Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
20. Sampai Jakarta


__ADS_3

Hari berlalu... Hari Sera dan Julian pergi pun tiba...


Sera dan Julian sudah di Soekarno-Hatta Airport, Sera merasa bingung karena Julian sama sekali tak membawa apapun, mereka menunggu jemputan,


"Ahhh enak ya jadi kau, tinggal bawa hp dan dompet," Sera


"Hah?? Aku biasanya emang kayak gini, membawa koper hanya menyusahkan, lagipula jadi irit uang bagasi kan," Julian


Julian melihat Sera yang rambutnya di jepong,


"Kenapa kamu di jepong seperti itu Sera??" Julian


"Jakarta itu puanas pakek banget, dan aku paling gak bisa tuh terkena panas, rambutku akan rusak kena keringat jika aku gak giniin," Jelas Sera


"Hmm, dirumah juga kamu jarang digerai, hanya pas tidur aja aku lihat," Julian


"Rambutku bisa gempel nanti kalau kena keringat," Sera


Julian mengambil dompetnya dan memberikan Sera black cardnya,


"Pakailah ini selama kita di Jakarta, belilah apapun yang kamu mau, aku sudah membeli apartemen di sekitar sekolah, jadi kamu gak perlu ke rumah orang tua angkatku. Aku tau kamu pasti gak mau karena malu dan menjadi kikuk, karena itu aku gak menginap di sana, ya walau hanya 2 malam kan lumayan, apartemen itu juga buat investasi karena itu jangan mikir soal biaya nya Sera," Jelas Julian


Sera menatap Julian serius, Julian menjadi tegang sendiri, namun Sera mengambil black card dan memasukannya kedalam casing ponselnya,


"Kartunya ngak akan mungkin hilang kalau kayak gini," Sera


Julian berdiri saat melihat seseorang mendekatinya,


"Maaf menunggu lama Tuan Muda,"


"Pak Jo, lama tak bertemu," Julian


Julian meraih Sera dan memperkenalkan Pria paruh baya itu,


"Sera, ini Pak Jo, Beliau adalah salah satu sekretaris kepercayaan Papa. Pak Jo, ini Sera, Kakak kembar yang kuceritakan," Julian


"Apa kabar Nona Muda? Senang bertemu denganmu Nona," Pak Jo


"Ah, ngak perlu seformal itu," Sera


"Tidak bisa Non, peraturan tetaplah peraturan," Pak Jo


"Pak Jo memang seperti ini Sera, jadi gak apa," Julian


"Ah baiklah," Sera


"Tuan Muda, Nona Muda, apartemen sudah saya siapkan. Saya akan mengantar kalian ke sana, mari silahkan," Pak Jo

__ADS_1


Mereka mengikuti Pak Jo ke mobil, dan Sera nampak terkejut melihat mobil mewah yang akan ia gunakan.


.


"Wahhhh, besarnyaaa,"


Sera sangat terkejut melihat gedung apartemen yang akan mereka tempati sementara waktu,


"Di kamar mana kita akan tempati??" Tanya Sera


"Kamar yang mana?? Itu terserahmu Sera. Sudah kubilang kan, aku membeli apartemen, dan untuk 3 hari kedepan, satu gedung inj aku sengaja masih kosongkan untuk kamu. Pilihlah yang mana kamu suka," Julian


"EHH?? SATU GEDUNG APARTEMEN INI?? KAU BELI??" Sera terkejut


"Kan udah kubilang, kamar manapun yang kamu mau, itu yang akan menjadi milikmu, dan sisanya akan aku jual kepada yang minat. Pak Jo, dimana katalognya," Julian


Pak Jo memberikan tab yang sudah berisi katalog apartemen itu,


"Ini, pilih lah," Julian


"Jika aku pilih yang paling mahal karena bagus?? Kau bisa rugi," Sera


"Tidak apa, aku malah senang karena matamu cukup jeli dan bisa memilih yang paling bagus," Julian


