
Dilapangan Upacara Bendera, semua orang sudah berkumpul, bahkan Pengawas YGS mencari Siswa yang bersembunyi di warung, kantin, pintu belakang dan toilet sekalipun.
Semua berbaris dengan rapih atas bantuan Pengawas YGS, di dekat tempat pengumuman, Julian melihat Sera yang ikut berbaris kepanasan,
“Yo Lian, baru sehari di Bali gimana kabar lo??” Dion
“Kira-kira yang mana Kakak Kembar lo ya?? Gak ada yang mirip sama lo tuh,” Reina
“Jangan-jangan kembar tak serupa lagi, jadi tambah penasaran njim,” Vino
“Vino, pinjem topi lo. Reina, pinjem kipas portabel punya lo,” Ujar Julian sambil mengambil topi di kepala Vino
“Huh? Kipas?? Nih,” Reina memberikan kipasnya
“Thanks,” Julian
Julian pergi ke tempat Sera,
“Sera, pakai ini biar agak adem, aku akan selesaikan secepat yang kubisa,” Ujar Julian sambil memakaikan topi milik Vino ke kepala Sera
Sera menatap Julian yang perhatian padanya, Julian tersenyum,
“Aku akan segera kembali,” Julian
Julian bergegas pergi,
“Wahhh Sera enak banget dapet kipas, sedangkan kita lagi kayak di Upacara Bendera,” Celetuk Wardani
“Iya nih, topi itu juga merek yang terkenal, pasti mahal,” Yonia
Sera hanya diam dan menatap kipas pemberian Julian.
Disisi lain, Julian kembali ke tempat teman-temannya,
“Wah wah, jadi itu ternyata Kakak lo Lian?? Berisi banget,” Celetuk Vino yang langsung disambut tatapan maut Julian
“Lo ngejek Sera lagi, gue kurung juga lo di Ruangan Terlarang YGS,” Ancam Julian
Vino bergidik ngeri mengingat Forbidden Room, yang mana ruangan tersebut sangat kedap udara dan sangat hening, suara dari luar tidak bisa didengar dan suara di dalam tidak akan bisa didengar oleh orang diluar dan hanya ada 1 bel sebagai tanda menyerah. Murid YGS yang bersalah dan dikenai sangsi Forbidden Room akan dikurung paling lama bertahan 1 jam karena keheningan ruang paling tenang dan ruangan paling dijauhi oleh semua murid karena keheningan yang membunuh.
“Lian, sorry, kita memang udah lulus tapi ruangan itu juga untuk umum, gue gak mau mati muda,” Vino
“Kalau gitu tutup mulut lo,” Julian serius
Vino langsung seperti mengunci mulutnya, tak lama, sebuah pesan masuk kedalam ponsel Reina dan Vino,
“Apa nih??” Reina
“Gue gak mau punya utang, jadi gue bayar kipas sama topinya,” Julian
“Oi Lian, itu kipas hanya gocap, kenapa lo ngirim 500ribu??” Reina
“Gue gak tau, terima aja kelebihannya,” Julian santay
__ADS_1
“Oi, Oi, topi gue itu harganya hampir 10juta njim, malah dikasih go pek ceng,’ Vino
“💢💢💢,” Julian kesal dan mengirim lebih banyak
Vino melihat saldonya lagi dan diintip Dion, Dion tertawa cukup keras,
“Kan kan, Sultan dilawan, lo itu hanya Brocon, jangan sok'an dah ngadu saldo wkwkwk,” Dion puas tertawa
“Pfft, apalagi Si Lian udah jadi Siscon, senggol dikit langsung bacok, lumayan dah,” Tambah Reina
“Kalian mah gitu, gue mah canda doang malah jadi serius, terutama lo Lian,” Vino
Julian diam saja.
