Kamu Jahat

Kamu Jahat
Sesuatu tentang Yuna?


__ADS_3

 


Pada hari ini aku libur jadi aku sepakat pergi mendaki gunung bersama Andi tapi aku berencana mengajak Yuna agar kedekatanku semakin dekat, kamipun janjian pagi2 sesuai janji aku datang pagi-pagi sekali.


Aku datang tapi dia belum bangun mungkin dia lupa jadi aku sedikit menganggap wajar lagi-lagi dia membuat aku menunggu hingga dia selesai kamipun berangkat.


Pendakian kami di mulai, selama pendakian terasa menyenangkan apa lagi sinyal di arah pegunungan buruk jadi kami hanya terfokus mendaki dan saling mengobrol sangat jarang menemukan momen seperti ini di zaman yang canggih biasanya semua orang disibukan dengan benda berbentuk persegi panjang itu.


Saat menjelang matahari terbenam kami putuskan membuat tenda dan bermalam di sini. Kami membuat api unggun dan berbincang mungkin Yuna sedikit sungkan untuk bergabung dengan kami jadi dia ada di tenda memperhatikan kami.


Tiba-tiba teriakan dia memecahkan percakapan kami dan aku tersontak kaget lalu berlari ke arahnya aku melihat dia sangat menderita dengan memegang kepalanya aku gak tau tentang kesehatan yang aku ada dalam pikiranku hanya membawahnya ke rumah sakit itulah yang terbaik.

__ADS_1


Saat aku ingin menggendongnya untuk turun gunung Andi menarik tanganku dan menjauh "Sean, apa maksud loe sama tuh cewek kok gue ngerasa loe ada hubungan sama tuh cewek"


" Kenapa loe nanya sekarang sih Di, Yuna lagi kesakitan lebih baik nanti di bahas"


"Gue gak tau apa yang terjadi sama hubungan loe sama Fani tapi ingat kita udah sahabatan sejak kecil jadi gue gak mau denger loe nyakiti Fani" aku melihat muka Andi sangat kesal padaku.


" Iya nanti gue jelasi, gue ngurus Yuna dulu ya dia lagi sakit tolonglah Andi mengerti"


Kakiku rasanya pegal dan capek tapi melihat dia masih merintih kesakitan aku terus berjalan cepat dan berharap kami sampai di bawah tapi gelapnya malam membuat aku takut ada hewan buas dan aku terus berjalan bermodal lampu senter yang menerang jalan kami tapi tenagaku sudah habis kamipun berhenti di bawah pohon yang cukup besar dan aku menurunkannya aku duduk di sampingnya beristirahat melihatnya dia masih kesakitan mukanya memucat membuat aku takut terjadi apa-apa kepadanya setelah 20 menit aku lanjutkan perjalanan walaupun gelapnya malam semakin mencekram dan tenagahku sudah habis aku pelahan-lahan melangkah kakiku tak sekuat dan cepat tadi.


Hingga jam 4 subuh kami sudah di bawah dan aku langsung memasuk dia ke mobil dan berencana mau mengantarnya kerumah sakit tapi dia bangun dan menolak dia hanya ingin istirahat sebentar itu keuntungan bagiku karena aku juga bisa istirahat tapi sebelum aku terlelap aku melihat dia lebih pucat dari yang tadi seakan seperti mayat saja jadi aku memeriksa dahinya dan nafas di hidungnya "ahuuuu dia masih hidup tapi kenapa dia dingin sekali "

__ADS_1


Aku memberikan jaketku ke dia dan menggenggam tangannya agar panas tanganku bisa membantu meredakan suhu dingin dalam tubuhnya setelah aku cukup sedikit mereda suhu tubuh yang dingin akupun tertidur memcoba mengembalikan staminaku.


Aku tak tau sudah berapa jam aku tidur tapi matahari sudah terbit dan dia ternyata sudah bangun aku mengantarnya pulang dan menjelaskan kepada pembantunya apa yang terjadi.


Aku sejauh ini memang sudah dekat dengan gadis yang bernama Yuna ini tapi aku merasa ada yang tidak beres aku semakin tertarik pada teka-teki ini sudah lama tidak ada yang buat aku tertarik " pertama aku dekat dengan Yuna karena balas dendam teman kakaknya Fani mati karena Yuna lalu kedua dilihat Yuna bukan tipe orang yang akan mengancam nyawa seseorang dan kalau cowok jarang banget bunuh diri karena patah hati yang ketiga ada yang gak beres sama kepala Yuna dari sini aku baru mendapatkan potongan-potongan informasi yang akan aku susun untuk mendapatkan semua jawaban karena aku tau kalau aku bertanya pada Fani dia pasti terus menghidariku atau dia berbohong"


Seruku dalam hati yang membayangkan semua yang sudah terjadi antara kami berdua.


" Astaga bagaimana aku menjelaskan ke Andi soal Yuna ahhh... Sit... Buat gue stres ajah " gerutuk gue karena bingung sambil memeras rambutku.


 

__ADS_1


__ADS_2