
Sera menaruh Serena yang masih tertidur di ranjang bayinya, lalu pergi ke kulkas mini untuk mengambil minuman dan pergi ke sofa untuk duduk disana,
“Sean, bayiku sudah lahir, sekarang waktunya kita bercerai,” Sera
“Sera, tidak bisa berdamai, aku tak mau berpisah darimu,” Sean
“Sudah cukup Sean, jangan drama lagi, ini bukan sinetron +62 yang di lebih-lebihkan. Kau berselingkuh dan selingkuhanmu hamil anakmu, itu saja seharusnya sudah lebih dari cukup kita bercerai,” Sera
“Sera, aku tau aku salah, tapi itu semua gak sepenuhnya kesalahanku, Gladis yang merencanakan itu,” Sean
“Aku juga tau kalau kau bukan tipe orang yang bisa ditipu semudah itu,” Sera
Sean terdiam,
“Kau menyalahkan semua ke wanita itu, karena di hati kecilmu, kau masih menyimpan rasa pada wanita itu, kau ingin membuat hati kecilmu membenci wanita itu agar kau bisa sepenuhnya melupakan dia,” Sera
Sean menunduk diam,
“Kau mengakuinya kan, sebaiknya kau kembali ke wanitamu dan pergi sejauh mungkin, anakku Serena tak memerlukan Ayah sepertimu,” Sera
“Jika bukan Ayah sepertiku lalu Ayah seperti siapa?? Julian?? Kamu bahkan tidak pernah menyebut namanya, dan apa kamu yakin, cinta Julian adalah sungguhan dan bukan hanya rasa obsesi dan kompetisi?? Lalu Yohan, dia terkenal dengan Playboy Kelas Kakap, dia juga tak memiliki siapapun ataupun harta benda apapun, dia sekarang hanya bisa bergantung pada Julian yang gak mau kalah itu,” Sean
Sera memijat pelipisnya yang pening,
“Aku tidak butuh saranmu Sean, kita hanya perlu bercerai, kau meninggalkan rumah ini dan semua selesai,” Sera
“Aku tidak mau, pergi meninggalkan anak dan istriku, aku tidak mau,” Sean
“Baiklah, kau tidak perlu meninggalkan Serena. Aku akan memberimu 2 pilihan. Pilihan Pertama, kita tetap bercerai, kau boleh tinggal disini melihat Serena tumbuh besar, tapi Serena tidak akan mengetahui kau adalah Ayah kandungnya, statusmu sebagai Ayah Kandung Serena akan hilang,” Sera
“Pilihan Kedua??” Sean
“Pilihan Kedua, kita tetap bercerai, kau meninggalkan rumah ini dan jangan pernah menemui Serena, jika kau memilih ini, Identitasmu sebagai Ayah Kandung Serena akan tetap diakui, Serena mungkin menganggap kau Ayah yang brengsek karena meninggalkannya,” Sera
Sean berpikir,
“Bagaimana Sean?? Aku sudah berbaik hati memberikanmu pilihan, aku bisa saja menyuruh Anak Angkat Ayah untuk menekanmu dan kau akan kehilangan segalanya, tapi yang pasti, kita harus bercerai,” Sera
__ADS_1
“Sera, apakah kita tak bisa memperbaiki segalanya?? Jika Julian tidak menculikmu, hubungan kita tidak akan kandas, kita pasti sudah hidup bahagia bersama Putri kita,” Sean
“Dari awal, hubungan kita juga dimulai dengan cara yang salah, jadi jika kita akhiri dengan cara yang salah juga seharusnya tak masalah. Dimalam itu, aku sudah ingat apa yang terjadi, jadi menjauhlah dariku dan bayiku, aku bukan lagi Sera yang gagap dan pemalu, sekarang aku akan menyingkirkan siapapun yang menggangguku termasuk dirimu Sean,” Sera
“!!!” Sean tercengang karena baru mengingat jika Sera tak lagi meminum obatnya selama kehamilannya
Sera pergi membuka pintu dan melihat Julian dan Yohan masih disana berdiri didepan pintu,
“Kalian berdua, bawa Sean pergi, aku sedang tak ingin diganggu lagi,” Ujar Sera sebelum 2 pria itu bicara
Julian dan Yohan yang bingung hanya bisa menurut, mereka menahan Sean dan saat akan membawa Sean keluar dengan paksa,
“Sera, aku pilih pilihan pertama, aku memilih pilihan pertama Sera,” Ujar cepat Sean
“Berhenti,” Sera
Julian dan Yohan berhenti dan melepaskan Sean, Sean mendekat ke Sera,
“Sera, aku sudah memutuskan memilih yang pertama,” Sean
“Kau yakin?? Kau hanya akan menjadi orang asing dirumah ini,” Sera