Saat semua sudah rapih, Para Guru hanya bisa mundur ke tempat teduh, namun Para Pengawas YGS maju ke depan dengan tegap, Dion maju ke depan dengan mikrofon ditangannya,
“Yo Guys, selamat pagi semua, harap jangan ribut yaa, semakin lama kalian berisik maka semakin lama juga kalian berjemur, jadi mohon kerjasamanya,” Dion
Semua berusaha tenang karena Pengawas YGS juga menyebar diantara mereka,
“Kalian tenang saja kok, kami tidak akan menindas kalian karena salah satu dari kalian memakai obat-obatan terlarang karena di sekolah kami juga sering kejadian. Tapi itu bukan alasan untuk membuat sekolah terjatuh, hanya karena ada sampah bukan berarti pantai akan tutup kan, karena itu sampah dipantai pantas dibuang saja,” Dion
Vino dengan mikrofon juga maju,
“Sebelumya kami akan memperkenalkan diri. Kami dari Inti Osis SMA Ganesh Shati, aku sendiri adalah Ketua Pembantu Osis, namaku Vino,” Vino memperkenalkan diri
“Dan aku adalah Dion, Bendahara Inti Osis,” Dion
Anak-anak cowok terpesona karena Reina yang sangat cantik, sexy dan juga manis, Reina memberikan mikrofon ke Julian,
“Sebelumnya karena mendadak, Wakil Ketua Osis kita tidak hadir karena sedang berada di Dubai. Dan untuk Ketua- Ketua silahkan memperkenalkan dirimu,” Tambah Reina
Julian maju setelah mengambil mikrofon dari Reina,
“Pagi semua, kemarin yang sekolah pasti sudah melihatku, bahkan melihatku bertanding basket, banyak yang mengenalku dan banyak juga yang tidak mengenalku seperti Kakak Kembar Perempuanku,” Julian
Sera menggembungkan pipinya, Julian tersenyum kecil melihat reaksi Sera,
“Aku akan memperkenalkan diriku lagi, namaku Julian, Ketua Inti Osis YGS. Kalian pasti terkejut dengan kedatangan InOs walau tak lengkap, Tugas Sidak ini sebenarnya bukan tugas kami sebagai Inti Osis, tapi karena alasan pribadi, aku memutuskan Inti Osis ikut bergabung, dan kalian tenang saja, bukan hanya sekolah ini, tapi setiap SMA dan SMK, Swasta maupun Negeri, di seluruh Negara ini, semuanya di hari ini, di waktu yang bersamaan juga kena Sidak,” Julian
Dion mengarahkan sebuah alat dan sebuah hologram besar muncul,
“Yo Satria, kau sudah siap dengan tugas ini??” Vino
“Kagak, tapi mau bagaimana lagi, jika Kak Julian sampai ke Jakarta kesini, bisa mati semua InOs baru, semua Pengawas YGS dan InOs sangat terkejut karena menerima Perintah Kak Julian,” Ujar Hologram Satria(Semua Sidak terdapat hologram Satria sehingga semua juga harus terhubung dengan Sekolah Sera)
“Wah wah Ketua Inti Osis yang baru bisa stres 1000 keliling nih, menerima tugas berat padahal baru 2 hari menjabat sebagai Ketua InOs. Semua Anggota Pengawas YGS pasti tegang banget karena InOs yang udah lulus ikut bergabung. Kami sebagai InOs terdahulu juga terkejut saat melihat perintah Ketos J kita ini, bahkan kami tidak sempat tidur karena menyiapkan semuanya dan terbang ke Bali pakai Pesawat Pribadi YGS,” Vino
“Kak Vino, jangan menambah bebanku dengan perkataan itu, aku sudah memiliki 1000 flashdisk untuk menyimpan semua data,” Satria
“Satria, jangan kebanyakan bicara dan mulai saja,” Ujar Julian yang nampak santay namun Satria Ketos InOs baru menjadi merinding
