
Namun saat Sera akan naik ke mobil yang pintunya telah dibukakan Sean, Julian mencegatnya,
"Sera, tunggu," Julian
Sera terdiam dan menatap Julian,
"Sera, selama 3 tahun ini kamu bersama orang itu??? Kenapa kamu gak pernah hubungi aku?? Aku sangat khawatirkan kamu Sera," Julian
Saat Julian akan memeluk Sera, Sera dengan cepat mendorong Julian menjauh, tanpa bicara, Sera naik ke mobil dan mengunci pintunya.
Julian berusaha membuka pintu dan mengetuk namun Sera tak bergeming, Sean pun masuk juga ke mobil dan menyalakan mesin dan pergi,
"Sera," Lirih Julian
Julian menatap Gladis,
"Ayo kita pulang," Julian
Julian membukakan pintu untuk Gladis, dan setelah Julian masuk ke mobil juga, mereka pun juga pergi.
.
.
.
1,5 bulan kemudian, pernikahan Sera dan Sean diselenggarakan, pernikahan yang bertemakan modern dan tradisional itu pun terlaksana dengan baik.
Muda-mudi dan pihak banjar juga hadir karena kenal baik dengan Ayah Sera, beberapa teman-teman sd, smp, sma, dan kuliah pun datang.
Julian yang terpaksa hadir dalam pernikahan Sera atas suruhan Suta, Julian melihat Sera tertawa bahagia bersama Sean, entah mengapa Julian merasa sangat sakit hati dan tak bisa melihat Sera bersama yang lain, Julian pun memilih berdiam diri di sofa rumahnya sambil meminum beberapa alkohol.
__ADS_1
"Pada akhirnya bukan aku yang mendapatkan Sera ya, padahal aku sudah menyiapkan banyak hal untuk melamar Sera,"
Julian melihat Alan yang mendekat hingga terduduk di sofa lain,
"Aku sangat terkejut saat melihat kedatangan Sera dan Si Sean itu. Kukira waktu itu, Sera hanya pacaran yang tinggal bersama, tapi ternyata sudah sampai ranjang juga, aku iri," Gerutu Alan
Alan menatap Julian yang hampir mabuk,
"Tapi harusnya pernikahan Sera dan Sean bukan masalah untukmu, kau kan juga akan menikah," Alan
Alan memberikan sesuatu pada Julian,
"Coba lihat, aku menemukan sesuatu yang nampaknya rahasia dari kamar Ayah, anggap saja ini sebagai bayaran karena memberikanku uang tanpa batas," Alan
Julian melirik map itu,
"Aku pergi dulu ya, para tamu masih banyak. Adios," Alan
Alan pergi, Julian yang setengah mabuk menatap map itu.
.
.
.
Tengah malamnya, Julian menemui Ayahnya dikamar Sang Ayah dan kebetulan Ayahnya sedang berada di kamar karena kelelahan menyiapkan pernikahan Sera dan Sean,
"Ayah," Julian
"Julian, ada apa?? Ah kenapa daritadi kamu gak keliatan??" Suta
__ADS_1
"Ayah, aku kesini untuk mendapat jawaban dari Ayah," Julian
"Jawaban??" Suta
"Benar, aku mau tau. Ayah, Sera beneran Kakak Kandungku kan? Kami bukan seperti di sinetron-sinetron yang anak ketukar atau semacamnya kan??" Julian serius
Suta menatap Julian,
"Kau beneran ingin tau??" Suta
"Iya," Julian
"Karena Sera sudah menikah dengan orang lain dan kau sudah dewasa. Sebenarnya, ya, kau dan Sera bukan saudara kandung," Suta
"APA??" Julian jelas terkejut
"Kau dan Sera memang bukan saudara kandung dan Keluarga Kandungmu adalah Keluarga Ginanjar yang merawatmu selama ini. Dulu, Ayah masih bekerja dibawah Kakekmu yang seorang Kepala Militer Negara, Kakekmu orang yang kuat namun baik, bahkan Kakekmu yang telah menolong Ayah dari kemiskinan, lalu 25 tahun lalu, orang-orang yang membenci Kakekmu mulai bangkit, mereka membunuh Keluargamu tanpa henti, Kakekmu berhenti ke militeran saat Nenekmu sudah meninggal karena dibunuh oleh mereka, bahkan beberapa Paman dan Bibimu juga dibunuh, tersisa Tuan Hans dan Istrinya, semua keturunan Keluarga Ginanjar yang baru lahir semua langsung dibunuh mau itu masih di dalam kandungan ataupun saat sudah lahir, hingga saat Nyonya Dyana akan melahirkanmu, Kakekmu memohon agar Ayah mengadopsimu, kebetulan 1 hari sebelum kamu lahir, Sera juga lahir dan adik kembarnya tiada. Oleh karena itu, Ayah mengiyakan hal itu. Saat kamu lahir, kamu langsung menjadi putraku dan Tuan Hans kehilangan bayinya," Suta
Julian tak bisa tak memperlihatkan keterkejutannya,
"Sejak kelahiranmu, kamu langsung bersama Keluargaku sebagai Adik Kembar Tak Serupa Sera, tidak ada yang tau itu termasuk Kedua Kakak Sera, tapi siapa sangka, Istriku meninggal dan aku bertanggung jawab sendiri mengurus ke-4 anak. Semua orang yang mengira aku jatuh miskin hingga akhirnya menitipkan anak bungsu di rumah bosnya, dan anak titipan tidak mungkin dibunuh, itulah mengapa kamu masih hidup walaupun 12 tahun kamu hidup bersama orang tua kandung yang tidak kamu ketahui," Suta
"Tidak mungkin, ke-kedua adikku selamat saja dan masih hidup sampai sekarang," Julian
"Itu karena saat Istri Tuan Hans mengandung mereka, kalian semua pergi ke luar negeri dan berpindah-pindah tempat kan? Kakekmu dan aku masih berkomunikasi saat itu, namun tak lama, Kakekmu meninggal karena dibunuh, ditambah Kedua orang tua kandungmu tak pernah mempublikasikan kedua adikmu," Suta
Julian masih tak percaya dengan hal itu,
"Percaya atau gak itu ada ditanganmu, Prayo dan Rini saja baru tau kamu bukan saudara kandung mereka saat kamu baru datang, mungkin karena itu Prayo ingin merebut harta Keluarga Ginanjar dengan menggunakanmu dan kata-kata saudara kandung antara kalian," Suta
Suta mengambil ponselnya,
__ADS_1
"Sekarang Sera sudah menikah, Ayah tak perlu takutkan apapun. Sekitar 3 tahun lalu, Ayah ingin menceritakan semuanya padamu, tapi Nyonya Dyana menyuruh Ayah untuk tetap diam sampai salah satu kalian menikah, Ayah sih hanya bisa setuju, sudah cukup Ayah menganggapmu anak, untuk menantu setidaknya bisa yang lain kan," Suta
Julian pun memilih pergi dari kamar Suta.