“Sebentar, Sera, kamu membuat kesepakatan apa dengan orang ini??” Julian
“Aku memberi Sean 2 pilihan, pilihan pertama, Sean harus menceraikan aku dan kehilangan status Ayahnya Serena untuk tinggal disini, pilihan kedua, Sean menceraikan aku dan pergi dari rumah ini demi mempertahankan status sebagai Ayahnya Serena,” Sera
“Hah?? Jadi dia tadi bilang tadi kalau dia memilih pilihan pertama, berarti dia membuang statusnya sebagai Ayahnya Serena hanya demi bisa mendekatimu lagi?? Ayah brengsek macam apa yang mengorbankan panggilan Ayah hanya demi mengejar Ibunya saja,” Yohan
“Aku melakukan ini bukan hanya demi Sera, tapi untuk Serena juga, aku ingin melihat Serena tumbuh besar,” Sean
“Sera, apa kamu yakin dengan keputusanmu?? Jika Sean tinggal disini, walau kalian sudah bercerai dan Sean bukan lagi ayah dari Serena, dia bisa saja tiba-tiba saja membalikkan keadaan saat waktu yang tepat, ditambah kamu harus melihat Gladis setiap hari, kamu kan membenci Gladis sejak kecil,” Julian
“Aku tidak masalah, Sean bekerja di kantormu dan orang itu bisa bekerja sebagai pembantu disini, membantu merawat bayi-bayi dan membersihkan rumah, itu bagus kan? Membalaskan dendam sekaligus mempermalukan, sekali mendayung, 2-3 pulau terlampaui,” Sera
Yohan tersenyum lalu mengusap lembut rambut Sera,
“Kerja bagus Sera, ini yang kusuka darimu,” Yohan
__ADS_1
“Sekarang kalian bertiga keluar, aku harus istirahat. Oh ya, suruh babysitter untuk berjaga-jaga jikalau nanti Serena menangis dan aku tak mendengar suara tangisannya,” Sera
“Baiklah, aku akan menyuruh Mbak Rina dan Bi Nur berjaga, aku juga akan membantu menjaga Serena,” Julian
“Baiklah,” Sera
Ketiga pria itu pergi,
“Hm, masalah satu selesai dan aku harus selesaikan masalah Rini, dia terus tinggal selama kehamilanku, aku yakin ada something wrong di rumah mertuanya,” Sera.
.
.
.
Keesokan harinya, Sera pergi ke rumah mertua Rini yang baru, dengan memaksa Alan mengantarnya, Sera pun sampai di rumah Rini, Sera bisa melihat jika rumah lusuh itu sudah berubah menjadi rumah bertingkat yang cukup mewah walau tak semewah rumahnya yang dibangunkan oleh Julian.
Sera dan Alan pun masuk ke dalam dan melihat jika sekitarannya sepi, karena tidak ada anjing dan pintu tak terkunci, Sera dan Alan pun bisa masuk ke dalam rumah dengan mudahnya.
Setelah melewati beberapa kamar, Sera dan Alan mendengar suara obrolan, Sera dan Alan mengintip dari jendela dan melihat jika Dego(Suami Rini), Pak Meka(Ayah Mertua Rini), Bu Ayuni(Ibu Mertua Rini), dan seorang Perempuan yang Sera lupa siapa namanya sedang mengobrol,
“Jadi kapan kalian akan melangsungkan pernikahan kalian, kita sudah susah payah mengusir Rini dari rumah ini dan merebut rumah dan semua villa, tapi sayang sekali kita tidak dapat mobilnya, padahal mobil itu sangat mewah,” Ayuni
“Masalah mobil gampang, yang terpenting kita mendapatkan semua harta kekayaan yang diberikan oleh adiknya Rini, kita kaya raya,” Meka
“Pfft, kukira menikahi Rini, aku akan selamanya sial, bisa-bisanya Si Tua Bangka Suta itu menyembunyikan tambang emas,” Dego
“Beruntung juga Rini itu orangnya bisa diancam, syukur juga kita langsung merebut anak keduanya setelah melahirkan, kita mendapatkan penerus dan juga harta yang melimpah,” Meka
“Dego, cepatlah menikah dengan calon menantuku ini, si cantik ini kan juga gak sabar, ya kan, Myani??” Ayuni
“MYANI!!!” Sera terkejut dalam hati
Wanita seumuran Rini tersenyum sok malu-malu kucing,
“Hm, iya Bi,” Myani
__ADS_1
“Jangan panggil Bi dong, panggil Ibu, aku akan menjadi Ibu mertuamu kan, kamu itu lebih baik dari Si Pembawa Sial Rini itu, Ibu senang sekali kamu bisa menjadi menantu Keluarga ini,” Ayuni