
PLAKKK!!!
Tamparan keras dipipi Sandy, Sandy melihat Ayahnya yang bernama Andre,
“Pa-Papa,” Sandy
“Jangan memanggilku Papa, mempunyai anak sepertimu sungguh menjijikan. Sandy, Papa ngak pernah mengharapkan apapun dari Satria karena Papa merasa kamu udah cukup untuk sebagai Pewaris, tapi Papa salah, kamu harus lebih banyak belajar lagi. Di hadapan semua orang kamu telah mencoreng nama baik Keluarga Wangsa. Papa akan mengasingkan kamu ke luar negeri, kamu harus belajar yang lebih benar disana, jangan pernah kembali sebelum kamu mengubah sifat sombongmu itu,” Andre
“Papa, kumohon jangan mengasingkanku, aku gak mau ke luar negeri,” Sandy
“Tidak ada tapi-tapian, Pamanmu Jonathan telah mengatakan segalanya, dan kamu Juga Satria, kamu akan ikut Sandy ke luar negeri, kalian bisa tinggal bersama Kakek kalian disana,” Andre
“APA?? Papa, aku gak mau ke luar negeri, aku sudah menyadari kesalahanku, aku akan memohon ke Bunga supaya memaafkan aku, jangan kirim aku ke luar negeri Pa,” Satria
“Paman Andre, mereka memang membuat kesalahan, tapi bukankah dengan mengirim mereka ke luar negeri akan menimbulkan masalah lainnya?? Mereka bisa memiliki dendam pribadi di hati mereka dan itu tidak diinginkan siapapun,” Julian
Bunga tiba-tiba datang,
“Tuan Andre, Kak Julian benar, lagipula mengirim Kak Sandy dan Satria ke tempat Tetua itu sama dengan Tuan ingin menghabisi Kedua Putra Tuan,” Bunga
“Bunga, maafkan kedua putraku ini, aku sebagai Ayah mereka terlalu sibuk bekerja dan tak memperhatikan pertumbuhan mereka dan membuatmu menderita selama ini,” Andre
“Tidak apa Tuan, Tuan telah memberikan tempat tinggal yang nyaman serta makanan yang enak selama ini kepada Keluargaku, jika harus mengorbankan diriku, akan aku lakukan untuk membayar hutang budiku,” Bunga
“Bunga,” Lirih Satria
“Aku gak mau pergi!! Aku akan selalu membuat Bunga berada disisiku, jika tidak, maka Bunga sekalian saja tidak hidup,” Sandy
Sandy mengeluarkan sebuah pisau yang entah dimana ia simpan dan menyerang Bunga, namun Satria lebih cepat memeluk Bunga hingga Satria yang tertusuk,
“Sa-Satria,” Bunga terkejut
“Bunga, maafkan aku,” Lirih Satria sebelum terpingsan
Para Penjaga YGS pun mengamankan Sandy dan yang lain membawa Satria ke Ruang Kesehatan(Ruang Kesehatan YGS juga merupakan Rumah Sakit Umum di Wilayah YGS yang memiliki fasilitas yang bahkan lebih bagus dan memadai ketimbang rumah sakit swasta).
.
Di ruang operasi, semuanya bingung karena Dokter sedang tidak berada di tempat dan luka Satria sangat dalam, Reina mencoba menenangkan Bunga yang terus menangis,
“Apa yang harus kita lakukan Lian?? Murid Kesehatan juga gak ada yang punya ijin operasi,” Vino
“Kalau bawa ke Rumah sakit lain juga gak mungkin, Satria bisa kehabisan darah dan mati di perjalanan,” Dion
Tiba-tiba Axel datang dengan pakaian operasi,
“Hei, lo semua lupa? Keluarga gue adalah Keluarga Dokter Terbaik yang pernah ada, gue juga punya ijin operasi sejak masuk SMP, gue akan memimpin operasi,” Axel
Axel mendekat ke Bunga,
“Bunga, jangan menangis, kalo kamu terus menangis, aku gak akan bisa konsentrasi saat operasi nanti, aku akan berusaha menyelamatkan Satria, jadi tenang dan jangan menangis, berdoalah supaya operasi berjalan lancar. Tapi sebelumnya, siapa disini bergolongan darah O??” Axel
__ADS_1
“Gue, gue golongan darah O,” Julian
“Gue takut kekurangan darah saat operasi, jadi lo mau ikut ke dalam buat jadi pedonor??” Axel
“Ya, gue gak minum alkohol atau makan makanan aneh, seharusnya darah gue bersih,” Julian
“Baiklah, itu bagus, kita coba dulu, Si Satria mau menerima darah lo apa kagak,” Axel
Axel dan Julian pun masuk ruang operasi setelah Julian berganti pakaian.
.
.
.
