Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
29. Masa SMA Julian Again


__ADS_3

Flashback On...


1 Tahun lalu, saat Julian masih berada di Bawah Puncak Kejayaannya, Julian merupakan orang yang suka berteman, pandai berakrab, dan tidak memilih teman, namun Julian tetap akan marah jika ada yang mengusik kehidupan orang terdekatnya.


Namun latar belakangnya yang dititipkan oleh orang tua kandung di Keluarga kaya membuat Julian sering di bully dan di hina, dan karena Julian juga sering pindah-pindah Sekolah semasa SMP, Julian tambah di bully, namun Julian tak pedulikan itu.


Suatu hari, Julian dan ke-3 temannya baru datang ke Kelas yang sudah ramai, Julian melihat bangkunya telah di corat-coret dan di rusak, Julian hanya menghela nafas dan mengambil bangku cadangan dari kelas lain,


“Woyyyy, siapa ini yang ngerusak?? Gak punya kerjaan apa, gak tau apa harga nih meja dan kursi mahal banget,” Vino


“Udahlah Vin, jangan berisik, udah ada gantinya kan,” Julian


“Gak bisa dong Lian, lo mau sampai kapan diginiin??” Vino


Dion yang sedang main hp mendapat berita terbaru,


“Liat Lian, ada yang cari masalah besar sama lo,” Dion


“Masalah apa lagi?? Kalau hanya kata-kata biarin aja, anjing itu pasti cape kali gonggong terus,” Julian


“Liat dulu,” Dion


Julian melihat berita yang diperlihatkan Dion, berita itu tentang 2 Adik Angkat Julian yang dirumorkan bukan anak Kandung Keluarga Ginanjar dan merupakan hasil hubungan gelap yang dibuang ditempat sampah, dan bukan hanya itu, ada juga berita tentang Keluarga Kandung Julian yang menjual anak-anak laki-lakinya dan menjadikan anak perempuannya pelacur.


“Caritau siapa pembuat berita ini,” Julian


“Sumbernya, Sean Si Ketua Anti Osis Baru, bahkan yang ngerusak meja lo juga dia,” Dion


“Napa Sean jadi jahat sih?? Padahal waktu SD, dia yang ngelindungin lo Lian,” Reina


“Manusia itu seperti cuaca, bisa berubah cepat dan drastis, hack akun pembuat berita itu dan hapus beritanya, gue mau berita itu gak ke sebar,” Julian


“Okeee, serahkan pada gue,” Dion


Julian berdiri,


“Lo mau kemana Lian??” Reina


“Habisi seseorang,” Julian datar


“Eh?? EHHHH????” Ketiga temannya


Julian pergi dan diikuti teman-temannya. Dan saat sampai di lapangan, mereka melihat jika InOs juga ada disana sedang berdebat dengan Sean dan Para Anggotanya, Julian pun maju dan menengahi Sean dan InOs,


“Wow Wow, siapa ini yang datang?? Anak buangan datang,” Sean


“Tutup mulut lo Sean, gue hanya pengen ingetin lo, jangan pernah ganggu Keluarga Kandung gue ataupun Keluarga Ginanjar, kalo lo punya masalah dengan gue, cari gue, gue bahkan gak takut sama lo ataupun anggota sampah lo itu,” Julian


“Eh Lian, jangan ganggu, InOs sedang-“

__ADS_1


“DIEM LO KAK!! GUE SEDANG BERUSAHA SUPAYA INI SEKOLAH TIDAK TERALIRI DARAH!!!” Julian marah


Axel yang adalah Ketos InOs diatas Julian merasa terkejut karena selama bertahun-tahun belum ada Murid biasa yang berani berteriak pada seorang Ketua Osis Inti Osis YGS, walau Axel mengenal Julian karena sesama dari Keluarga Konglomerat dan juga Julian sering menjadi Informan rahasia InOs bahkan sekolah, Axel tak pernah menyangka jika Julian berani berteriak padanya,


“Cih, anak buangan lo emang bisa apa?? Dasar ******. Katanya lo juga punya saudara kembar perempuan, apakah dia juga dijual sebagai Pelacur, kalau iya, gue jadi pengen order buat gangbang kayaknya seru,” Sean


Sean dan teman-temannya tertawa, Julian mengepalkan tangannya kuat, dan Julian pun memukul Sean dengan keras, Julian tetap memukuli Sean yang tersungkur,


“Lian, stop Lian, jangan pukul Sean lagi, dia bisa mati bangs*t, lo  gak takut di d.o,” Axel


“Gue bisa ngelakuin apapun buat orang yang gue sayangi, walau gue harus matipun, gue gak akan biarin siapapun menghina Keluarga gue,” Julian


Axel pun mencoba menjauhkan Julian dari Sean yang sudah terkapar,


“Aduh kuat kayak kuli nih bocah. Kalian, Kalian masih bengong saat Ketua kalian udah setengah sadar sana bawa ke ruang rawat,” Axel


Teman-temannya Sean membawa Sean pergi, dan saat itu, Satria yang tergabung dalam Anti Osis melihat langsung bagaimana kejamnya Julian yang katanya bagaikan malaikat itu.