"Hm, gak salah juga sih," Sera


Sera mengambil tab itu dan mulai memilih,


"Hmmm," Sera bingung


Sera tak sengaja melihat apartemen yang berisi 3 kamar dengan kamar mandi di dalam serta 2 ruangan kosong, 1 kamar mandi luar dan dapur mini dekat ruang tamu, dengan semua ukuran yang pas sesuai minat Sera selama ini,


"Aku mau yang ini," Sera


Sera memberi tunjuk ke Julian,


"Hmmm, kamu yakin?? Ini hanya apartemen biasa lhoo," Julian


"Aku gak terlalu suka tempat yang luas karena aku malas membersihkan, jika ini buat aku, maka kamarnya pas, satu ayah, satu kau dan satu aku, ruangan kosong bisa buat gudang atau kamarnya Rini, ruangan kosong lagi satu bisa untuk tempat sembahyang Ayah, dan ada kamar mandi di luar juga untuk tamu, warnanya juga adem dan pandangan mengarah ke kolam berenang, dapurnya kalau dilihat dengan gambar, gak terlalu mini dan gak terlalu besar," Sera bersemangat


Julian memandang Sera dan tersenyum,


"Kakakku memang yang terbaik, aku akan bilang sama Pak Jo, kamu tunggu sebentar disini," Julian


"Baiklah," Sera


Julian pergi mendekat ke Pak Jo dan memberikan tab itu ke Pak Jo, Sera terlihat bahagia.

__ADS_1


.


Saat mereka mendapat kunci kamar dan pergi ke kamar, Sera melihat ada beberapa perabot masak yang sudah tersedia, Sera lalu membuka semua kamar untuk melihat-lihat, dan menyadari jika hanya ada 1 ranjang besar ukuran 200×200 di kamar utama, sedangkan kamar yang lain kosong,


"Kenapa hanya ada 1 kasur??" Sera


"Aku kira kamu akan memilih yang paling mahal, karena itu aku hanya ngasih ranjang di kamar-kamar yang besar, sisanya aku hanya memberikan 1 aja," Julian


"Ahhhh, kau ini, kenapa gak bilang," Sera


"Yaaa kukira kamu juga baca perlengkapan di katalognya," Julian santay


Sera cemberut, Julian tiduran di ranjang,


"Biasanya juga 1 ranjang, gak masalah jadinya," Julian


Suara bel berbunyi, Julian berdiri dan membuka pintu, Julian melihat Pak Jo membawa banyak kotak dan pengikut,


"Tuan Muda, ini barang-barang dari Nyonya, Nyonya dan Tuan sedang melakukan perjalanan ke Turki, karena itu Nyonya mengirimkan barang-barang ini, Nyonya juga sudah menyiapkan orang-orang untuk mendandani Nona Muda dan akan datang besok untuk Ending Party Tuan," Pak Jo


"Baiklah, tolong urus sisanya ya Pak Jo," Julian


"Baik Tuan Muda," Pak Jo


Pak Jo pun memasukan semua barang-barang itu ke apartemen.


Sera yang lagi rebahan di ranjang pun keluar dan melihat banyak sekali barang bawaan,


"Wahhh banyak sekali. Pesta utamanya kan hanya 1 hari," Sera


"Yaaa, inilah yang terjadi jika Bunda menyukai sesuatu. Semua gaunnya sudah disesuaikan dengan ukuranmu jadi gak masalah kok," Julian


"Ya," Sera


Sera mengambil ponselnya dan menelepon Ayahnya untuk memberi kabar.


.


.


.


Kebesokan paginya, Sera sudah terlihat sangat cantik, dengan balutan dress formal berwarna biru muda, Julian yang selesai duluan tersenyum melihat Sera yang baru selesai, dengan rambut terkepang 1 ke kiri, Sera mendekat ke Julian,


"Bagaimana?? Cocok??" Sera


Julian yang terbengong tersadar dan langsung bersikap biasa,

__ADS_1


"Ekhem, kamu terlihat sangat cantik Sera. Orang-orang yang dipilih Bunda memang yang terbaik. Sudahlah, sekarang ayo kita berangkat," Julian


Sera mengangguk dan mereka pun pergi.


__ADS_2