Setelah operasi selesai, Julian merasa senang karena Satria menerima darahnya dan operasi berhasil, Julian yang mengeluarkan banyak darah pun keluar dari ruang operasi dengan dipapah Axel,
“Kak Julian,” Bunga
“Lian, lo gak papa??” Vino khawatir
“Jangan cemas, Julian hanya kekurangan darah, dia memberikan banyak darahnya ke Satria, dan operasinya berhasil dengan lancar, tinggal nunggu Satria bangun aja, kalian bisa tenang,” Axel
Axel memberikan obat penambah darah ke Julian,
“Minum ini, jika lo mati karena kekurangan darah, bukan hanya Keluarga Wangsa yang hancur, tapi ijin operasi gue juga bisa dicabut,” Axel
Axel pun pergi, Andre mendekat ke Julian,
“Sama-sama Paman, aku memang sempat kesal dengan Satria, tapi bukan berarti aku ingin kematiannya, Satria melakukan tingkah karena dia ingin dipandang, jadi Paman, bersikaplah adil pada kedua putramu sebelum mereka saling membunuh,” Julian
“Sekarang aku mengerti kenapa Jonathan memilih menjadi Sekretaris Hans daripada merebut Wangsa Group dariku, Keluarga Ginanjar sungguh bisa mendidik anak dengan baik. Paman akan mengurus Sandy, Paman titip Satria, dan sekali lagi terima kasih Nak Julian,” Andre
Andre pergi,
“Dan Bunga, jadi apa pilihanmu??” Julian
Tiba-tiba Satria keluar dan memeluk Bunga,
“Bunga, kamu baik-baik saja kan?? Tidak ada yang terluka kan??” Satria
“Satria, aku baik-baik saja, kenapa kamu tiba-tiba bangun?? Kamu habis operasi,” Bunga
“Syukurlah kamu baik-baik saja, aku sangat khawatir,” Satria
“Hei, seharusnya lo khawatirkan diri lo sendiri, tiba-tiba bangun seperti ini, jika luka lo robek lagi, gue gak akan biarin Julian donorin darah buat lo lagi vangs*t,” Vino
“Kak Julian, Kakak yang mendonorkan darah ke gue??” Satria
“Kalo lo mati maka Bunga akan sedih, gue gak mau adik angkat gue ini menangis lagi,” Julian
__ADS_1
Satria pun menunduk, “Terima kasih Kak, gue akan berusaha berubah untuk Bunga, gue menyadari jika selama ini gue salah,” Satria
“Jangan ke gue, jika lo mau minta maaf, langsung ke orangnya, dasar bodo,” Ujar Julian sambil duduk di kursi,
Satria menatap Bunga,
“Bunga, kumohon maafkan aku, aku berjanji akan merubah sikapku, aku bahkan akan belajar dari Kak Julian supaya aku bisa menjadi cowok yang kamu idamkan,” Satria
“Satria, aku sudah memaafkan kamu. Dan Kak Julian itu bukan tipeku, aku- aku hanya melihat Kak Julian sebagai Kakak karena Kak Julian orang pertama yang melindungiku dan membantuku, kamu tidak perlu menjadi orang lain untuk mendekatiku,” Bunga
“Ekhem, jadi Bunga, kamu menerima Satria sekarang nih??” Julian
Bunga yang mengetahui jika Satria benar-benar berubah ketimbang Sandy yang benar-benar menganggap ia hanya anak pembantu pun mengangguk, Satria tersenyum senang dan mencium Bunga, Julian cs sontak terkejut, Vino pun dengan cepat memisahkan Satria dan Bunga,
“Oi, Oi, main nyosor aja, disekolah ini brother, dilarang mesum,” Vino
Julian dan Reina tertawa kecil dan Bunga tersenyum malu,
“Vino, bawa Satria ke dalam dan kunciin sebelum dia berbuat yang aneh-aneh,” Dion
“Ehhh??? Jahatnyaaaa. Bunga, kamu pacarku sekarang kan??” Satria
Bunga mengangguk,
“Kan, Bunga adalah pacarku, masa aku gak boleh cium,” Satria
“Anak bayi gak boleh mesum-mesuman, tunggu dewasa baru boleh,” Julian
“Ahhh Kak Julian memang Iblis bengis cih,” Satria
“Udah udah, kita tau kok, sekarang lo masuk dan istirahat sekarang sebelum lo nyerang Bunga lebih bahaya lagi,” Vino
Vino memasukkan Satria ke ruang rawat di dekatnya dan mengunci pintunya, Satria pun mengedor-ngedor pintu,
“Woy bukak woy,” Satria
Julian cs tak mendengarkan,
“Bunga, walau kamu udah memilih Satria dan Satria janji akan berubah baik, tapi jika dia macam-macam, katakan saja padaku, Kakakmu ini akan menghajarnya untukmu. Mulai sekarang berbahagialah,” Julian
“Benar Bunga, jangan ngerasa sendiri, kami akan selalu ada untukmu,” Vino
“Terima kasih Kakak,” Bunga.
.
Sejak saat itu era Kekuasaan Julian merajalela, para cowok yang biasanya membully Julian menjadi lebih sedikit karena takut pada akhirnya akan mencelakakan mereka setelah melihat nasib Anti Osis yang membully Keluarga Julian, Julian yang memiliki perusahaan besar sendiri tanpa diketahui orang-orang pun menjatuhkan Keluarga para Pembully dengan membuat perusahaan bangkrut dan membuat semua Keluarga Para Pembully memohon mohon pada Keluarga Ginanjar.
Sejak saat itu juga, Julian juga tidak pernah membiarkan satupun para pembully yang lolos dan menekan perbuatan jahat mereka sebisa mungkin, Julian tidak peduli siapapun akan ia tolong jika benar dan langsung dihabisi jika salah, Julian pun dikenal sebagai Tirani di Sekolahnya, saat naik jabatan menjadi Ketua Osis Inti Osis YGS, Julian dikenal sebagai Iblis Bengis YGS Tirani Tanpa Ampun.
Julian sendiri semakin sibuk karena Axel memaksa Julian untuk ikut InOs dan mulai belajar menjadi Ketua OSIS, namun disela kesibukannya, Julian tetap berusaha mencari Keluarga Kandungnya dan juga memperhatikan hubungan Bunga dan Satria.
__ADS_1
Hubungan Satria dan Bunga semakin membaik, bahkan Satria menjadi Boss para bucin, Satria bahkan memaksa Julian meluangkan waktu 1 jam sehari untuk mengajarinya bersikap lembut, Satria juga keluar dari Anti Osis dan sibuk memanjakan Bunga.
Flashback End.