
Back to Story...
“Gitu Sera, serem banget kan, sejak saat itu, Sean dipindahkan ke YGS bagian Dubai agar tak bertemu Julian lagi, Kepsek takut jika perseteruan Julian dan Sean menjadi perseteruan Keluarga, kamu tau kan perseteruan orang hitam dan orang putih, nah kayak gitu dah,” Reina
“Berarti yang bernama Sean itu tertinggal kelas?? Kan gak bisa ikut Ujian Akhir,” Sera
Reina menggeleng, “Tidak, Keluarga dia itu hampir sama kaya seperti Keluarga Ginanjar, jadi dia bisa membayar untuk Ujian,” Reina
Sera terdiam sesaat,
“Aku bukannya menjelekkan Lian ya, aku hanya menceritakan apa adanya, supaya kamu juga berhati-hati, Sean itu ciri khas manusia yang ingin menang, dan Lian itu manusia yang gak mau kalah. Si Sean mungkin suatu hari nanti, akan membalas perbuatan Lian,” Reina
Reina menaruh gelas yang ia pegang,
“Karena itu juga, Lian mengambil kamar khusus ini untuk menyembunyikanmu, Lian bahkan bilang akan membelikan mobil Lamborghini keluaran terbaru yang sangattt kuinginkan jika aku menjagamu dengan baik,” Reina
“Jika adik wungsu tidak melakukan itu??” Sera
“Aku juga akan tetap menemanimu. Jangan kira karena YGS adalah sekolahan anak konglomerat dan ningrat, murid-muridnya pada sombong, kagak tau, kami selalu ada untuk orang-orang kelas bawah. Karena itu, pelajaran utama di YGS adalah Mapel Human, pelajaran lain boleh gagal, tapi kalau di Mapel Human gagal, bisa gak lulus,” Reina
Sera sekarang mengerti kenapa YGS sangat disegani dan sangat dipuja walau di kalangan bawah sekalipun.
Reina berdiri, “Sera, kamu lapar?? Aku akan menyuruh seseorang membawakan beberapa makanan. Si Lian akan mengomel jika membiarkan berat badanmu turun karena lama tidak makan. Aku hanya pergi sebentar, tunggu disini ya,” Reina
Reina pergi, Sera bersandar tenang,
“Ternyata Anak bungsu itu segalak dan sekeren itu,” Bathin Sera
Sera membuka medsosnya dan menghapus semua postingannya,
“Aku gak boleh mempermalukan adikku, sebagai Kakak, aku harus melakukan hal baik supaya adikku menjadi yang terbaik,” Sera
Tiba-tiba seorang Pemuda datang,
“Jadi lo yang namanya Sera?? Tch, sangat berbeda dengan yang di foto,”
“Siapa kau??” Sera
“Kayaknya barusan, Si Reina udah menceritakan,”
“Kau- Sean,” Sontak Sera
“Ya,” Jawab Sean
Sean tersenyum miring,
“Lo tau, gue sangat membenci Si Julian itu, gue sangat ingin menghabisi Si Julian, tapi menyiksanya sebelum membunuhnya jauh lebih menyenangkan,” Sean
Sean meraih tangan Sera dengan kasar,
__ADS_1
“Ikut sama gue tanpa banyak bacot,” Sean
Sera mencoba memberontak namun walau Sera gemuk, Sera lebih lemah dari Sean, Sera hanya bisa mengikuti Sean.
Tak lama, Reina datang dan tak melihat Sera,
“Ke-Kemana Sera?? Aduh, Lian bisa marah lagi, jangan-jangan-“ Reina curiga
Reina pergi ke ruang billiard.
.
“APA!!??? SERA GAK ADA DI TEMPAT???”
Semua sontak terdiam karena Julian tiba-tiba berteriak,
“Seluruh Murid YGS dari penjuru dunia datang ke sini, apa jangan-jangan-“ Dion
“Gue juga mikir gitu,” Reina
“Hei, jika Sean berani menyentuh Sera, Lian pasti membunuhnya,” Vino
“Gue akan benar-benar membunuhnya. Cepat cari Sera,” Titah Julian
Teman-temannya mengangguk dan menyebar dengan diam supaya pesta tetap berlanjut, saat Julian sendiri, Julian mendapat pesan dari Sean yang berisi foto Sera tertidur di ranjang salah satu kamar, dengan caption,
“Lo tau kan, gue juga gak pernah mandang body. Apa Kakak lo ini masih virgin??” Tulis Sean di caption
.
