
30 menit kemudian, setelah semua siap, Sera cukup tertegun karena Ezhar menyiapkan mobil sebaik mungkin, Ezhar sudah menyiapkan mobil Suta yang memang bisa muat banyak, Bi Nur sibuk memasukan kereta bayi, stok asi, popok, dan perlengkapan bayi lainnya dalam jumlah banyak(atas perintah Sera).
Mbak Rina pun mendandani Serena dan membuat Serena sangat manis, dengan balutan dress biru, Sera juga nampak manjs setelah sekian lama terkurung di rumah besar nan mewah.
.
.
.
2 jam kemudian, mereka sampai di Kantor Perusahaan Julian, Sera tercengang karena nama Perusahaan Julian beneran S-J, namun setelah Sera lihat seksama, Sera merasa ada yang janggal di simbol Perusahaan.
Saat keluar dari mobil,
“Ez, kenapa kita malah kemari??” Sera
“Yaaa hanya untuk liat-liat, lagian kamu juga Calon Nyonya di Perusahaan ini,” Ezhar
“Yaa tapi- aku punya kenangan buruk disini,” Sera
“Kenangan buruk?? Kenangan kan masa lalu, lupakan saja, sekarang ayo masuk, kita ngadem di dalam, di luar terlalu panas untuk Serena,” Ezhar
“Baiklah,” Sera
Sera dan Ezhar pun pergi diikuti Serena yang di gendong Mbak Rina dan Bi Nur yang mendorong kereta bayi.
Sampai di dalam, Sera dan Ezhar langsung duduk di sofa disana,
“Wahh fasilitas di sini gak buruk juga, lihat, semua ini begitu modern, lihat ada beberapa hologram,” Ezhar
“Dari Remaja, si Anak Angkat Ayah emang udah jago dalam hal ini, aku tidak akan terkejut jika nanti dia menciptakan kendaraan terbang atau semacamnya,” Sera
“Lahhh?? Kamu gak tau Sera?? Perusahaan yang Julian bangun kan emang membuat teknologi masa depan, bahkan nenurut rumor, Julian berhasil membuat motor terbang yang dikendalikan sistem,” Ezhar
“Dikendalikan sistem?? Emang gak takut diretas dan menimbulkan kecelakaan besar??” Sera
“Hmmm??? Mungkin karena itu belum di publikasikan, kamu tau sendiri, Julian orangnya sangat berhati-hati, jika dia mendengar perkataanmu bisa-bisa cetak biru kendaraan itu akan dibakar olehnya,” Ezhar
“Jika seperti itu bukannya akan rugi??” Sera
“Tentu saja, bisa-bisa jutaan triliun ruginya, jika dijalankan, maka bisa tak terhingga dapat untung bersihnya,” Ezhar
Tiba-tiba, seorang Pegawai mendatangi mereka,
“Permisi, anda berdua siapa dan ada keperluan apa datang?” Pegawai
“Kau pegawai baru ya?? Padahal aku pernah kesini beberapa kali,” Sera
“Benar, para pegawai lama tidak efesien dan akhirnya di pecat oleh Tuan,” Pegawai
“Oh, kalau gitu bisakah kau memanggilkan Tuanmu?? Sebutkan saja nama Sera, dia pasti akan berlari datang kemari,” Sera
“Maaf, Tuan sedang sibuk dan tak bisa diganggu, lagipula, banyak wanita yang meminta Tuan datang dengan menggunakan nama Sera, kau tak bisa membohongi kami, andai pasti hanya ****** yang berpura-pura,” Pegawai
“Pfft,” Ezhar menahan tawa
“Apa?? Kau betul-betul Pegawai disini?? Bagaimana bisa kau tidak sopan?? Walau aku bukan Sera sekalipun, kau tetap harus punya rasa hormat dan sopan santun pada tamu,” Sera
“Sera sudahlah, anjing itu hanya bisa menggonggong, sebaiknya kita tunggu disini, lagian kita baru sampai,” Ezhar
__ADS_1
“Tadi kau bilang, Tuanmu sedang sibuk, aku akan lihat sesibuk apa dia,” Sera
Sera pergi,
“Hm, kau tak menghalangi Sera?? Bagus sekali,” Ezhar
Pegawai itu pergi,
“Ck ck ck, foreplay kayak gini sungguh kubenci,” EzEzhar.
.
Di depan ruangan Julian, Sera melihat jika Julian dan Gladis sedang seperti bermesraan, Sera pun memilih pergi, disetengah jalan,
“Aihh, aku lupa jalan keluarnya dimana, ingatan 3 detikku ini memang tak berubah sejak dulu,” Sera
Sera memilih kembali ke ruangan Julian dan melihat jika Julian dan Gladis sudah kembali sibuk dengan pekerjaan masing-masing.
