Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
44. Tidur Bersama


__ADS_3

Hari berlalu...


Julian merasa terlalu dimanjakan, walau Sera sudah tak memasak karena sudah ada pembantu, namun Sera tetap memasak untuk Julian dan merawat Julian, walau Julian merasa senang karena Sera membatalkan untuk memilih adik baru, namun Julian merasa tersiksa karena Sera menggunakan ancaman itu.


Namun suatu hari, Julian yang meninggalkan rumah selama seminggu untuk mengurus perusahaan baru saja sampai di rumah, Julian melihat Sera sedang sedih di teras rumah,


“Sera, kamu kenapa??” Julian cemas


“Adik, kau udah pulang,” Sera


“Iya, kamu kenapa terlihat sedih?? Ada masalah apa?? Ayah memarahimu??” Julian


Sera menggelengkan kepalanya,


“Lalu?? Ada yang mengganggumu??” Julian


“Mana ada orang yang berani mengganggu Sera selama kamu ada Julian,”


Julian berdiri dan menatap Suta,


“Ayah, apa yang terjadi pada Sera??” Julian


“Anjingnya Sera, Si Devot sakit dan keliatannya akan mati,” Suta


Julian menaruh tasnya dan melihat anjing coklat yang sedang bergetar itu,


“Ayah, Om disebelah kan Dokter Hewan, kenapa gak dipanggil untuk periksa??” Julian


“Aku dan Om Kadek ada masalah dimasa lalu, dan aku juga gak punya uang simpanan untuk bayar dokter,” Sera


“Eh?? Aku kan udah memberikan uang cukup, masa segitu habis dalam seminggu??” Julian


“Itulah kebiasaan Sera, belanja online dan jajan terus,” Suta


Sera berdiri,


“Aku akan beli susu beruang dan dihangatkan, kali aja mau sembuh Devot,” Sera


Sera pergi,


“Ayah, aku akan mandi dulu,” Julian


“Baiklah, kamu juga baru datang, jangan terlalu kelelahan Julian,” Suta


“Baik Ayah,” Julian


Julian masuk kedalam.


.


Tak lama, Julian sudah selesai mandi dan baru turun untuk minum, namun Julian mendengar Sera menangis di luar, Julian dengan cepat keluar dan melihat Sera menangis keras,


“Sera ada apa?? Kenapa menangis??” Julian


“Devot mati, hiks Ayah gak mau kuburin hiks, kasihan kalau gak dikuburin, hiks huwaaaaaaa,” Sera menangis lebih keras


Julian mendekat ke Suta,


“Ayah, kuburkan saja Devot sekarang, aku akan bantu Ayah,” Julian


“Ahhhh kamu terlalu memanjakan Sera, Lian, memang kamu gak lelah, kamu baru datang dari Jakarta lho,” Suta


Julian menggeleng, “Tidak Ayah, setelah Devot dikuburkan, aku akan istirahat, aku janji,” Julian


“Baik, baik, Ayah akan buatkan lubang buat ngubur dulu,” Suta


Suta pergi, Julian mendekat ke Sera,

__ADS_1


“Tenanglah Sera, aku akan memberikan anjing yang baru jika kamu mau, jangan nangis ya,” Julian


Julian memeluk Sera, Sera bertambah menangis,


“Kenapa anjingnya Sera bisa mendadak mati??” Bathin Julian.


Setelah memakamkan Anjing Tertua Sera, Julian membersihkan diri sekali lagi dan duduk di sofa atas, Julian tiduran di sofa panjang, tak lama, Sera datang,


“Adik, ini makanan untukmu,” Sera


Julian bangun dan melihat Sera yang biasanya enerjik sekarang terlihat lesu tanpa tenaga,


“Sera, jangan sedih lagi ya, aku akan sedih jika kamu sedih,” Julian


Sera menggelengkan kepalanya, “Aku gak akan sedih lagi kok, jika aku sedih maka di akhirat, jalan Devot akan terhalang, aku gak mau itu terjadi,” Sera


Julian tersenyum,


“Ini baru Kakakku,” Ujar Julian sambil membawa Sera ke pelukannya


Sera melepaskan diri dan menyodorkan piring nasi ke Julian, Julian mengambilnya dan memakannya,


“Jadi bagaimana keadaan perusahaanmu??” Sera


“Hm, Alvaro mengurusnya dengan baik selama aku sibuk dengan Masalah Rumah, aku juga sudah memindahkan perusahaanku ke Bali agar lebih gampang aku mengurusnya, jika kamu mau liat, maka sebelum kita kuliah, datanglah ke perusahaanku,” Julian


“Memang apa nama perusahaanmu??” Sera


“S-J Corp, Sera dan Julian, baguskan?? Aku menggantinya langsung saat aku tau namamu Sera,” Julian


“EHHH???? Kenapa kau memakai namaku??” Sera


“Yaaaa aku pengen aja, lagian bagus, jadi gak masalah,” Julian


“Jika kau mau berbuat maka apa dayaku,” Sera


“Aku akan ke kamarku untuk bekerja, kamu gak tidur?? Udah jam 8 juga,” Julian


“Aku lagi sedih, aku akan dikamarmu sebentar boleh??” Sera


“Tentu saja, kenapa tidak, kamarku juga kamarmu,” Julian


Sera dan Julian pun pergi kekamar Julian, Julian duduk di meja belajarnya dan menghidupkan laptop seperti biasa, sedangkan Sera tiduran bersama Reika di ranjang Julian,


“Sera, ini nostalgia gak sih?? Dulu kan kita juga seperti ini, aku disini bekerja dan kamu rebahan,” Julian


“Ya, bedanya hanya ada Reika sebagai tambahan disini,” Sera


Mereka terus mengobrol hingga Julian tak mendengar suara Sera lagi, Julian melihat jika Sera sudah tertidur dengan pulasnya, Julian tersenyum dan mematikan laptopnya, Julian lalu menutup pintu dan entah mengapa menguncinya.


