Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
38. Rumah Baru


__ADS_3

Siangnya...


Julian terbangun dari tidur siangnya, Julian terduduk termenung di ranjang,


"Aku lupa jika Sera pasti akan pergi suatu hari nanti, dan hanya aku sendiri," Lirih Julian


Julian melihat foto Sera di meja belajarnya,


"Apa aku belajar hidup tanpa Sera lagi ya?? Tapi kayaknya belum waktunya, ya sudah deh, terserah takdir mau gimana," Monolog Julian


Julian kembali berbaring dan tertidur, namun mimpi buruk yang membangunkannya tadi kembali membangunkan Julian.


Julian menghela nafas lalu memilih pergi mencuci muka dan pergi ke bawah.


Di ruang tamu, Julian tak melihat Sera, Julian keluar rumah dan melihat Sera sedang mengobrol dengan pria lain,


"Sera," Bathin Julian


Julian melihat jika pria itu hanya membeli telur bebek mentah 1 krat, setelah pria itu pergi, Julian mendekat ke Sera,


"Sera, tadi ada yang beli telur??" Julian


"Iya, tumben bangunmu lebih cepat??" Sera


"Ya, aku terbangun karena mimpi buruk, aku gak bisa tidur lagi," Julian


"Ooooo mimpi buruk, mimpi buruk tentang apa??" Sera


"Aku gak mungkin bilang jika aku mimpi buruk tentang Sera yang ninggalin aku untuk nikah kan," Bathin Julian


Julian tertawa kecil, "Aku lupa mimpi apa itu," Julian


Sera tak peduli dan memilih pergi, Julian mengikuti Sera.


Di dapur, Julian meminum segelas air sedangkan Sera memakan es krim mochi yang ada di freezer, Julian melihat itu dan ikut memakan es mochi yang sedang Sera gigit, Sera cukup terkejut karena jarak mereka yang sangat dekat dan bibir mereka hampir bersentuhan lagi,


“Jangan makan es krim dulu, kamu baru saja sembuh Sera. Besokan kamu masih harus sekolah,” Julian


"Iya, sekarang aku mau tidur siang, kau jangan membangunkanku ya," Sera


"Baiklah," Julian


Sera pun bergegas pergi, Julian kembali ke kamarnya dan mengambil laptop lalu kembali ke ruang tamu, Julian duduk di sofa dan mulai bekerja dengan sekaleng soda disampingnya, Julian menyentuh bibirnya yang hampir menyentuh bibir Sera,


“Julian, kau memang payah,” Bathin Julian


.


Malamnya...


Sera sedang memasak mie sendirian di dapur, saat tiba-tiba Sera merasa ada yang datang, Sera berbalik dan terkejut melihat Julian,


"Ya ampun kau membuatku kaget, untung gak jantungan," Sera


"Kenapa??" Julian


"Aku lupa ada kau juga disini," Sera


"Ihh jahatnya, bisa-bisanya kamu melupakan aku huh," Julian


"Ya maap, aku belum terbiasa dengan tambahan di Keluargaku," Sera

__ADS_1


"Sera-Sera," Julian


Sera menyengir, Julian melihat yang sedang Sera masak,


"Sera, padahal ada makanan buatanmu, tapi kenapa kamu buat mie," Julian


"Aku lapar dan gak ada makanan tersisa, yang terakhir buat Ayah soalnya," Sera


"Kenapa gak masak lagi??" Julian


"Magerrr," Jawab Sera


"Ahhh kamu ini benar-benar ya Ser," Julian


Julian mengecek stok kulkas,


"Hmmm sepertinya udah mau habis nih stoknya," Julian


"Iya juga, bawang-bawang juga udah hampir habis, berarti besok aku harus ke pasar nih," Sera


"Aku ikut ya, aku mau membeli beberapa hal," Julian


"Apa??" Sera


"Jangan kepo Sera, kamu akan tau sendiri," Julian


Julian duduk di meja makan setelah mengambil satu snack, tak lama, Sera pun datang ke meja makan dengan mie nya, Sera pun memakan mie nya,


"Sera," Julian


"Apa??" Sera


"Baiklah," Sera


Sera baru sadar jika Julian memakai piyama tidur yang cukup terbuka,


"Hei, ini udah malam, kau gak takut masuk angin??" Sera


"Ngak tuh, lagian kan ini emang style aku," Julian dengan watados*nya


*Watados : Wajah Tanpa Dosa


"Aku udah bosan liat abs tau, waktu masih SMA, setiap pelajaran olga kan harus ganti baju, aku bener apa kali tak sengaja melihat abs punya teman laki-lakiku namanya Wahyu, ughhh setiap mengingatnya aku jadi panas sendiri," Sera


"Tak sengaja tapi kamu senang kan??" Julian


Sera menyengir, "Hehehehe, rejeki anak soleh mah biasa," Sera


"Ya Tuhan Kakakku ini memang benar-benar," Julian


Setelah Sera selesai makan, Sera mencuci piring dan memilih untuk tidur, begitupun dengan Julian.


.


.


.


Berminggu-minggu berlalu....


