
Saat teman-teman Sera ingin istirahat dan membeli bakso,
“Sera, ayo ke dagang bakso,” Ajak Sunarti
“Gimana mau ikut, nih bocah aja ada disini, aku gak bisa keluar, aku bangunin aja ya,” Sera
“Eh jangan, kasihan Julian, dia juga udah banyak bantu,” Wiwik
“Kita beliin mau?? Kita bawakan kesini,” Wardani
“Boleh, bakso 7 ribu sama es teh besar 1, baksoku sambelnya 3 sendok aja, hmm beliin buat dia juga, tapi jangan terlalu pedas, aku gak tau adikku suka pedas atau ngak,” Ujar Sera sambil mengeluarkan uang 50 ribu yang Julian berikan tadi pagi ke Wardani
“Okee,” Wardani
Teman-teman Sera pergi dan tersisa Sera yang satu-satunya perempuan di Kelas, saat teman-teman Sera datang, bakso pesanan Sera datang,
“Ini baksomu dan es teh punyamu, ini juga punya Julian, dan ini kembalian lagi 30 ribu, bener kan??” Wardani
“Iya, thank u War,” Sera
Para anak cewek pun makan bersama, namun Julian tak kunjung bangun,
“Ode, pinjem ML kau bentar buat bangunin adik,” Sera
Ode atau teman laki-laki Sera satu-satunya yang paling dekat pun menyerahkan ponsel dan Sera mendekatkan ponsel Ode ke telinga Julian, namun suara game yang konon bisa bangunin semua suami tak bisa membangunkan Julian.
Teman-teman perempuan Sera tertawa, saat Sera gagal membangunkan Julian,
“Lahh kok gak bangun?? Di TikTok biasanya mau kok,” Sera
“Pfft, bukan gitu cara bangunin Julian Ser,” Wiwik
Wiwik mendekat ke Julian, namun Wiwik malah tersipu karena ketampanan Julian,
“Sera, Julian ganteng banget saat tidur, jadi gak tega,” Wiwik girang
Sera menepuk jidat melihat tingkah temannya itu, Sera pun mendekatkan bibirnya ke telinga Julian,
“Aku tau kau udah bangun, kau mau bangun sekarang atau malam ini kau tidur diluar,” Sera
Julian sontak bangun, Julian mengucek matanya pelan,
“Kan bangun, daritadi kayak gini kek,” Sera
Sera memakan baksonya, Julian menatap Sera,
“Sera jahatnya, masa aku mau disuruh tidur diluar,” Julian
“Udahlah cepat makan baksomu, keburu dingin,” Sera
“Kalian tidur 1 kamar??” Ode kepo
“Iya, karena gak ada kamar lain,” Sera
Julian menatap Sera sambil menyuap mie bihun ke mulutnya,
“Kalian jangan pikir negatif, aku dan Sera bersaudara kembar, gak akan buat macam-macam,” Ujar Julian setelah menghabiskan makanan di mulutnya
“Karena kamu Ketos J, kami percaya banget padamu,” Tya
Sera melanjutkan makan dengan lahap, Julian tersenyum kecil, lalu Julian memberikan bakso-bakso miliknya ke Sera,
"Ini untukmu Sera, aku sudah cukup kenyang," Julian
"Kau bahkan hanya makan mie bihun aja, masa udah kenyang," Sera
"Aku terbiasa makan nasi sup di siang hari," Julian
"Pantas kau terlihat kurus dan lemah," Sera
Julian tertegun, "Tubuhku pas kok, bahkan gak terlalu kurus, aku juga sabuk hitam di karate, juara 1 di dirty boxing, aku gak mungkin lemah Sera," Julian
"Ya ya, terserah, tapi kau harus rajin makan, cowok kurus kering juga gak ada yang minat," Sera
Sera memakan pentol bakso milik Julian, Sera yang nampak kepedasan (Sera penyuka pedas) pun menghabiskan es tehnya, Julian pun juga memberikan es tehnya yang belum terminum,
"Kamu suka pedas ternyata ya," Julian
"Ya sambal tertentu," Jawab Sera sekenannya
__ADS_1
Julian mengeluarkan sekotak susu cair dari dalam tasnya,
"Ini untukmu, minumlah, rasa pedasnya akan lebih cepat hilang," Julian
"Makasih," Sera
Sera meminum susu itu, tak lama, Sera sedikit lebih baik,
"Gimana?? Gak terlalu panas lagi kan??" Julian
Sera mengangguk,
"Syukurlah," Julian
Setelah selesai makan, mereka pun mengembalikan mangkok ke dagang bakso yang terletak di sebelah utara Kelas Sera tepatnya disamping pas Kelas 12 MIPA2.