“Baik Kak, akan aku selesaikan. Ekhm, pertama, untuk setiap Ketua Osis sekarang dan Calonnya bisa maju kedepan,” Satria
__ADS_1
Ketua Osis SMA Sera maju bersama 2 Calonnya,
“Siapa namamu??” Vino
“Nama say-“
“Aihh, jangan sopan-sopan banget, tanggal berapa kau lahir??” Vino
“12 Maret 20**,”
“Nah, lebih tua dari Ketos J kan, sama Dion aja masih tuaan kau, kita sebaya, jadi jangan terlalu sopan,” Vino
“Jadi siapa namamu??” Dion
“Namaku Wibhi, dari Kelas 12 Mipa1,” Wibhi
“Aku Kadek, dari Kelas 11 Mipa1,” Kadek
“Aku Ade dari Kelas 11 Mipa1,” Ade
“Kak Wibhi, Kakak sebagai Ketua Osis apakah tau kenapa kalian dikumpulkan??” Satria
Wibhi menggeleng, “Kurang tau, tapi kata Pak Kepsek, YGS memberikan sebuah dekrit dan dekrit itu tak bisa ditolak jadi para Osis diminta segera berpakaian lengkap dan berlaku seperti osis sejati,” Wibhi
“Wow, menarik sekali, di dekrit memang sengaja menyuruh tidak boleh memberitahu siswa-siswinya jika akan diadakan Sidak, karena Osis adalah biang ember bocor di kalangan para murid,” Ujar Vino yang tiba-tiba serius diakhir kalimat
“Seperti kata Kak Vino, Osis memang ember bocor Murid, dan itu menjadi masalah jika ketahuan, seperti- Para Remaja yang menjadi bodoh,” Satria
Satria yang memakai jubah seperti Julian terlihat serius,
“Kami dari Inti Osis Yayasan Ganesh Shati telah menemukan jika banyak oknum jahat di Kalangan dunia remaja. Kakak-Kakak yang Kelas 3, tercatat ada lebih 5000 kasus Narkoba dan Tindak Kriminal, kami sudah menerima semua data dan sudah kami amankan para Remaja itu, beberapa markas jual-beli narkoba pun sudah ditemukan. Bagi yang sekarang hadir atau tidak di sekolah, kami sudah menyelidiki secara detail, bangkai tidak akan bisa disembunyikan lebih lama,” Satria
Sera bukannya fokus pada pidato Satria namun Sera malah fokus menatap hologram Satria yang nampak seperti asli,
“Wow, sebenarnya Sekolah bocah itu seperti apa ya bisa membuat alat-alat canggih, adik kelasnya aja berani berpidato tanpa teks lagi,” Bathin Sera
Julian yang melihat Sera maupun yang lain seperti cacing ditaburi garam, Julian pun maju dan menengahi pidato Satria,
“Satria, pidato Ketos InOs hanya 3 menit, tapi kau melakukannya lebih dari 5 menit, jangan lamban,” Julian
Satria nampak tegang,
“Ah baik Kak, maaf semua, untuk mempercepat waktu, kami sudah mengirimkan materi dan data-data para kriminal ke setiap gadget kalian, jika kalian melihat mereka melakukan kejahatan lagi, harap segera laporkan ke Pengawas YGS,” Satria
Semua menatap ponsel mereka dan mendapatkan email asing,
“Harap tenang semua, semakin kalian berisik, maka kalian akan semakin kepanasan,” Dion
“Para Kakak InOs atau Para Pengawas YGS, aku persilahkan untuk menambahkan,” Satria
Reina maju dan menunjukkan beberapa anggota pengedar sekaligus pemakai narkoba yang kebanyakan mereka saling mengenal baik,
“Ini adalah beberapa orang bodoh yang membuang uangnya untuk membeli obat-obatan terlarang, aku yakin kalian juga mengenal baik bahkan saudara atau tetangga dengan salah satu orang yang ada disini,” Reina
__ADS_1