Alvaro.


" Ibu... Bukan tidak ada yang mencari tapi mereka takut menegur direkturnya. Sabarnya Varo beginilah kalau ibuku kesal pasti akan dipojok-pojokkan " membatin Sasra


" Kok kegitu sama menantunya bu.. Walau bagaimanapun dia sekarang sudah jadi anak kita jangan begitu ngomongnya gak baik " lain sama bapak kalau sudah damai dia akan menjadi bijaksana seperti biasa.


Keluarga Sasra sebenarnya tidak matrek dengan uang ataupun jabatan tapi mereka sangat tidak mau dipandang tidak baik dalam ahklak atau pun agama jadi Ayah Sasra sangat marah besar tau anaknya sendiri melakukan hal tercelah tersebut.


Tapi mau bagaimana lagi itu sudah terjadi yang hanya bisa dia lakukan adalah memperbaiki sebisa mungkin.


" Iya sudah saya permisi dulu " Deo menyalim ibu dan bapak Sasra untuk menunjukan sopan santun dengan orang lebih tua.


" Pak... Bu.. Alvaro mau buat pesta di Jakarta mau ngenali Sasra ke rekan-rekan kerja gak begitu mewah diharapakan ibu dan bapak datang " Alvaro.


" Gak usah kami datang, kami sudah senang kalian menikah disini nanti adik-adikmu saja yang datang, Bapak sama ibu gak terlalu suka pesta gitu pesta modrenkan " Bapak Sasra.


" Iya pak.. "


" Coba yang dangdutan gitu mau bapak " bapaknya Sasra.


" Bapak yang mau kan bapak ganjen mau joget dengan biduan bahenol itu kan " ejek ibu Sasra yang jadi perdebatan dengan mereka hingga mereka berdua pergi ke kamar karena gak enak pada Alvaro dan anaknya.


" Varo.. Apa benar kita akan mengadakan pesta? Bukannya itu memalukan " Sasra


" Biar orang tau aku sudah ada yang memiliki dan Pangeran adalah pewari sahku " Alvaro


" Ini akan jadi perguncingan dan akan membuat keluargamu malu "Sasra


" Kau sudah lupa kalian adalah keluarga utamaku " Alvaro


Itu membuat Sasra malu dengan wajah merona.

__ADS_1


Yuna kini sudah pindah di rumahnya.


Di kamar Yuna melihat-lihat sekitarnya serasa di sangat rindu dengan tempat ini.


Sampai dia melihat sangat banyak surat ada di laci kamarnya.


Yang menjadi masalah itu bukalah surat miliknya.


" Aku tidak pernah mengirim-ngirim surat " Yuna mulai membuka satu surat.


Oh iya rumah ini sudah lama kosong walaupun ada kakak sepupu Yuna tapi dia jarang pulang lebih tepatnya dia lebih banyak di kantor kalau tidak di hotel karena tidak ada yang mengurusnya.


Surat 1


Yuna...


Aku tak pandai berkata-kata


Tapi lewat selembar kertas ini aku bisa merasa sedikit lega akan rasa bersalahku.


Aku tau diriku tak bisa di maafkan tapi aku mohon padamu kembalilah kesini.


Aku merindukanmu.


Surat Off


" Kenapa tidak ada nama orang yang memberi surat iya, siapa sih ini. Jangan-jangan dia.. Lebih baik tidak ku baca " Yuna menutup laci itu lagi dia mengalihkan pikirannya dengan hal lain.


" Sudah Yuna... Jangan pikirkan nanti cari pembantu baru untuk membuang atau membakarnya " Yuna pergi tidur.


Di seberang negara sana Sean masihlah kesepian dia masih sangat merindukan Yuna, foto-fotonya dulu masih banyak menghiasi album ponselnya apalagi saat-saat mereka pacara dulu.


Hal itulah yang sukses membuat kesepian Sean terobati.


" Sean... Selamat malam " (Dalam bahasa inggris tapi karena ribet jadi di artikan bahasa indo iya )


Seorang laki-laki dewasa berbalut baju putih kebanggan yang sering dijuluki Dokter.


" Selamat malam Dokter. Ada apa Dokter? "Sean


" Papamu sudah baik-baik saja, mungkin beberapa hari lagi papamu sudah boleh pulang " jelas sang dokter.


" Benarkah dokter, baguslah saya sangat senang mendengar perkembangan papa saya " Sean.


" Iya Sean, tapi ingat jangan buat papamu stres bisa memicu darah tinggi dan itu akan memperburuk kondisinya " penjelasan Dokter.

__ADS_1


" Baik dok ".


-Happy Reading -


__ADS_2