Sementara Sera dan para cewek mengembalikan mangkok, Julian bangkit dari kursinya dan bergabung dengan para teman cowok Sera,
“Yang mana lagi kurang?? Biar kubantu,” Julian
“Udah hampir selesai kok, santay aja Jul,’ Ode
“Oh ya, kita belum kenalan, aku hanya tau nama Ode aja, namaku Julian, adik Kembar Sera seperti yang kalian tau,” Julian
“Namaku Segara, panggil aja Ponal, ini Bayu, lalu Yogi, Yoga, Wahyu, Andi dan...” Ponal
Ponal pun memperkenalkan satu persatu para cowok sekelas,
“Jumlah cowok disini emang lebih banyak daripada ceweknya ya??” Julian
“Iya, sebelumya ada 26, 12 cewek, 14 cowok, tapi 2 cewek pindah sekolah dan 1 cewek nikah bulan lalu, udah punya anak cowok lagi,” Jelas Ode
“Aihh masih ada Pernikahan dini dijaman ini ck ck ck,” Julian
Julian melihat hasil karya Para Anak Cowok,
“Hm lumayan kreatif,” Puji Julian
“Julian, Sekolahmu pernah ada Festival??” Yogi
“Yaa, hampir 3 bulan sekali selalu ada Festival, tapi gak pernah sesibuk dan sederhana ini,” Julian
“Untuk Ultah Sekolah, biasanya sekolahku selalu menyewa Pulau untuk Festival, semua dilakukan disana, hanya Festival Nasional YGS aja yang disekolah, tapi aku gak pernah ikut tim karena sibuk jadi Pengawas,” Julian
“Oh ya ya, kau kan Ketua InOs,” Ode
Para Cowok sedikit meringis karena penampilan Julian yang rapih dan tampan dengan balutan jas mahal, sedangkan mereka bahkan ada yang dikeluarkan seragamnya tanpa dasi.
Tiba-tiba telepon Julian berdering, Julian menjauh sedikit untuk menelepon.
.
Disisi lain, Sera dan Teman-teman Perempuannya berada di kantin dekat Kelas Sera(Sekolah Sera mempunyai 3 kantin termasuk dagang bakso, satu terletak diselatan Kelas 10 MIPA3 dan satunya disebelah barat Kelas Sera), mereka mengobrol disana untuk membiarkan Julian dekat dengan anak-anak cowok juga,
"Wahhhh Sera, gak kusangka kamu punya adik kembar yang seorang Ketos J," Wiwik
"Aku pun baru tau juga," Sera
"Tapi masa kamu gak tau Ketos J ataupun YGS??" Yonia
Sera menggeleng, "Memang ada apa sih??" Tanya Sera
"Ya ampun, YGS itu adalah Yayasan Pendidikan yang memiliki Kekuasaan di Pemerintahan Pendidikan dan Olahraga, Prestasi mereka itu melambung tinggi padahal baru beberapa tahun ada, YGS memiliki kekuasaan dan tanggungjawab penuh atas Pendidikan dan Para Remaja di Negara ini," Wiwik
"YGS punya semua tingkat pendidikan, Paud, TK, SD, SMP, SMA, bahkan Universitas, mereka punya hak untuk membuka maupun menutup Sekolah-Sekolah. Dan juga disetiap Sekolah kan punya kayak Osis, kalau di YGS ada 2 Osis, Osis Murid biasa dan Osis Inti, Osis Inti itu punya tanggung jawab untuk mengurus Seluruh SMA di Negara ini. Julian itu Ketua Osis Inti di YGS," Lanjut Wardani
"Kalau begitu, di sekolah ini ada masalah dong," Sera
Semua terdiam karena tersadar,
"Ehhh bener juga," Tya
"Ada masalah apa ya??" Wiwik
“Yang terpenting apa gak papa ninggalin Julian sendiri dikelas?? Kan kasihan di tinggal,” Sumade
“Biarin aja dulu, biar yang lain juga akrab,” Sera
“Julian juga orangnya ramah, pasti mereka cepat akrab,” Ming
__ADS_1
“Tapi sejak ada Julian, para anak cowok diem polos aja gak sih, pasti mereka merasa jika Julian itu perbandingan nyata,” Wardani
Mereka tertawa,
“Tentu saja, biasanya Si Ponal kan udah nakal dan banyak yang bolos, sekarang malah kumpul semua dikelas,” Wiwik
Sera diam dan menjawab sekenannya saat ditanya.
