Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
67. Bukan HEI (Season 2)


__ADS_3

Julian lalu mendekat ke Suta,


“Ayah, maafkan kelakuan dan perkataan adikku Arina, dari dulu Orang Tua Keluarga Ginanjar selalu memanjakan Arina, aku sendiri pun terlalu memanjakan Arina, sehingga sekarang sifatnya menjadi manja dan tidak bisa mengontrol emosi serta tingkahnya,” Julian menunduk


“Julian, jangan seperti orang asing seperti ini, kamu tau sendiri jika Sera juga seperti itu diumur Remajanya, Ayah tidak mempermasalahkannya lagi, sekarang coba diskusikan masalah ini dengan Sera, Ayah sudah waktunya ke Yayasan,” Suta


“Ayah, aku akan mengantarmu. Julian, pinjam mobil,” Alan


Julian memberikan kunci mobilnya ke Alan, Alan dan Suta pun pergi,


“Julian, jadi bagaimana keputusanmu?? Sean masih suami Sera, dia bisa saja tinggal disini sampai tanggal perceraian, tapi Gladis, walau dia pernah menjadi Calon Istrimu, dia tetap orang asing,” Rini


“Kamar sudah penuh, apalagi yang kau pikirkan, tapi jika kau membiarkanku sekamar dengan Sera, aku tak masalah,” Yohan


“Aku akan menguburmu sebelum kau melangkah ke kamar Sera,” Julian kesal


Julian melihat Sera yang menaruh headsetnya diatas meja,


“Sera, aku tidak tau harus membuat keputusan apa, aku terserah padamu,” Julian


“Bentar, telingaku masih belum konek, tadi kau memukul adikmu karena dia berkata kasar kan, aku gak mau bayiku mendengar perkataan buruk karena itu aku memakai headset, tapi malah telingaku yang penuh musik,” Sera mengomel


“Baguslah, perkataan kasar memang tak baik untuk kesehatan janin. Oh ya Sera, aku sempat membelikan ini untukmu,” Julian


Sera mengambil terang bulan yang dibawakan Julian,


“Wahhh rasa coklat kacang kesukaanku,” Sera


“Oi Sera, ini masalah serius, jangan bermain-main,” Rini


“Aku sudah memikirkannya dari tadi, di Timur tepatnya di Bale Delod* kan ada kamar bekas rumah Om Kumis, ada 3 kamar kosong disana, disana aja Sean dan orang itu tinggal, Sean tinggal di rumah ini dan orang itu tidak akan menggangguku,” Sera


*Bale Delod : Bale yang terletak diselatan, di Bale, rumah terdiri dari Bale Daja(Di utara), Bale Dauh(Di barat), Bale Delod(Di selatan), dan Bale Dangin(Di timur)


“Heee, aku gak kepikiran,” Rini


“Masalah kecil jangan dibesarin. Aku sengaja menunggu Anak Angkat Ayah ini datang, kali aja CLBK* dan dia jadi meminang orang itu,” Sera


*CLBK : Cinta Lama Bersemi Kembali


“Sera, jangan mengatakan omong kosong, aku gak akan mengkhianatimu,” Julian


“Ya ya, terserah,” Sera


“Sera, kamu yakin dengan keputusanmu??” Yohan


“Hm yaa mau digimanain lagi?? Mengurus rumah dan suami adalah tanggung jawab istri, lagipula aku yang salah dari awal, jika aku tak membuang Sean, maka dia pasti tak akan terluka,” Sera


“Sera, keputusan membuang Sean sudah benar, yang namanya kecelakaan tidak ada yang tau kan, sekarang kamu ke kamar dan beristirahatlah,” Julian


Sera pergi, Julian mendekat ke Bi Tuti dan Bi Ina,

__ADS_1


“Bi Tuti, Bi Ina, tolong rapihkan kamar di Bale Delod untuk Sean dan Gladis tinggal sementara waktu,” Julian


“Baik Tuan,” Bi Tuti dan Bi Ina


Julian menatap Gladis,


“Gladis, bawa mobil Kak Rini untuk menjemput Sean, dan setelahnya aku harap kamu jangan muncul di hadapan Sera, Sera sedang hamil, aku gak mau terjadi sesuatu pada kandungan Sera,” Julian


Julian pergi, Rini memberikan kunci mobilnya,


“Jangan sampai rusak mobilku,” Rini


Rini pergi setelah menaruh kunci mobilnya di dekat Gladis,


“Tch, Sera terlalu baik,” Yohan


“Yohan, bukankah ini kesempatanmu untuk merebut Sera, Julian dan Sean sudah bermusuhan sejak SMA, bukankah kau bisa membuat Julian dan Sean saling mengalahkan dan membuat Sera menjadi milikmu,” Bisik Gladis saat Gladis melewati Yohan


Gladis pun pergi,


“Dia memang jal*ng berbahaya,” Yohan.


.


.


.


