
Kebesokannya, hari Sabtu, tanggal yang ditunggu Sera pun tiba, alarm jam 07.20 kembali membangunkan Sera, Sera terduduk untuk mengumpulkan nyawa, Sera mengambil ponselnya sambil mengucek matanya yang gatal, Sera mulai men-scan wajahnya sendiri diponsel, setelah berhasil dikonfirmasi, Sera tertidur kembali tepat saat Julian datang dengan sarapan di tangannya,
“Sera, tadaa, aku membuatkan kamu sandwich diet dan oatmel, susunya rendah lemak, jadi jangan khawatir, dan juga ada mie panjang yang sangat sehat untukmu, aku membuatkan ini khusus untukmu,” Julian
“Wahhh, kayaknya enak,” Sera
Sera mengambil sarapannya dan memakannya dengan lahap,
“Sera kita jadi ke Pasar?? Liat, aku sudah siap, pakaianku ngak terlalu mencolok kan??” Julian
Sera menatap Julian,
“Ugh, cogan mau pakai pakaian apapun tetep aja ganteng,” Sera meringis
“Kamu cepatlah makan ya Sera, biar kita cepat ke Pasar,” Julian
"Ngak sekarang, nanti jam 8 atau 9an pergi, kalau sekarang berangkat dipasar nanti ramaiiiii banget, bisa desak-desakan, aku hanya akan membeli bulanan, jadi gak usah buru-buru," Sera
Sera mengambil ponselnya dan memastikan lagi data konfirmasi,
"Lagipula aku gak mau mengajakmu, kau pasti gak pernah ke pasar kan, aku akan bersama Bi Ratna atau Ayah," Sera
"Ehhh??? Tapi Bi Ratna udah daritadi ke pasar, sampai sekarang belum pulang kayaknya, dan Ayah lagi kelilingi telur asin, kamu juga udah janji akan mengajakku," Julian
"Lahhhhh, gimana Ayah nih, katanya mau nganter. Ya udah deh, kau ikut aja, tapi jangan ngerengek minta pulang ya," Sera
"Walau ke Neraka sekalipun, asal bersamamu, kemanapun gak masalah bagiku," Julian
"Uh gombalanmu maut sekali," Sera
Selesai menghabiskan makanannya, Sera memberikan piringnya ke Julian lagi untuk dicuci, Sera berdiri dan dan berjalan ke kamar mandi,
"Aku akan mandi, kau keluar sana, sekalian cuci piringnya" Sera
"Baiklah," Julian
Julian keluar kamar dengan membawa piring kotor.
.
.
.
"Wahhh, gak kusangka pasar disini serusak ini,"
Ujar pendapat Julian saat mereka baru saja sampai di pasar,
"Padahal gak terlalu kotor, tapi jalanannya terlalu banyak lubang, Pemerintah gak ngurus pasar ternyata ya, hanya mengambil pajak seenak jidat," Gerutu Julian
__ADS_1
"Aishh, kau bisa diam gak, walau kau menggerutu sampai berbusa, Pemerintah akan tetap tak mendengar suaramu," Sera
Julian mendengus, "Aku bukan ciri khas manusia yang hanya bicara, kamu liat aja apa yang akan kulakukan nanti," Julian
"Ya, ya, terserahmu, aku akan belanja di ruko itu dulu sebelum keliling, kau mau ikut?? Mumpung sepi," Sera
"Hmm boleh deh," Julian
Sera dan Julian pun pergi ke ruko kecil itu, pertanyaan yang sama dari waktu itu kembali terlontarkan, dan Julian hanya menjawab seperti biasanya.
Setelah membeli banyak barang, saat Sera akan menaruh semua belanjaan di motor, Sera baru teringat jika motor Julian adalah motor sport BMW HP 4 Race.