Rumah di Desa pun jadi, dengan rumah 3 lantai, yang memakai 50% tanah rumah Sera(Julian sengaja tak mengubah rumah inti khas Bali untuk menjaga kelestarian budaya Perumahan Bali), setelah banyak ritual, semua Keluarga Sera pun pindah ke rumah baru yang seluas 2 hektar belum terhitung kandang peliharaan juga Julian bangun ulang.

__ADS_1


Dengan luas 2 hektar dan tinggi 3 lantai, Keluarga Sera pun membagi rumah itu, lantai dasar terdiri dari beberapa ruangan yang normal, 1 dapur, ruang tamu, dan 1 kamar mandi luar, 1 kamar untuk Om dan Iwaknya Sera, 1 kamar Suta, ruangan paling besar untuk penyimpanan banten, 2 kamar tamu.


Di lantai 2, ada beberapa kamar agak besar, 1 untuk Sepupu Sera, dan 1 untuk Dinara dan Devina saat sudah besar(Disatukan atas permintaan Om Kumis), 1 kamar tamu, 2 kamar untuk anak-anak Prayoga(Karena berbeda gender).


Di lantai atas ada 5 ruangan, 1 kamar untuk Prayoga, 1 ruangan untuk Rini jika menginap, 1 kamar Julian, 1 kamar kosong dan sisa kamar yang paling terbesar adalah kamar Sera. Namun saat pembagian ruangan, Kakak Pertama Sera yaitu Prayoga menginginkan kamar Sera menjadi kamarnya, Prayoga pun mendekati Julian agar memindahkan kamarnya.


“Julian, aku memiliki 2 orang anak, bukankah seharusnya kamarku yang paling besar, kenapa malah Sera yang mendapat kamar terbesar,” Prayoga


“Karena Sera menginginkannya Kak, bahkan fasilitas didalamnya sudah aku sesuaikan dengan keinginan Sera, lagipula Kakak juga jarang di rumah, jadi tidak masalah jika mendapat kamar biasa, kamar yang kubuat juga sudah cukup besar untuk kamar pasangan,” Julian


“Jika Sera memberikannya maka kau akan memberikan kamar itu padaku kan. Hei Sera, kau pindah ke kamar lain sana,” Prayoga


“Ngak mau,” Tolak Sera


Sera pergi ke belakang Julian dan memegang ujung kaos Julian, Julian yang cukup peka pun mencoba menengahi,


“Kak Prayo, sudahlah Kak, kamar Kakak juga sudah cukup bagus,” Julian


Julian meraih tangan Sera,


“Sera, ayo kita lihat kamarmu,” Julian


Julian menarik pergi Sera, namun dibelakang Julian, Prayoga diam-diam mengepalkan tangannya erat merasa marah.


Disis lain, dikamar Sera, Sera terpesona karena kamarnya sangat bagus, bahkan robot pembersih lantai yang selalu ia inginkan ada di sana,


“Bagaimana Sera?? Kamu suka?? Aku sudah berusaha supaya kamarmu jadi dengan sempurna, kamu mau lihat walk in closetmu?? Ayo kesini,” Julian


Julian menarik Sera ke sebuah pintu, Sera merasa terkejut ternyata didalamnya ada banyak pakaian, topi, sepatu, dan tas yang  bermerk, dan walk in closet itu juga terhubung lewat pintu ke kamar mandinya, saat ke kamar mandi, Sera merasa senang karena mempunyai bathtub sendiri.


“Wahhhh, adik, kau benar-benar membuat rumahku menjadi lain dalam waktu beberapa waktu saja,” Sera


“Tentu saja, adikmu ini yang terbaik, tidak tergantikan,” Julian


Sera tiba-tiba memeluk Julian,


“Aku senang sekali,” Sera


Julian membalas pelukan Sera,


“Aku senang melihatmu senang Sera,” Julian


Sera melonggarkan pelukannya,


“Aku harap ini bukan mimpi, kalau ini mimpi lebih baik aku gak bangun sekalian,” Sera


“Jika kamu gak bangun maka aku akan kesepian Sera,” Ujar Julian sambil mengelus lembut rambut Sera


Dan entah apa yang merasuki Julian, Julian tiba-tiba tergoda dan ingin mencium Sera, Julian tanpa sadar sudah mencium Sera, Sera nampak terkejut dan mencoba menjauhkan Julian darinya, namun tenaga Julian jauh lebih besar, Julian memperdalam ciumannya, hingga saat Julian melihat Sera menitihkan air matanya, Julian tersadar dan melepaskan Sera, Julian langsung berlutut di hadapan Sera,


“Sera, maafkan aku, aku gak sadar telah melakukan itu, kumohon maafkan aku,” Julian


Sera terduduk di ranjangnya sambil menghapus air matanya,


“Sera,” Julian


“Ahhh, lupakan saja soal tadi, anggap tak pernah terjadi, kita tetap saudara dan selamanya adalah saudara,” Sera


Julian menatap Sera sejenak dan menunduk lalu mengangguk,


“Kamu benar Sera,” Julian.

__ADS_1


__ADS_2