“Ck ck, kasihan, wajah tampannya jadi ada beberapa luka,” Sera


Sean tiba-tiba bereaksi,


“Ehhh??? Sean bereaksi?? Gimana ini?? Aku panggil Anak Angkat Ayah aja ya,” Sera


Saat Sera akan pergi, tangan Sera tiba-tiba digenggam oleh tangan lainnya, Sera melihat jika Sean sudah tersadar meski belum sepenuhnya,


“Sera, jangan tinggalkan aku, aku mohon jangan tinggalkan aku,” Racau Sean


“Tenanglah Sean, aku ada disini, aku gak akan pergi, jadi tenanglah,” Sera


Sean lebih tenang dan sebelumnya,


“Sera, kamu beneran Sera? Aku tidak sedang bermimpi kan,” Sean


“Ini bukan mimpi, karena itu jangan meracau tak jelas,” Sera


“Sera, kumohon jangan tinggalkan aku, jangan membuangku, aku tidak mempunyai siapapun kecuali kamu Sera,” Sean


“Astaga, baiklah, jangan merengek dan istirahat saja, jika kau terlalu lama sakit, aku akan membuangmu, jadi cepat istirahat dan cepatlah sembuh,” Sera


Sera menyelimuti Sean,

__ADS_1


“Tapi akhirnya kau sadar juga Sean, kata orang itu, kau memang selalu setengah sadar, tapi kau meracau dan mengamuk sehingga harus diberikan obat penenang dosis besar, kau gak takut mati over dosis obat penenang??“ Sera


“Aku lebih takut kehilanganmu Sera, percayalah Sera, kehamilan Gladis hanya suatu kecelakaan, aku tak bermaksud menidurinya, aku diberikan obat perangsang oleh wanita itu, percayalah padaku Sera, aku tak ada niatan mengkhianatimu,” Sean


“Aihhh, sekarang lupakan itu dulu, yang terpenting kau sudha sepenuhnya sadar, sekarang banyakin istirahat dan cepatlah sembuh, kamu tau sendiri apa peraturanku, yang bersalah harus dihukum dan yang cepat akan mendapatkannya. Jika kau seperti orang mati seperti ini, maka bayimu dalam kandunganku akan menjadi Anaknya Anak Angkat Ayah atau menjadi Anaknya Yohan,” Sera


“Aku akan cepat sembuh Sera, aku tak akan membiarkanmu dimiliki siapapun,” Sean


“Oh ya?? Jika kau mati sekarang maka kau akan game over,”


Sera dan Sean melihat Julian, Julian mendekat ke Sera,


“Anak Angkat Ayah,” Sera


“Namaku Julian, jangan memanggilku dengan Anak Angkat Ayah,” Julian


Julian melihat jika Sean semakin mengeratkan genggaman tangannya dengan Sera, Julian melepas paksa genggaman tangan Sean dan menarik Sera mendekat dengan paksa,


“Sean, walau kau sembuh pun kau tak akan bisa merebut Sera dariku, Perusahaanmu sudah aku akuisisi, kau sekarang benar-benar berada di bawahku Sean, jadi bersikaplah seperti bawahan kepada atasannya dan menjauhlah dari Sera, Sera maupun bayi Sera adalah milikku, sampai matipun aku tak akan melepaskan mereka,” Julian


Julian menggandeng pergi Sera dengan agak kasar,


“Si Bangs*t itu tidak pernah berubah, lihat saja, aku akan membalaskan dendam ini, Sera adalah istriku dan bayi itu adalah anakku, aku tak akan membiarkan Keluargaku direbut oleh bajingan gila itu,” Geram Sean.


.


Di sisi lain, Julian dan Sera sedang dalam perjalanan menggunakan mobil Julian,


“Hei, kita akan kemana??? Aku hanya menggunakan dress rumahan biasa, gak mungkin aku keluar jauh dengan penampilan seperti ini,” Sera


Julian hanya diam, saat mereka sambil di suatu lapangan sepi, Julian menghentikan mobilnya, Julian menunduk dengan tumpuan setir mobilnya,


“Hei, kenapa kau membawaku kemari?? Dimana ini??” Sera


Julian terdiam dengan tak mengubah posisi,


“Hei, jawablah, hei-“ Sera


“NAMAKU BUKAN HEI,”


Sera terkejut karena Julian tiba-tiba teriak, Julian bangkit dan menatap Sera,


“Namaku adalah Julian, J-U-L-I-A-N, JULIAN, begitu sulit kah kamu mengingat namaku??” Julian


Sera terdiam dan menunduk,


“Sera, dulu bertahun-tahun aku mencarimu, apakah sekarang aku harus menunggu bertahun-tahun agar kamu menyebut namaku?? Katakan Sera, sampai kapan aku harus menunggu kamu memanggil namaku?!!!” Julian


Sera tak bergeming, Julian menatap sedih ke Sera, Julian menaikan kepala Sera agar menatapnya, Julian dengan cepat mencium Sera, ciuman yang penuh nafsu,


“Sera, aku sungguh mencintaimu,” Julian.

__ADS_1


__ADS_2