Sera terdiam sesaat dan disadarkan oleh Julian,
"Sera, kenapa??" Julian
"Hei kau, bisakah mengganti motormu dengan motor yang lain?? Yang lebih manusiawi gitu," Sera
"Yang lebih manusiawi??" Julian membeo
"Iya, lihat motormu terlalu mewah untuk dibawa ke pasar," Sera
"Hmmm, aku ingin membeli motor lagi, tapi aku terlalu sayang sama motorku ini, kamu tau Sera, selama 3 tahun berturut-turut, motorku menang juara 1 balap motor tau, gak ada yang bisa ngalahin, ditambah juga, ini adalah motor pemberian Papa, karena itu aku gak bisa menggantinya. Tapi jika kamu memang mau, aku akan mengganti dengan yang lain," Julian
Sera terdiam sejenak,
"Gak usah dah," Ujar Sera dengan cepat
"Motor ini pemberian Papa angkatmu kan?? Tetap gunakan dan rawat dengan baik, pemberian orang tua itu harus dijaga sampai titik darah penghabisan," Sera
Julian tersenyum, "Baiklah, aku mengerti,"
"Sekarang, aku akan ke atas buat membeli stok ayam, mumpung udah ada kulkas kan lumayan buat stok seminggu," Sera
"Ah Sera, ada sesuatu yang aku selalu ingin makan di Bali," Julian
"Apa itu?? Ayam betutu??" Sera
"Bukan, aku ingin makan babi guling, khas Bali banget kan, aku sempat beli-beli di dagang di Jakarta tapi rasanya agak kurang gimana gitu," Julian
"Ya baiklah, nanti kita beli, jalan kesini kan ada tuh dagangnya," Sera
Julian tersenyum senang, "Sera kamu memang Kakak yang baikkk sekalii," Julian
"Udahlah, ayo belanja yang lain," Sera
Julian mengangguk, mereka pun pergi untuk membeli yang lain.
Mereka membeli banyak bahan makanan seperti ayam, ikan pindang, wortel, tomat, sayur-sayuran, bumbu-bumbu, dan lain sebagainya.
__ADS_1
Saat mereka berada dibelakang Pasar, mereka melihat banyak dagang pakaian obral/OB(Pakaian bekas yang layak pakai),
“Kita kesana dulu yuk, aku mau nyari pakaian,” Sera
“Tapi pakaianmu kan masih ada banyak Sera,” Julian
“Pakaianku hanya 20 baju dan 10 celana yang aku pakai sehari-hari, menurutmu aku harus memakai pakaian mahal dirumah?? Atau dress mahal ke pasar gitu?? Bisa-bisa kotor dan rusak pas aku pakai untuk bekerja,” Sera
Julian teringat beberapa kejadian saat Sera habis mencuci piring atau melakukan pekerjaan rumah, bahkan pakaian mahal yang ia berikan sudah ada yang rusak,
“Ahhh Kakaku memang hebat,” Bathin Julian
Sera menarik Julian ke salah satu dagang, mereka memilah-milah, namun Julian yang menjadi tertarik untuk memilih pakaian karena harganya yang sangatp murah, bahkan saat berpindah dagang, Sera mendapat 3 baju dengan harga 5 ribu saja, belanjaan Julian pun menjadi lebih banyak daripada belanjaan Sera karena size Sera yang memang susah dicari.
Setelah puas membeli semua yang mereka inginkan, mereka pun memilih pulang.
.
.
.
"Hmmmmmm, makanan khas suatu daerah memang paling mantap,"
Sera menatap malas Julian yang langsung makan nasi babi guling yang mereka beli di pasar.
Sera yang duduk di lantai teras rumah sedang memisahkan pelembut dan detergen yang Sera beli rentengan, Sera memasukkan semua ke tempat stok bulanan, sedangkan Julian duduk disampingnya makan.
"Sera, lusa kan kamu boleh masuk boleh ngak kan karena Festival?? Kamu mau nemenin aku ke kampus?? Aku harus daftar ulang," Julian
"Kampus mana??" Sera
"Kampusmu," Julian
Sera sontak terkejut,
"Eh? EHHHH??? KAMPUSKU???" Sera
Julian mengangguk, Julian yang selesai makan menaruh piring diatas meja,
"Aku mengambil jurusan yang sama denganmu, semoga kita satu kelas," Julian
"Kenapa kau melakukan itu??" Sera
"Pertama, aku memang gak tau harus milih apa. Dan yang Kedua, aku ingin lebih dekat denganmu Sera, aku ingin persaudaraan kita lebih erat, kita juga harus lebih saling mengenal kan. Setelah tau kamu pelupa akut, keputusanku jadi tambah fix, karena aku gak mau dilupakan," Jelas Julian
"Hanya itu??" Sera
Julian mengangguk, "Itu saja sudah lebih dari cukup," Julian yakin
__ADS_1
"Hm baiklah, jam 7an aja berangkat biar gak kepanasan pulangnya," Sera
"Ya baiklah," Julian.