
Sampai tempat pesta yang berada di hotel mewah dekat pantai, Sera melihat banyak sekali perempuan sexy berbagai warna kulit berkumpul, dan juga laki-laki tampan,
"Hei adik manis, ini beneran acara perpisahan anak SMA?? Disekolahku aja hanya konvoi biasa," Bisik Sera ke Julian
"Yaa mau gimana lagi, udah tradisi, jika memang boleh, aku gak akan mau kesini, lebih baik main sama Div-Devot. Sekarang ayo kita ke ruanganku, aku sudah memesan tempat khusus untuk kita," Julian
Julian meraih tangan Sera dan mereka pergi dengan tatapan dari orang-orang.
.
"Yo Lian, lo akhirnya dateng juga,"
Teman-teman Julian menyambut mereka saat mereka sampai ke ruangan terbuka yang telah Julian pesan khusus untuk mereka.
Reina melihat Sera yang berada di belakang Julian, Reina mendekat,
"Hai Sera, namaku Reina, aku teman Julian dari SD, sayang sekali pas waktu masa Sidak, kita tak bisa bertemu karena aku dan yang lain harus segera kembali ke Jakarta, salam kenal ya," Reina
"Salam kenal juga," Sera
Dion dan Vino memisahkan antara Julian dan Sera, lalu mereka mendudukkan Sera ke sofa,
"Kamu Sera, Kakak kembarnya Julian ya, namaku Dion, tunangan si Reina tadi," Dion
"Kalau aku Vino, dari tahun lalu, Julian selaluuu sibuk ngomongin soal Kakak Kembarnya, kami jadi kepo. Karena kamu Kakaknya Julian, aku juga mau jadi adikmu juga," Vino
"Hei," Geram Julian
"Ups," Vino dengan watados*nya
*Wajah Tanpa Dosa
Julian menyingkirkan Dion dan Vino dari dekat Sera lalu duduk di samping Sera,
"Sera, jangan pikirkan teman-teman sengklek aku ya, mereka kadang-kadang kehabisan obat," Julian lembut
Sera hanya mengangguk,
"Hei Lian, mulut lo itu, jahatnyaa sama temen sendiri, dasar iblis bengis," Vino
Julian menatap Vino dengan tajam, Vino langsung berlari ke belakangan Sera,
"Liatkan adik kembarmu Sera, dia jahat sekali," Vino
"Jangan bertengkar," Sera menengahi
Julian cemberut, "Sera mah gitu, berpihaklah padaku," Julian manja
"Uhuk!!"
Reina tersedak saat sedang minum, Dion mendekat dan menepuk-nepuk punggung Reina,
__ADS_1
"Lian, lo dulu bahkan gak pernah peduli ada atau gaknya yang berpihak sama lo," Reina
"Yaaa, karena gue gak peduli, tapi kalau Sera itu lain lagi," Julian
“Ya ampun, Siscon kita ini,” Vino
Tak lama, teman-teman Julian yang lain termasuk Mona datang, Mona melihat ada perempuan asing di samping Julian.
Mona kesal dan menyingkirkan Sera dengan kasar, teman-teman Julian terkejut dengan keberanian Mona yang bahkan membuat Sera terjatuh,
"Menyingkirlah," Mona
Julian berdiri dan menatap Mona, teman-teman Julian yang lain mencoba menutup pandangan Sera ke Julian.
