
Yuna
"Cie .... auranya beda Sa... yang habis hanimun " "apa an sih kalian hahha... " Vira kembali kulihan kami kembali seperti biasa
"Sasra cincin apa ini jangan-jangan.... " memegang tangan Sasra
"Iya ini cincin tunangan Alvaro, dia ngelamar aku "
"Ahhh.... selamat sayang " kami memeluk Sasra
" Thanks ".
Alvaro
"Bik, paman... " aku langsung pergi ke rumah paman dan bibik
" Alvaro udah lama kau tak pulang " bibik memelukku wanita ini orang yang sudah aku angggap ibuku
" Akhirnya kau kembali bocah nakal " sahut paman keluarga satu-satunya
"Paman ..."
"Udahlah jangan berdebat, duduk Alvaro " ujar bibik
"Anggrek sepupu mu pulang "
" Kak Alvaro..... " gadis kecil ini masih sama menggemaskannya saat aku tinggalkan bedanya dia semakin tumbuh
" Kau jahat kak, kau meninggalkan aku "
" Hahhaa ... maafkan aku " aku, paman dan bibik berkumpul di ruang tamu.
" Paman ... bibik tujuan aku kesini sebenarnya ingin meneruskan perusahaan sesuai wasiat ayah "
"Itu serius " mata pamanku membulat mencari kepastian yang dianggap ragu
__ADS_1
"Iya paman, tapi sebelum itu aku ingin minta tolong "
"Bagus.... minta tolong apa ? " raut muka pamanku sangat senang
" Paman dan bibik sekarang adalah waliku, aku hanya ingin paman dan bibik melamar seorang gadis untukku yaitu pacarku, itulah tujuanku untuk berhenti dan meneruskan perusahaan " paman dan bibikku kaget mereka sepertinya tidak senang
" Baiklah akan bibik lakukan " cetus bibikku tidak mau menghancurkan suasana senang ini.
Di malam hari
Paman dan Bibik Alvaro
"Kenapa kau asal iyakan ? kau tau kan kalau Alvaro sudah di jodohkan sejak kecil dengan anak profesor Zius " serusang paman dengan raut muka bingung
"Aku mengerti, tapi kau tau juga kalau Alvaro gak bisa dengan cara keras kegitu bisa-bisa kabur lagi dan kembali di dunia komputernya walaupun dia bukan anakmu tapi coba kau perhatikan jika dia pergi siapa yang bisa membujuknya kecuali dia datang sendiri " sang istri memang sudah menganggap Alvaro seperti anaknya dan dia paham bagaimana Alvaro
" Jadi kau setujuh mau melamar pacarnya yang gak tau keluarga golongan mana ? "
"Aku juga gak setuju tapi aku punya cara agar Alvaro bisa menerima dan tidak kabur lagi "
Sasra
Hari ini seperti biasa aku ngampus namun kali ini aku lebih jaga kesehatan, dan makan-makanan bergizi karena iya anakku ini butuh asupan aku gak boleh egois di saat aku lagi sibuk-sibuknya perkuliahan ada telpon dari no tak di kenal sebenarnya aku enggan mengangkat namun karena sudah berulang-ulang kali takutnya ini adalah hal penting jadi aku mengangkatnya
" Hallo "
"Iya hallo, ini dengan Sasra ? "
" Iya ini saya Sasra, maaf ini siapa iya ? "
" Saya bibiknya Alvaro, ada yang mau saya bicarakan bisa kita bertemu " aku sangat terkejut dan sangat gugup pasalnya dia adalah wali calon suamiku
" Ini bibik Alvaro setau aku dia tidak punya orang tua lagi dan hanya memiliki bibiknya aku harus sopan" membatin
__ADS_1
" Baik bik "
"Iya nanti saya chat saja alamatnya "
" Iya bik " aku tak tau apa yang akan di sampaikan bibik Alvaro atau dia mau melamarku secara langsung tapi Alvaro gak ngomng apa-apa aiiii ini membuat aku semakin gugup.
Sean
" Loe kemana ajah dari kemarin ? kok gak kelihatan " menghampiri Yuna yang berjalan menujuh kelas
" Bukan urusan kamu, gak mungkin juga kan aku lapor terus mau kemana-mana " serunya sewot mulai lagi galaknya
" Tapi aku maunya ke gitu " menggodanya
"Lo gak berhak " aku berhenti melangka karena aku sadar yang dia katakan benar ditambah lagi ini termaksud kelasnya.
Aku gak mau dia gak nyaman aku keluar dari kelas. "Apakah dia gak ada perasaan lagi padaku iya,,, dia sangat cetus " rasa jengkel yang meluap-luap
" Loe ngapa uring-uringkan kaya orang baru puber ajah " si Andi menghampiriku
"Udahlah gue gak mood " menghindari Andi lihat dia tambah hancur mood gue.
Sore hari di kampus
Saat itu aku ingin pulang namun aku melihat ada Tafani dan Andi duduk di taman berdua aku dengan sengaja ingin ikut bergabung namun saat aku hampir sampai aku tak sengaja mendengar percakapannya
" Gue sayang sama loe, dan akan ngelindungi loe tapi bukan sebagai sahabat tapi sebagai seseorang pria spesial untuk loe " gue benar-benar kaget dengan kata-kata Andi
" Gak bisa Di " seru Fani
" Kenapa gak bisa, dulu gue tahan perasaan ini karena loe udah jadi pacar Sean sahabat gue juga tapi sekarang apa ? " aku dengan emosi menghantam muka Andi
" Apa-apaan loe Sean ninju gue " Andi terlihat sama emosinya karena mendapat perlakuan begitu dari Sean
"Iya karena loe ternyata punya perasaan dengan Tafani "
__ADS_1
" Itu gak ada yang salah lagi pula Tafani sekarang lagi gak ada yang punya, dia jadi pacar loe dulu ajah bisa, kenapa kalau dengan gue dia gak bisa " menatap Sean dengan tatapan gak terima.