Sera membuka pintu secara tiba-tiba, Julian jelas terkejut,
“Yo, aku datang,” Sera
Julian bergegas berdiri dan mendekat ke Sera,
“Sera, kenapa kamu bisa disini??” Julian
“Aku datang bersama Ezhar dan Baby Seren, mereka di bawah dengan Pegawai yang mencelaku, aku ingin melihatmu sesekali aja, nampaknya kau sibuk sekali, kalau gitu aku pulang sekarang,” Sera
“Ayo kita pulang bersama, hari ini gak terlalu banyak klien kok, sisanya akan kukerjakan dirumah,” Julian
“Eh??? Memang boleh seperti itu??” Sera
“Ugh, apa Sean tidak akan marah karena hal ini??” Sera
“Walau marah, apa yang bisa dia lakukan, Si Sean seharusnya bersyukur aku tak membiarkan Perusahaan Warisan Kakeknya tetap seperti itu tanpa pengubahan apapun,” Julian
“Ahh ya baiklah, kau bersiaplah, kita pulang sekarang,” Sera
“Baiklah,” Julian
Julian kembali ke mejanya dan berberes, saat semua sudah selesai, Julian melihat Sera sedang mengobrol dengan Yohan di depan lift,
“Yohan, kau memiliki banyak waktu luang untuk mengobrol ya,” Julian
“Ck pengganggu sudah datang. Sera, aku akan pergi sekarang, pulang nanti aku akan belikan pizza yang kamu mau,” Yohan
“Baiklah, tambahan topping ya,” Sera
“Hm baiklah,” Yohan
Yohan mengecup kening Sera dan membuat Julian geram, Yohan langsung pergi dari sana ke ruangannya,
“Si Brengsek itu,” Julian
“Sudah jangan berkata kasar didepanku, ayo kita pulang, sebelumnya aku mau makan disuatu tempat dulu,” Sera
“Kebetulan aku juga lapar, aku tau restoran baru yang enak, aku akan mengajakmu ke sana,” Julian
Mereka pun masuk lift dan Julian menekan tombol nomor lantai tujuan,
__ADS_1
“Sera,” Julian
“Apa?” Sera
“Tidak bisakah kamu menerimaku lebih cepat?? Apa kamu gak takut jika pria tampan dan kaya ini direbut orang lain??” Julian
“Ngak tuh, walau aku menikah dengan yang lebih miskin dari Ayahku sekalipun nantinya, aku sudah terbiasa dengan kemiskinan, ada ataupun gaknya kau, gak ada bedanya, lagipula pria yang berpaling hati dengan cepat dariku sampai bisa direbut orang lain, itu tak pantas untukku,” SeraSera
Julian terdiam menatap Sera yang menatap ponselnya, sampai di lantai bawah, Julian dan Sera pergi ke meja tamu, dan melihat Ezhar sedang mengobrol dengan Alan,
“Kalian sudah datang??” Ezhar
“Iya, ayo pulang,” Sera
“Sebentar. Ezhar, kemana perginya Pegawai itu?? Aku dengar dari Sera jika dia mencela Sera,” Julian
“Ah itu, dia sudah pergi entah kemana, yang pasti dia jahat sekali, seperti itu kah sikap para Karyawanmu Julian?? Itu sangat buruk, terutama karena dia bersikap tak sopan pada wanita yang akan menjadi Nyonya mereka, ahh apa kau hanya bermain dengan Sera lalu akan membuangnya jika bosan karena itu kau tak memberitau siapa Sera??” Ezhar
“Ezhar sudahlah,” Sera
“Hm tidak bisa Sera, aku berkeinginan membuat hubungan bisnis dengan Perusahaan ini, tapi jika Karyawannya aja udah gak beraturan, bagaimana kinerjanya?? Aku tidak mau berinvestasi di Perusahaan yang Karyawannya kurang ajar pada tamu,” Ezhar
“Ezhar, sudah puas bicara??” Julian
Julian menatap Ezhar,
“Kau bisa berinvestasi disini sebanyak yang kau mau, karena aku akan lebih mendidik Karyawanku, jika kejadian ini kembali terulang, aku akan menghancurkan Perusahaanku sendiri, itu jaminanku, kau puas??” Julian serius
“Wow, kau akan menghancurkan Perusahaan yang sudah kau bangun sejak Remaja, itu jaminan yang bagus, aku akan menyuruh Bawahanku untuk datang besok,” Ezhar
“Alan, cari tau siapa Pegawai itu, aku mau laporannya ada di ruang kerjaku malam ini,” Julian
“Baiklah,” Alan
Julian mengambil Serena yang digendong Alan, Julian mengecup kedua pipi Serena,
“Setelah bekerja dan langsung melihat bayi manis, lelahku jadi hilang, anak manis ini memang sumber penyemangat,” Julian
“Julian, kau akan ikut pulang?? Kebetulan aku punya urusan di luar, kau antarkan Sera pulang, nih kunci mobilnya, berikan kunci mobilmu,” Ezhar
Julian merogoh saku dan memberikan kuncinya ke Ezhar,
“Wow, mobilmu sudah cukup tua ya,” Ejek Ezhar setelah melihat model mobil Julian dari kunci mobilnya
“Kau saja yang terlalu tua, mobilku jauh lebih muda darimu,” Julian
“Yeah up to you, aku akan pergi sekarang, Sera, hati-hati di jalan ya,” Ezhar
Ezhar mendekat ke Julian yang menggendong Serena,
“Baby Seren, aku pergi dulu ya, kita akan bermain lagi nanti,” Ezhar
Ezhar pun pergi,
“Alan, kau urus sisanya di kantor, aku akan pulang lebih cepat hari ini,” Julian
“Ya, serahkan saja padaku,” Alan
Julian mengambil kuncinya mobil yang di taruh Ezhar di atas meja, Julian, Sera, Serena yang digendong Julian dan Para Pembantu pun pergi dari sana,
__ADS_1
“Hm, Pegawai mana yang berani melakukan itu?? Bukankah semua orang tau betapa bucinnya Si Julian itu, apa jangan-jangan Pegawai baru yang dipilih Gladis?? Cih, kenapa Si Ular Berbisa itu dijadikan Kepala HRD, dia bisa memasukan banyak ular lainnya, entah apa yang dipikirkan manusia bernama Julian itu sampai membiarkan posisi penting ditempati oleh Ular itu,” Gerutu Alan.