
Julian melihat Reika yang tidur di kandang,
"Gue akan ke Jakarta sendiri. Kalian bertiga disini aja, kalian gak ada hubungan apapun dengan masalah ini. Dan sekalian jagain Reika dengan baik ya," Julian
"Yokayy bosque," Vino
Julian pun bersiap.
.
.
.
Sore harinya, Julian sudah sampai di Jakara, Julian pun pergi ke rumah Alvaro, saat Alvaro membukakan pintu, Julian melihat kedua adik kembarnya yang masih kelas 5 SD masih menangis,
"Arina, Billy," Julian
"Kakak Lian," ujar mmerek
Mereka berhamburan memeluk Julian,
"Kak, Mama sama Papa udah gak ada hiks, hiks kami takut," Arina
"Cup, Cup, Kakak ada disini sekarang, gak ada yang perlu ditakuti. Billy anak cowok yang berani kan, jadi jangan nangis lagi ya," Julian
Julian membawa kedua adiknya ke kamar dan menidurkannya.
.
Jam 12 malam waktu Jakarta, Julian sedang meminum bir non alkohol dan terduduk di sofa, tepat saat itu, Alvaro datang,
"Lo baru pulang kerja??" Julian
"Hm, perusahaan bokap lagi kacau, gue harus tangani. Dan lo sendiri, lo dateng sendirian ke Jakarta?? Mana Sera??" Alvaro
"Hn, Sera, entahlah, gue gak tau," Julian
"Eh?? Lo gak tau dan lo dateng kesini??" Alvarop
"Sera ke Jakarta diam-diam, dan gue baru nerima kabar kalau orang tua angkat gue meninggal, lo jangan nambah beban gue dengan ceramah deh. Gue harus kelola perusahaan semasih liburan panjang atau gak Tetua Senior Perusahaan akan mengambil alih," Julian
"Hm, kebetulan besok rapatnya, lo ikut aja," Alvaro
“Tapi gue juga harus mencari Sera, Jakarta itu luas, dimana gue nemuin Sera coba," Julian
"Santay aja, gue yang akan mencari Sera," Alvaro
"Ngomong-ngomong, kenapa lo manggil Sera dengan namanya?? Lo aja gak pernah manggil nama gue kecuali pas ngabsen," Julian
"Terserah gue, Sera lebih tua dari lo karena duluan lahir sedangkan lo belakangan," Alvaro
"Lah apa hubungannya bangs*t??" Julian
"Lo mau tau aja," Alvaro
"Jangan bilang lo gak mau manggil nama gue karena gue adek dari Kakak gue," Julian
"Nah itu lo tau sendiri," Alvaro
"Sial*n lo Al," Julian
Alvaro menghela nafas,
"Ortu gue maupun lo sama sama meninggal karena kecelakaan, jangan-jangan ada foreplay disini," Alvaro
"Jika pun ada, gue akan habisi mereka," Julian
"Jangan lupa, Sera ada diluar sendirian, jika ada yang tau dia Kakak Kesayangan lo, dia pasti bakal diincar," Alvaro
"Arghhhh sial sekali," Julian frustasi
"Hm, dibawa santay aja young brother, badai akan berlalu," Alvaro
Alvaro pergi,
__ADS_1
"Jangan sampai Sera jadi incaran para orang yang melakukan foreplay ini, Sera maupun Ayah gak boleh terluka karena diriku," Julian.
.
.
.
Disisi lain, ponsel Sera menyala dalam kegelapan, dilayar menampakan panggilang dari Julian yang tidak diangkat, dan di sekitar ponsel Sera hanya ada suasana yang suram.
.
.
.
2 bulan berlalu....
Julian sudah menempatkan diri menjadi Presdir Utama di Perusahaan Keluarga Ginanjar, dengan menggunakan liburan panjang, Julian mengurus semua sisa masalah sambil mencari Sera tanpa petunjuk sama sekali.
Julian merasa sedikit stress mencari Sera karena merasa Sera bisa dalam bahaya akibat Sekelompok Organisasi Hitam yang membenci Keluarga Ginanjar.
.
Di suatu pagi hari.. .
Di sebuah rumah bertingkat sederhana, Sera terbangun dan melihat bentuk tubuh barunya setelah sedot lemak, Sera yang selama 2 bulan ini tinggal di rumah teman lamanya di Jakarta yang bernama Audi itu pun mulai berkaca,
"Wahhh aku benar-benar seperti orang lain, biaya oplas mahal sih, jadi gak bisa instan deh, tapi sepertinya gak perlu oplas juga sudah bagus," Sera
Sera pun pergi ke kamar mandi.
Selesai mandi dan bersiap, Sera dan temannya yang bernama Audi pun pergi ke mall, mereka berbelanja ini dan itu, Sera yang tak pernah berpakaian sexy mulai membeli pakaian yang cukup terbuka karena bentuk tubuhnya yang sudah langsing.
Namun di jalan, mobil Audi harus terhenti karena sebuah mobil menyalip dan berhenti tepat didepan mobil Audi, Sera dan temannya pun keluar dari mobil untuk mengetahui siapa yang memberhentikan mobilnya seenaknya.
