Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
25. Sepupu Penyelamat


__ADS_3

Saat Julian akan menyelamatkan Sera, seorang pria lain mendahuluinya dan membawanya ke tepi.


Reina dan teman-teman perempuannya mencoba menutupi Sera, Julian sampai di sana dan melihat pemuda itu sedang memberi Sera nafas buatan.


Setelah Sera sadar, Julian pun memangku kepala Sera, Sera terbatuk-batuk dan melihat Julian,


"Sera, aku senang kamu selamat," Julian


Julian memeluk Sera, Pemuda yang menyelamatkan Sera menyelimutkan selimut ke Sera,


"Eh Bocah, bawa Sera ke ruangan lo dan hidupkan penghangat,"


"Cih, jangan perintah-perintah gue, gue tau. Tapi thanks, Alvaro," Julian


Pria muda penyelamat Sera yang bernama Alvaro itu berdiri dan mengelap wajahnya dengan handuk kecil,


"Ck, cepatlah," Alvaro


Julian pun menggendong Sera ke ruangannya.


.


Sampai di ruang ganti, Julian menyuruh Reina membantu Sera, sedangkan Julian menunggu di luar,


"Nah kan Lian, karma is real, lo gak tau ya kalau di Bali ada hukum sebab-akibat yang namanya Karmaphala, lo ninggalin Sera sendirian dan diemin Sera malah Sera kena celaka," Dion


"Nahhh, lo nanti gak disukai Sera dan di jauhi balik lagi, nahhh lhooo, nanti lo diganti sama yang baru lagi dan lo kagak punya Sera lagi,” Vino menakut-nakuti


Walau Vino bercanda, Julian menganggap serius itu dan menjadi takut sendiri, Julian pun memilih pergi mencari Mona, saat sampai di perkumpulan Para Anggota Bangsawan(Mona termasuk Bangsawan), Julian yang sedang marah pun menarik pergi Mona ke kolam renang dan melempar Mona dengan sembarangan ke kolam itu.


Teman-teman seangkatan Julian, dari dalam maupun luar negeri, semua mengetahui sifat sadis dibalik wajah bak malaikat Julian, mereka hanya bisa diam menonton apa yang Julian perbuat, beruntung Mona bisa berenang sehingga Mona tak tenggelam, Mona menunduk takut di hadapan Julian dalam mode iblisnya,


“Ini akibat dari mengganggu Sera!!  Kalo lo berani ngecekakain Sera lagi, mau lo anak Presiden maupun Raja sekalipun, gue pastikan lo akan menerima hukuman yang lebih kejam dari ini!!” Julian marah


“Lian, tenang Lian, Wakil Ketua ada disini, jika Beliau melihat maka-“ Vino


“Maka apa!!? Selama gue hidup gue tetap bisa berkuasa di YGS, Ketua sekalipun tidak bisa mengadili gue,” Julian


Vino menjadi ciut dan bersembunyi disebalik Dion,


“Lian, tenangkan diri lo, jika Sera tau lo bisa sekejam ini, Sera bisa takut dan ngejauhin lo,” Diom


Vino mengangguk cepat membenarkan perkataan Dion, “Betul tuh betul, lo mau dijauhin Sera, selama ini kan Sera selalu liat sisi malaikat lo aja,” Vino


Julian menggepalkan tangannya dan membuat semua menjadi tegang sendiri, Julian menatap Mona dengan tajam,


“Mona, kali ini gue bakal ampuni lo, tapi hanya sekali ini aja, kalo lo berani muncul di hadapan gue ataupun Sera, gue gak akan segan,” Julian


Julian merapihkan jasnya lalu pergi,

__ADS_1


“Hei kalian, bantu Mona sana,” Dion


Dion dan Vino pergi. Dan teman-teman yang lain pun membantu Mona naik dan memberikannya handuk walau ada beberapa yang memilih menjauh dari Mona karena takut kena amarah Julian juga.


15 menit kemudian, Julian melihat Sera selesai mandi keramas dan memakai gaun baru dan dandanan baru keluar dari ruang ganti,


"Lian, tadaaa, Kakak kembar lo udah kering dan cantik lagi, hebatkan kemampuan make up gue," Reina bangga diri


Julian mendekat ke Sera, Julian menatap Sera, namun Sera tak menatap balik Julian, Julian pun semakin takut jika perkataan Vino terjadi,


"Sera," Lirih Julian


Julian memeluk Sera dengan erat, Julian juga gemetar takut jikalau candaan Vino terjadi,


"Maafkan aku Sera, aku tak seharusnya melakukan itu padamu, maafkan aku, kumohon jangan membenciku, kamu mau memukulku pun aku tak perduli, tapi jangan membenciku Sera, aku mohon maafkan aku," Julian


Teman-teman Julian sontak terkejut semua karena Julian bahkan tak pernah mengucapkan maaf ataupun mohon pada siapapun kecuali ke kedua orang tua angkat dan kedua adik Julian.