.
.
Disisi lain, di ruangan rahasia di rooftop, Sean tersenyum miring dan menatap Sera yang masih tertidur akibat obat tidur yang ia berikan,
“Dia memang mirip gajah, biasanya hanya 5 ml sudah bisa membuat seseorang tidur, tapi ini membutuhkan 30 ml untuk langsung tidur, ck ck ck,” Sean
Sean menaruh ponselnya dan mendekat ke Sera,
“Dia manis juga,” Sean
Sean sempat tergoda, namun Sean menggelengkan kepalanya cepat menyadarkan diri,
“Jangan bodoh Sean, dia hanya sebagai umpan supaya Si Anak Buangan itu datang,” Bathin Sean
Sean melihat belahan dada Sera karena gaunnya berantakan, Sean juga menjadi tertarik dengan leher Sera,
“Sedikit saja seharusnya gak masalah kan,” Sean
__ADS_1
Sean menyusupkan kepalanya ke leher Sera, dan memberikan kissmark di leher Sera, namun tiba-tiba....
BRAKKK!!!!
Dobrakan pintu yang keras mengejutkan Sean. Julian melihat jika Sean sedang melecehkan Sera,
“Lo benar-benar gak sayang nyawa ya,” Julian.
.
Di lantai 1, Dion, Reina, dan Vino berkumpul dengan kebingungan,
“Dimana Sean menyembunyikan Sera sebenarnya??” Vino
“Kita sudah mencari berkeliling tapi gak ketemu juga,” Reina
“Yang gue takuti, Si Lian menemukan Sean duluan dan menghabisinya, kalian tau sendiri, kalau tentang Keluarga terutama Kakak Kembarnya dia tak akan segan pada siapapun,” Dion
“Kita harus lebih mencari Sera sebelum terlambat,” Reina
Dion dan Vino mengangguk dan kembali menyebar.
.
Disisi lain...
Julian meraih kerah kemeja Sean, dan menjauhkan Sean dari Sera,
“Beraninya lo menyentuh Sera!!! Udah gue bilang, lo kalo punya masalah, cari gue, gue akan ngelayanin lo kok, jangan sentuh Keluarga gue!!” Julian marah
“Lo sangat sayang dengan Keluarga lo ya, mau sampai kapan lo jadi wayang 2 muka hah!! Lo pura-pura perhatian sama Keluarga padahal lo yang hancurin kehidupan Gladis, orangtua Gladis bahkan sampai bunuh diri gara-gara lo bangsat!!” Sean
“Gue udah bilang berulang kali, itu kesalahan orang tua Gladis, mereka melakukan korupsi dan membuat Negara rugi besar. Dan, gue memang benar-benar mendekati Gladis karena suka, gue bahkan ngak pernah menyangka orang tua Gladis adalah seorang koruptor,” Julian
“BULLSHIT!!!” Sean marah
Sean mengambil pisau yang ada di saku celananya dan melukai tangan Julian, Julian nampak menahan rasa sakit,
“Gue gak akan pernah percaya sama lo, lo udah hancurin hidup cewek yang gue suka, dan gue gak akan memaafkan lo Lian,” Sean
Sean menatap Sera,
“Sebagai ganti karena lo udah ngerebut Gladis, gue akan merebut Sera dari lo, Kakak lo itu sangat polos dan suram, berbeda dengan Gladis yang selalu ceria dan aktif. Gue akan merebut Sera dan membuatnya menderita, dan hanya suara jeritannya saja yang bisa lo dengar nantinya,” Sean
Julian mengepalkan tangannya,
“Gue gak peduli dengan masa lalu. Bagi gue, Gladis hanya masa lalu, Sera gak ada hubungannya sama sekali dengan Gladis. Jika lo memang ingin balas dendam, lo bisa menyerang gue, tapi jangan sentuh Sera. Sera, Sera adalah segalanya buat gue,” Julian
“Gue tau itu, karena itu, gue sangat ingin menyentuhnya,” Sean
__ADS_1
Julian menjadi lebih marah, dengan cepat, Julian merebut pisau dari Sean, dan mengekang Sean di lantai, dengan pisau di lehernya, Sean tak bisa bergerak sama sekali,
“Kenapa?? Lo mau nusuk gue, ayolah Lian, gak ada lagi kesempatan yang lebih bagus dari ini,” Sean