Di ruang Inti Osis, Axel menatap Julian yang sedang mencoba mengobati luka-luka yang ia dapatkan,


“Cih, bisa-bisanya lo meminta obat penghilang bekas luka eksklusif InOs setelah lo meneriaki gue,” Axel


“Hm, gue hanya gak mau saat bertemu Kakak Kembar gue, wajah gue penuh dengan bekas luka,” Julian


“Aihhh, punya adek yang protektif pasti susah banget yak, tapi punya adek Kelas yang bahkan lebih keras dari Kakak Kelasnya, jauh lebih menyebalkan, lo bahkan gak minta maaf karena yang tadi,” Axel


“Gue gak peduli,” Julian datar


“Gue gak salah tadi, buat apa gue minta maaf,” Julian


“Ugh, lo emang anak didik Keluarga Ginanjar- Bukan lo memang anak dari didikan Kakek,” Axel


Axel mengambil suatu lencana,


“Lo- Mau jadi Ketua InOs?” Tawar Axel sambil menyodorkan lencana Ketua Osis


“Kagak,” Julian jawab cepat


Semua yang disana yang sudah terkejut karena Axel memilih Julian bertambah terkejut karena penolakan Julian,


“Kenapa?? Lo bahkan gak nanya alasan gue milih lo,” Axel


“Karena gue kagak mau,” Julian


“Lo yakin?? Dengan menjadi InOs apalagi Ketuanya bisa memudahkan lo mencari Keluarga Kandung lo, bisa saja lo ketemu saat Smart All atau dari alat pelacak YGS, lo juga bisa ngasih hukuman lebih ke orang-orang yang suka berbicara jahat ke Keluarga lo mau itu Keluarga Ginanjar ataupun Keluarga Kandung lo,” Axel


Julian terdiam sejenak,


“Gue tau lo hacker hebat yang juga bisa membobol keamanan Informasi YGS yang sangat dilindungi, tapi mencari seseorang yang lo bahkan gak tau fotonya ataupun namanya, itu akan sangat sulit,” Axel

__ADS_1


“Sebenarnya tidak sulit melacak mereka, gue hanya cukup hack data Keberangkatan Pesawat saat 12 tahun lalu, setidaknya gue ingat tanggal dan tahun kepergian Keluarga Kandung gue,” Julian


“Berdebat sama lo susah amat ya, padahal kita sama-sama orang dari Bali juga, cih, pokoknya gue gak mau tau, lo harus jadi ketua InOs yang baru sebelum kelulusan gue, setidaknya gue pengen saat Ujian Akhir, gue bisa merasa tenang,” Axel


“Hei Kak Axel, lo nyuruh gue jadi InOs supaya bisa mencari Kakak gue, tapi lo sendiri belum bisa menemukan Naumi yang juga saudara kembar lo,” Julian


Axel terbeku sesaat,


“Jangan lo nasehatin orang sebelum lo liat diri lo sendiri,” Julian


Saat Julian akan pergi,


“Lian, lo memang harus jadi Ketua InOs, 3 tahun gue disekolah, 3 tahun juga gue gak pernah liat orang kayak lo,” Ujar Axel sambil memasukan lencana itu ke saku jas Julian


Julian tak mendengarkan dan langsung pergi bersama teman-temannya.


Julian dan teman-temannya pergi ke rooftop untuk menenangkan diri, Julian mengambil lencana yang dimasukan Axel,


“Lian, lo kenapa nolak sih??” Vino


“Iya, padahal kesempatan yang datang sendiri ke lo, tapi lo malah nolak langsung gitu,” Reina


“Walaupun gue jadi Ketua InOs memang ada yang mau jadi bawahan gue, nama gue kan udah di papan bully,” Julian


“Aihhh, lo selama ini anggap kita hantu ya, kita-kita kan ada,” Vino


“Vino bener Lian, gue bisa jadi Bendahara lo karena gue terbiasa dengan keuangan,” Ujar Dion yang seorang Pewaris Perusahaan Pemilik Bank Ternama


“Gue bisa jadi Sekretaris Osis lo Lian, kecepatan nulis gue kan paling bagus diantara kita,” Reina


“Dan gue bisa jadi Pembantu Inti Osis, yaaa gue tau gue gak bisa apa-apa, bahkan gue hanya anak wungsu di Keluarga gue, tapi setidaknya gue bisa bantu lo dikit Lian,” Vino


“Lalu Wakil?? Dulu kan gue juga pengen jadi InOs karena anggota kita lengkap 5 orang dengan adanya Sean, tapi karena masalah tahun lalu, dia menjadi penghianat,” Julian


“Gue mau jadi Wakil Ketua lo Lian,”


Semua melihat ke seorang Pemuda yang sama tampannya dengan Julian mendekat ke arah mereka,


“Wow, lo yakin?? Kita bahkan gak pernah mengobrol, Ketua dan Wakilnya itu setidaknya harus memiliki rasa Persaudaraan, Gin,” Reina


Gin tersenyum miring sambil menutup kipasnya,


“Kita gak pernah mengobrol tapi kita tau nama masing-masing, gue rasa itu udah cukup, ditambah gue Pewaris Keluarga yang cukup besar,” Gin


Julian mengulurkan tangannya,


“Persetanan dengan dari Keluarga mana lo, walau lo dari bawah sekalipun, gue akan tetap nyambut lo kok,” Julian


Gin menerima uluran tangan Julian

__ADS_1


“Gue gak akan menjadi orang yang bisa lo percayain, tapi gue akan menjadi orang yang bisa lo andalkan Julian,” Gin


“Ya, gue percaya sama lo Gin,” Julian.


__ADS_2