Sera melepaskan pelukan Julian dan menatap Julian,


"Kau lihat apa yang kurang dariku?? Aku tak memakai kacamata dan itu membuatku risih. Dimana kacamataku??" Tanya Sera


"Ah, ini, aku lupa ngasih," Reina


Sera memakai kacamatanya,


"Nah, kayak gini baru tenang. Tadi kau bilang apa??" Sera


"Memang siapa yang bilang aku akan marah dan membencimu?? Kau itu adik bungsuku satu-satunya yang paling manis tau. Aku tau ini pasti terjadi, dan harusnya aku yang minta maaf, 2 gaun Pemberian Bunda angkatmu malah jadi rusak karenaku," Sera


Julian memeluk Sera, "Syukurlah, aku sangat bersyukur Sera," Julian


"Ah, dan sepertinya bukan kau yang menyelamatkanku, jadi siapa dia?? Kau tau??" Sera


"Iya, namanya Alvaro, dia Keponakan Papa angkat, bisa dibilang dia Kakak sepupu kita," Julian


"Tapi kayaknya Varo udah pulang deh," Vino


"Oh. Adik, sampaikan ucapan terimakasihku ya, jika tidak ada Alvaro, aku pasti sudah celaka lebih gawat," Sera


Julian merasa sedih karena Sera tak juga menyebut namanya, namun Julian berusaha melupakannya saat ini,


"Lian, sebaiknya lo bawa Sera balik ke apartemen, dan hangatkan Sera dengan lebih baik. Disini biarkan kami ngurus," Dion


"Iya, Dion benar. Sera bisa masuk angin dengan pakaian sesexy itu," Vino


"Tapi, gimana pidato lo??" Reina


"Rein, ssttt," Dion menghentikan Reina

__ADS_1


Julian tak peduli dan meraih tangan Sera,


"Sera, ayo kita pulang," Julian


Sera melepas tangannya yang digenggam Julian,


"Kau masih ada pidato katanya, masa pulang sekarang, tidak-tidak, kau berpidato saja dulu, aku akan makan disini," Sera


"Tapi-" Julian


Sera duduk di sofa dan mengambil roti croissant yang tersaji,


"Pergilah, aku akan makan sepuasku disini," Sera


"Tapi Sera-" Julian


"Setelah semua tadi, perutku lapar sekali, apa aku juga gak boleh makan sekarang?? Aku juga akan membungkus beberapa dan itu butuh waktu, jadi kau lakukan aja yang harus kau lakukan, aku tidak akan kemana-mana lagi kok," Sera


Julian tersenyum, "Baiklah. Aku akan ada di panggung itu sambil melihatimu, jika ada yang jahat aku akan tau, aku akan menyuruh seseorang membawakan lebih banyak, jadi jangan makan terburu-buru ya," Julian


Sera mengangguk, Julian pun pergi bersama Dion dan Vino,


"Reina, kenapa kau masih disini??" Sera


"Aku tidak akan meninggalkanmu kecuali ke toilet, 2 kali aku gagal di misi yang sama, Lian akan benar-benar marah jika aku gagal ke-3 kalinya," Reina


Sera menggeleng, "Tidak, adik bungsu tidak akan marah, aku yang akan bicara sama dia nanti. Aku ingin sendirian walau hanya sebentar. Lagipula, lihat, ada begitu banyak pengawal, aku bahkan tak bisa gerak bebas, karena itu pergilah," Sera


"Ahhh baiklah, tapi jika ada apa-apa jangan ragu untuk memanggil kami ya," Reina


Reina pergi juga, Sera pun memakan satu persatu makanan,


"Hm, makanan enak setelah bencana memang paling terbaik," Sera.


.


Di belakang panggung, Julian menggenakan earphone,


"Lian, lo sadap ruangan Sera??" Dion curiga karena Julian fokus pada isi earphone


"Ya, dengan ini gue tau siapa aja yang ada didekat Sera, gue khawatir, dalam sehari, 2 kali gue lalai, lo kira gue bisa setenang itu," Lian


Reina datang,


"Uhhh gue diusir Sera, katanya ingin sendirian," Reina


"Gue tau," Julian


"Hei, kita harus fokus dikit dengan acara inti," Vino

__ADS_1


"Ah, baiklah," Julian


Mereka pun mulai melakukan apa yang harus mereka lakukan.


__ADS_2