
Semuanya berisik,
“Harap tenang semuanya, kami tidak akan menakuti kalian, tetapi dari kalian ternyata masih ada yang bisa bergabung dengan mereka,” Vino
“Para Pengawas bawa orang-orang itu kemari,” Dion
Beberapa Pengawas bergerak dan membawa hampir 25 murid,
“Rokok itu udah dilarang untuk anak dibawah umur, dan ditambah rokok yang mereka gunakan adalah rokok yang didalamnya ada ganja yang berlebih itu lebih berbahaya. Supaya lebih cepat, kami sebelumnya sudah mencari data diri kalian semua, sebagian bersih dan sebagian kotor, ada yang kaya raya tapi mendapatkan beasiswa penuh karena memiliki kartu miskin, dan ada yang benar-benar miskin tapi tak dapat hanya karena anak pegawai negeri,” Julian angkat suara
“Pemerintah selalu begitu,” Celetuk Reina
“Masalah kendaraan bermotor juga akan kami atasi. Motor yang knalpot atau mesin di modifikasi akan kami ganti setelah dihancurkan, jika kami tau itu dimodifikasi lagi, kami tak akan segan dengan keuangan keluarganya sekalipun. Mau itu keturunan darah biru sekalipun, otak dan uanglah dewanya, karena itu siapapun itu, walau mereka kaya tapi bodoh, mereka akan kami jatuhkan sejatuh mungkin, kami juga akan membantu yang miskin tapi pintar, karena kami hanya menerima kenakalan dan bukannya kebodohan,” Dion
“Kami juga memohon maaf karena walaupun kami mendukung dana tapi kami tidak memperhatikan aliran uang itu, bahkan sampai ada murid-murid yang tidak mendapatkan buku lks maupun buku paket, salah satunya bahkan Kakakku, cih. Kami akan sedikit memperbaiki dana yang telah digelapkan dan memastikan kelulusan terbaik setidaknya untuk tahun ini,” Julian
.
“SUNGGUH???” Sera bersorak
Teman-teman yang lain juga ikut bersorak karena Kelulusan mereka nanti sudah pasti mewah, mereka sangat senang mendengar hal itu.
Murid dari YGS pun nampak tersenyum melihat teman-teman lain sekolah mereka bergembira,
“Baik semua, hari sudah semakin panas, dan para tersangka sudah tertangkap, jika ada yang ingin mencicipi narkoba lagi, kami tak akan segan, walau setelah lulus pun, Negara ini masih adalah pijakan kaki kami, dan kami tak suka dipijakan kami ada sampah,” Dion
“Yoshhh, terimakasih untuk ketenangan sesaat, kami akan menutup Sidak hari ini, kami juga sudah menyiapkan nasi kotak dan camilan, silahkan diambil saat menuju ke kelas, dan sekali lagi Selamat Pagi semua. Untuk kelas 3 semangat untuk banyak Ujian, See you again guys,” Vino bersorak
Semuanya pun bubar dengan rapih, Julian mendekati hologram Satria,
“Satria, kau harus menjadi Ketua Osis InOs yang lebih baik dari gue, karena terlalu sibuk dengan berbagai hal, gue sampai kebobolan soal masalah ini,” Julian
“Oke baik Kak, lagian jika gue bisa lebih baik dari lo saat menjadi Ketos maka dalam generasi ini gue bisa dapet gelar Pahlawan Pengalah Tiran Sekolah,” Satria
Teman-teman Julian tertawa,
“Baiklah Kak, masalah ini akan gue selesaikan secepatnya, tapi sekarang gue masih harus MOS Para Murid Baru. Kak Lian, Kak Rein, Kak Vino, Kak Dion, gue pergi dulu, Bonjour, Sayonara,” Satria
Hologram Satria menghilang, dan Julian dengan cepat mendekati Sera setelah mengambil tisu dari Vino yang akan menyeka keringat dan juga nasi kotak untuknya,
__ADS_1
“Sera, kamu gak terlalu kepanasan kan?? Aku sudah menyuruh mereka secepat yang mereka bisa, tapi Si Satria itu memang lamban,” Julian
“Aku hanya bingung. Kenapa kau menunjukkan semua yang bersalah?? Bagaimana jika ada dendam??” Sera
“Hah?? Itu- karena dengan seperti itu mereka yang polos tidak akan mendekati mereka,” Julian