Julian mendekat ke Sera dan tiduran di samping Sera, Sera yang tertidur menyamping membuat Julian dibelakang Sera, Julian memeluk Sera dari belakang,


“Sera, jangan menangis lagi, aku akan selalu disini bersama denganmu,” Julian


Julian mengecup leher belakang Sera, dan menyelimuti mereka berdua,


“Sera, mimpi indahlah,” Julian lembut


Mereka pun tidur bersama setelah sekian lama.


.


.


.


Keesokan harinya, Julian terbangun lebih awal dan melihat Sera masih tertidur, Julian tersenyum melihat Sera, namun Julian baru sadar jika Sera hanya memakai singlet tanpa dalaman serta celana pendek kesukaan Sera walau agak dower yang agak menurun karena Sera yang tidur berantakan.

__ADS_1


Julian membuang muka saat hampir melihat tubuh intim Sera yang tak sengaja terekspos, Julian mimisan dan berusaha menutupi Sera dengan selimut, Julian langsung beranjak dari ranjang menuju kamar mandi, di wastafel, Julian melihat dirinya dicermin,


“Lian, bisa-bisanya lo berpikiran mesum pada Kakak Kembar lo sendiri, gue benar-benar ngak habis pikir sama diri gue sendiri,” Bathin Julian


Julian tiba-tiba merasa lebih janggal dibawah tubuhnya,


“Ugh!! Lo emang bangs*t Julian,” Geram bathin Julian pada dirinya sendiri.


.


.


.


2 jam kemudian, Julian baru keluar kamar mandi, Julian melihat Sera masih tertidur,


“Ahhh, bisa-bisanya 2 jam dikamar mandi karena memikirkan Sera,” Bathin Julian


Julian mengambil kaos dari lemari dan memakainya, Julian juga mengeringkan rambutnya dan menyisir rambutnya, Julian lalu mengambil beberapa obat yang biasanya ia minum, setelah itu Julian mendekat ke Sera untuk membangunkan Sera,


“Sera, bangun, udah cukup siang nih, ayo bangun dan sarapan, kamu bisa sakit jika gak sarapan,” Julian


Sera terbangun, Sera terduduk dan melihat Julian,


“Hoammmmmmmm, aku bermimpi aneh, mungkin karena terlalu sedih kehilangan Devot,” Sera


“Ahhh, sudahlah Sera, katanya udah ikhlas, kamu harus tetap jalani hari, sekarang bangun, mandi lalu sarapan, aku akan menyiapkan sarapan selama kamu mandi,” Julian


“Hm ya ya,” Sera


Sera bangkit dan pergi ke kamarnya, Julian pun keluar dari kamar dan turun ke bawah untuk melihat sarapan, dibawah, Julian melihat Iwak dan Suta akan membanten.


Julian melihat Devina yang belajar jalan sendiri sambil memegang sofa, Julian tersenyum dan menggendong Devina,


“Devina, pagi-pagi udah bangun, aduh pintarnyaa,” Julian


Julian mencubit lembut pipi Devina,


“Lembutnya, kayak mochi,” Julian


“Julian, bisa bantu ngempu Devina sebentar, Iwak mau ke Pura dulu untuk membanten,” Iwak


“Ya baiklah Wak,” Julian


Julian pun membawa Devina ke dapur dan melihat 2 Pembantu yang Julian sedang memasak,


“Bi Ina, Bi Tuti, sekarang apa sarapannya??” Julian


“Kemarin Nona Sera ingin memakan tumis kangkung dan gulai, kami sudah buatkan, dan ada  tempe krispi, ayam bacam, dan bakso goreng untuk semuanya,” Bi Ina


“Hm, terlihat lezat,” Julian


Julian melihat sekeliling,


“Tapi dimana 2 Babysitter??” Julian


“Oh, Mbak Andin sedang memandikan Nata dan Mbak Cici sedangkan mengantar anak-anak ke Paud,” Jawab Bi Tuti


“Oh baiklah, baguslah jika semua berjalan lancar, tapi ingatlah, jangan biarkan Sera memotong apapun, aku gak mau Sera terluka,” Julian


“Baik, Tuan Muda,” Jawab kedua Pembantu


“Oh ya, tolong siapkan makanan untuk Sera, Sera sedang sedih, jadi banyakin porsinya, dan tambahkan makanan manis juga,” Julian


“Baik, Tuan Muda,” Jawab kedua Pembantu lagi


Setelahnya, Julian pun pergi dengan membawa nampan berisi makanan Sera dan juga Devina di gendongannya.

__ADS_1


__ADS_2