.
Di Kelas, para teman cowok Sera merasa pusing karena Julian berbicara ditelepon menggunakan bahasa yang mereka tak mengerti sama sekali, saat sudah selesai menelepon, Julian kembali ke tempat sebelumnya.
“Julian, kenapa kau menggunakan bahasa asing saat menelepon?? Lancar pula,” Ode
“Karena ini percakapan rahasia, gak boleh sembarangan orang tau,” Julian
“Kau bisa berapa bahasa??" Ponal
"Tadi kau bicara pakai hampir 4 bahasa yang berbeda, dan itupun gak termasuk bahasa Inggris, pasti kau menguasai lebih dari itu kan??" Yogi
“Hmmm, bahasa yang aku kuasai kurang lebih 20, aku sengaja dalam percakapan rahasia gak gunain bahasa Inggris, bahasa Internasional terlalu bahaya untuk percakapan rahasia,” Julian
“Wahhh banyaknya, kau memang pantas menjadi Ketos InOs,” Yoga
Tiba-tiba salah satu mereka berdiri dengan membawa pakaian voli,
“Yogi, kalau ada guru bilangin aku latihan voli, sebentar lagi kan ada Pertandingan Voli,” Wahyu
“Voli? Aku boleh ikut?? Udah lama gak main Voli,” Julian
“Gimana basket? Gini-gini kelas ini juga jago-jago main basket,” Tantang Ponal
“Baiklah,” Julian
Mereka semua pun keluar kelas dan berpapasan dengan Sera dan teman-temannya,
“Oi, kau mau kemana??” Sera
“Sera, kami ingin main basket, mau nonton??” Julian
“Siang-siang gini?? Gak kepanasan nanti??” Sera
“Gak masalah, ayo kita ke lapangan,” Julian
Dengan paksaan teman-teman Sera, Sera pun setuju untuk menonton, dan semua anggota Kelas 12 MIPA3 pun ke lapangan basket setelah meminjam bola dari ruang guru.
Di lapangan basket, para cowok pun terbagi, dan dengan kecurangan Ponal dan Bayu, tim Julian terdiri atas cowok-cowok yang kurang bisa basket, Julian yang menyadari hal itu hanya tersenyum miring.
Sebelum pertandingan, Julian menitipkan jas dan dasinya ke Sera, Julian juga menggulung lengan kemejanya dan membuka kancing atas kemejanya, dan penampilan Julian yang seperti itu terlihat sexy di hadapan para gadis,
“Sera, jika aku menang, kamu harus memasakanku makanan enak nanti ya, aku sudah malas makan makanan luar,” Julian ke Sera
“Ahh ya ya, akan kubuatkan,” Sera
Julian tersenyum dan kembali ke lapangan.
Saat pertandingan di mulai, Guru Olahraga yang bernama Pak Wana juga menonton pertandingan itu karena sedang mengawasi latihan voli.
Dan Pak Wana tercengang dengan permainan Julian, walau terlihat bermain sendiri(Karena teman setimnya tak dapat diandalkan), Julian yang melawan 5 orang tim lawan tetap bisa mendapat skor dan tak membiarkan tim lawan.
Saat skor 25-0, Pak Wana menghentikan permainan dan menjadikan Julian sebagai pemenang, Julian yang berkeringat pun kembali ke Sera yang duduk ditempat adem meninggalkan teman-teman cowok yang juga menyingkir dari panas lapangan,
“Gimana Sera?? Hebatkan aku, aku itu adalah Atlet Basket Profesional,” Julian
Sera menatap Julian yang sudah seperti anak anjing yang haus pujian dan sedang menggoyangkan ekornya,
“Hm ya, kau memang hebat, bisa menang padahal mereka juga jago-jago,” Sera
Julian menggeleng, “Tidak, mereka harus lebih banyak berlatih, jika mereka tetap seperti sekarang maka jika ada pertandingan antar sekolah di Kecamatan aja, mereka pasti ditertawakan,” Julian
“Aku gak suka olahraga, jadi aku gak peduli, sekarang pulang yuk, aku udah bosan di sekolah, gerbang juga lagi terbuka,” Sera
“Tunggu jam pulang aja gimana?? Lagi 2 jam juga,” Julian
“Dan menunggu di Kelas selama itu, bisa ketiduran aku,” Sera
“Ya baiklah, ayo kita pulang,” Julian
Mereka pun kembali ke kelas.
__ADS_1
Setelah bilang ke Wardani yang sebagai Ketua Kelas, mereka pun pulang duluan saat tak ada satpam berjaga.