“Kau tau istilah Semut Mencari Gula, mereka sekarang masih polos, aku akui, tapi yang bersalah akan bebas setidaknya 10 tahunan lagi, yang direhab mungkin akan sembuh seiring waktu, tapi, bukan berarti bos mereka akan menyerah, polisi akan mengira satu hukuman saja selesai udah seterusnya dan menganggap orang itu akan berubah dengan sendirinya, bagaimana jika yang polos mencari yang bersalah tentang narkoba dan juga yang bersalah saat terbebas kembali mencari bosnya untuk mengulang kesalahan,” Sera
“Sera, kamu tau kenapa YGS sangat ditakuti di Pendidikan, bukan hanya tentang Pendidikan tapi juga politik dan keamanan dan juga Kenakalan Remaja, Pendiri YGS seharusnya lebih tau soal itu, bukan hanya yang polos yang mencari, tapi yang bersalah juga bisa mencari yang polos, karena itu, setelah rehab, semua yang bersalah akan melakukan pemeriksaan psikologi, mereka akan di hapus memorinya untuk melupakan semua tentang narkoba, kami bukan Pemerintah atau Penjabat Kotor yang hanya membiarkan Penjahat bebas setelah penahanan dan mendapatkan uang kotor secara cuma-cuma. Kamu tenang saja Sera, sebelum semut menemukan gula, sebuah tangan pasti akan memukul mati para semut itu,” Julian
Julian menatap pipi cabi Sera, Julian mencubit pipi Sera,
“Kakakku ini memang paling manis, jangan khawatirkan hal yang tak perlu, kamu hanya perlu fokus dengan apa yang kamu minat. Oh ya, nasi kotakku untukmu saja Sera, aku tidak terlalu lapar,” Julian
“💢💢💢, kau gak mau makan??” Sera
Sera menukar nasi kotak mereka,
“Makan punyaku, jika gak habis, malam ini kau tidur diluar, ngerti?” Sera
Julian mengangguk patuh,
Sera pergi bersama teman-teman sekelasnya, Julian menatap kepergian Sera,
“Aigoo, seorang Julian tiba-tiba menjadi anak anjing di hadapan Kakak kembarnya,” Reina
“Hmmm jika di lihat dari dekat, Sera juga termasuk imut, gue gak madang fisik, jadi-“ Vino
“Berani lo deketin Sera, jangan salahkan gue kalau gue comeback jadi Iblis YGS lagi,” Julian menyela perkataan Vino
Vino kembali bergidik ngeri,
“Ugh, lo memang kejam Lian, kalau Sera tau sifat asli lo, mungkin lo akan diusir,” Vino
“Kecuali si Gila itu memang siapa yang berani melakukan itu? Lo?” Ujar Julian dengan tatapan tajamnya
“Ugh, gak jadi dah, punya saudara ipar kejam kayak lo itu mengerikan,” Vino
“Oi, Oi, sudahlah, lebih baik kita sarapan, laperrr nih,” Dion
__ADS_1
“EHHHHH??? Bukannya lo udah makan tadi, babon emang beda yak,” Reina
“Tunangan sendiri digituin, jahatnya,” Dion
“Sudahlah, hari ini kita masih ada kerjaan, cepat sarapan dan selesaikan semuanya, Sera bisa memarahiku jika terlalu lama dengan kegiatan ini,” Julian
“BAIK SISCON DEMON,” Serempak Semuanya menjawab dengan ledekan di dalamnya
“💢💢💢, cih, kalian itu,” Julian kesal
Mereka pun pergi.
Dikelas Sera, Sera masih berkipas pakai kipas portabel pemberian Julian, Sera membuka nasi kotak yang seharusnya milik Julian,
“Wihhh mewah betul,” Sorak Sunarti saat melihat kotak nasi Sera
Sera membandingkannya sendiri,
“Menurutku sama aja, lihat, punya isi ayam suir, sedangkan aku hanya ayam panggang, punyamu telur rebus dan aku tamagoyaki. Jajanmu jaja* Bali, kalau punyaku- ini- salad?? Atau apa ini??” Sera bingung
“Jaja \= Pengucapan Jajan dalam bahasa Bali
“Bedalah, makananmu itu sehat semua, sedangkan kami hanya nasi kotak biasa,” Wardani
“Dan apa ini, tempat makanmu warna abu-abu,” Reni
“Kayak terbuat dari perak,” Tambah Ming
“Hm?” Sera bingung sendiri, “Peralatan perak kan digunain untuk ngecek apa ada racun atau gak di makanannya, masa jadi Ketos aja ada yang mau ngeracunin??” Bathin Sera.
.
Di mobil van YGS, Julian dan teman-temannya sedang makan bersama juga, namun Julian malah sibuk mengecek berbagai laporan,
“Oi Lian, makan dulu napa, kalau Sera tau lo pasti akan dimarahi,” Reina
“Bentar, gue-“ Julian
“OI,”
__ADS_1