Saat orang dari dalam mobil depan keluar, Sera terkejut melihat Julian yang berpakaian formal,
"Sera," Julian
"Kenapa?? Kamu aja boleh disini," Julian
Julian menatap Audi,
"Audi, apa kabar?? Lo bilang Sera gak ada bersama lo, tapi apa ini?" Julian
"Sorry Lian, Sera bilang jangan ngasih tau lo," Audi
"DAN LO MENURUTI ITU," tekan Julian
Audi terdiam dan menunduk, Sera juga terkejut sendiri,
"Ja-Jangan, Jangan seperti itu pada Audi, Audi temanku, dia banyak membantuku," Sera
Julian menatap Sera,
"Ikut aku," Julian
Julian meraih tangan Sera,
"Barang-barangku?" Sera
"Aku akan menyuruh seseorang membawanya," Julian
Julian memaksa Sera masuk ke mobil, lalu dirinya masuk ke mobil dan mereka pun pergi.
.
.
.
Sesampainya di rumah Keluarga Ginanjar, Julian tetap membawa Sera dengan paksa ke kamarnya, sampai di kamar Julian, Julian menjatuhkan Sera ke ranjangnya,
"Sepertinya selama 2 bulan ini kamu banyak berubah ya, Sera," Julian
__ADS_1
"Me-Memangnya kenapa?? Aku ingin cepat kurus karena itu aku memilih sedot lemak," Sera
Julian melihat tangan Sera yang memerah karena Julian mencengkramnya cukup kasar, Julian mengambil sebuah obat salep, dan mengoleskannya ke tangan Sera,
"Sera, kenapa kamu melakukan itu??" Lirih Julian
"Entahlah, saat malam waktu itu, aku kepikiran untuk menikah cepat, aku gak mungkin punya pacar jika aku masih gendut," Sera
"Jikapun kamu gak menikah, aku yang akan tetap bersamamu, kamu menghilang tiba-tiba saja sudah membuatku khawatir," Julian
Julian memeluk Sera, "Kumohon jangan menghilang lagi Sera, aku gak akan bisa bertahan tanpamu," Julian
Julian tertidur, Sera menjadi bingung,
"Hei, bangun, kenapa tiba-tiba tidur kayak gini, oi," Sera
Alvaro tiba-tiba datang,
"Sera, ssttt, biarkan bocah tengik itu tidur, dia hanya tidur setengah jam sehari selama 2 bulan ini," Alvaro
"Apa???" Sera tambah bingung
"Kamu kelonin aja dia, biar dia tidur agak lama," Alvaro
"Ahhh baiklah," Sera
Alvaro pergi, Sera menatap Julian yang tertidur sambil memeluknya erat, Sera pun merebahkan diri supaya posisinya lebih nyaman,
"Ahhhh, aku gak bisa kabur lagi sepertinya," Sera
Sera pun ikut tertidur tanpa menyadari ada seseorang yang mengintip.
.
Sorenya, Julian terbangun dan menemukan Sera tertidur disisinya, Julian menjadi tenang,
"Syukurlah Sera masih disini," Julian
Julian pun membetulkan posisi tidur Sera dan menyelimuti Sera, setelahnya, Julian pergi mandi dan berganti pakaian, saat Julian selesai mandi dan berpakaian kasual, Julian mengirimkan pesan kepada bawahannya untuk menyiapkan pakaian tertutup untuk Sera. Setelahnya, Julian keluar dan melihat kedua adiknya,
"Arina, Billy, kalian sudah pulang sekolah ternyata, bagaimana sekolah kalian hari ini??" Julian
"Ya seperti biasa, membosankan," Jawab Arina
"Ehhh?? Kok membosankan?? Sepertinya kamu sedang ngambek ya Arin??" Tebak Julian
Arina mendengus, "Tentu saja, Kakak tiba-tiba membawa cewek yang terlihat ****** itu ke rumah padahal Kak Gladis masih ada," Arina
"Arina, kamu gak boleh ngomong seperti itu, itu gak baik, dan cewek yang Kakak bawa bukan pacar Kakak, tapi itu Kakak Kandungnya Kakak, namanya Sera, Sera juga Kakak kalian," Julian
"Ngak mau, aku ngak akan mau punya Kakak seperti dia, liat aja gaya dan pakaiannya yang seperti ******," Arina
"Arina sudahlah," Billy mencoba menengahi
"Arina, sudah Kakak bilang jangan bicara sekasar itu," Julian
"Tapi Bunda setuju dengan Arina, Lian,"
Julian melihat Bundanya,
"Bunda, Bunda bukankah sangat menyukai Sera sebelumnya??" Julian
"Karena kamu bilang kalau Sera adalah gadis baik, tapi setelah melihat langsung, pikiran baik Bunda tentang Sera langsung hancur. Apa semua Keluargamu di Bali seperti Sera??" Dyana
"Tidak Bunda, Sera beneran gadis yang baik, yaa memang akhir-akhir ini Sera agak berubah, tapi perempuan yang ingin kecantikan lebih kan hal normal," Julian
"Bunda tau itu, tapi Bunda sekarang benar-benar tak menyukai Kakak Seramu itu, segeralah kirim dia kembali ke Bali, jangan membuat masalah yang ada tambah banyak," Dyana
"Bunda-" Julian
Dyana pergi bersama Arina dan Billy,
"Apa yang harus kulakukan sekarang??" Lirih Julian
Disisi lain, Sera mendengar semua percakapan itu, Sera menjadi sedih,
__ADS_1
"Di semua tempat ternyata sama aja," Bathin Sera.