Dan kelakuan teman-teman Julian bukan tanpa alasan, karena Julian dalam mode marah langsung memojokkan Mona ke sisi lain yang agak jauh dan mencengkeram lehernya,
"Beraninya lo lakuin itu ke Sera!!" Julian marah walau dengan suara kecil karena takut Sera mendengarnya
Mona terkejut dan akhirnya sadar dengan apa yang ia lakukan,
"Se-Sera?? Dia Kakak kembar yang selalu lo ceritakan Lian?" Mona takut
"Kalau iya kenapa!? Sekali lagi lo gituin Sera, gue gak akan segan, jangan kira lo cewek dan lo bisa seenak jidat lo," Julian marah
"Lian-Lian, udah sabar bro, sabar, Kakak lo nungguin tuh," Lerai Dion
Julian menatap ke arah Sera yang sudah di dudukan ke sofa dan masih ditutupi teman-temannya,
Julian membuang Mona ke luar ruangan dengan sembarangan dan dilihat oleh semuanya yang ada di luar,
"Sekali lagi lo buat masalah ke Sera, gue benar-benar tidak akan membuat lo hidup tenang," Julian
Mona menangis dan pergi karena Julian mempermalukannya, Julian merapihkan jasnya dan pergi ke Sera, Julian duduk di sebelah Sera,
"Sera, kamu gak apa kan?? Ada yang sakit?? Kamu tak terluka kan??" Julian khawatir
"Iya, aku gak apa kok," Sera
"Sera masih mulus tanpa luka kok Lian, tenang aja," Reina mencoba menenangkan Julian
Sera mengelus lembut rambut Julian, dan itu juga membuat teman-teman Julian terkejut,
"Jangan marah-marah, nanti kau cepet tua, cepet mati nanti," Sera
"Ahhh baiklah," Julian
Julian melihat teman-teman lainnya masih disana,
"Ada apa kalian kesini??" Julian ke teman-teman
"Hmm, sebenarnya kami ingin mengajak lo berkumpul disana, main biliard," Jawab Guntur
__ADS_1
Julian menatap Sera,
"Jangan menatapku seperti itu, aku gak apa kok, kau main aja bersama teman-temanmu, aku bukan bayi yang harus dijaga, aku akan duduk disini sendiri," Sera
"Sera, aku kan ada, aku akan menemanimu," Reina
"Nah, kau denger itu kan," Sera ke Julian
Julian menghela nafas, "Ahh baiklah, aku akan pergi, jika ada apa-apa, telepon aku ya," Julian
Sera mengangguk,
"Reina, jaga Sera sebaik mungkin, gue akan memberikan yang lo inginkan selama ini kalau lo menjaga Sera sampai akhir party," Julian
"EHHHH?? SUNGGUH??" Sontak Reina
Julian hanya ber"hn",
"Sera, aku pergi sebentar ya, aku tidak akan lama," Julian lembut
Sera mengangguk, Julian pun pergi diikuti teman-temannya, meninggalkan Sera dan Reina berdua saja.
Reina lalu duduk disebelah Sera,
"Hei Sera, aku iri tau karena perlakuan Julian ke kamu dan ke kami berbeda jauh. Julian memang sih orang yang ramah, friendly, baik hati, gak sombong, bahkan selalu menolong yang kesusahan tanpa pamrih," Reina
Sera menatap Reina,
"Tapi Julian juga orangnya sedingin es dan termasuk gampang marah, sampai-sampai dia mendapat julukan Si Iblis Bengis YGS, kamu tau kenapa??? Itu karena Julian sangat kejam dan keras, siapapun yang bersalah, pasti akan dihukum berat olehnya. Kamu tau, menyentuh rambutnya kayak kamu tadi, tangan orang itu pasti akan patah, sejak Julian ke Bali dan bersamamu, Julian berubah 360° tau, dia jadi lembut bahkan imut, jadi iri tau karena kamu bisa lihat Julian kayak gitu tiap hari, apalagi kalian sekamar dan seranjang kan, pasti kamu bisa lihat abs Julian," Reina
"Huh?? Ngak tuh, palingan pas baru mandi aja," Sera
"Wahhhh pasti cuci mata banget kamu Sera, waktu masih sekolah, setiap pelajaran renang, semua orang pasti akan ke kolam berenang untuk melihat Julian yang bertelanjang dada. Mengingatnya aja udah membuatku panasss ahhh," Reina girang
Sera hanya tertawa kecil,
"Aku bahkan gak bisa berenang, jadi gak mungkin aku dan adik bisa di kolam renang bersama," Sera
"Ah ya, apa Lian saat bersamamu menjadi manja juga??" Reina
"Manja sih ngak terlalu," Sera
"Benarkah?? Aku tak percaya," Reina
"Hmm, sebenarnya jika dibilang manja itu emang ngak, tapi adik selalu saja menempel dan mengurus segala hal tentang," Sera
"Wahh Lian memang selalu perhatian, waktu itu juga pernah, karena aku remidial, Ayahku memotong uang jajanku tepat saat waktunya festival sekolah, akhirnya Lian meminjamkan aku sejumlah uang dan katanya tak perlu dikembalikan. Jadi, jika dimasa depan, jika kamu butuh bantuan, telepon aku aja, walau aku harus langsung terbang ke Bali pun, aku akan lakukan," Reina
Sera hanya mengangguk,
"Oh ya, apa kamu mau tau?? Julian pas kembali bisa berkomunikasi dengan Kakak Pertamamu, Julian tuh sangat senang dan girang sendiri, kamu tau apa yang Julian lakukan, dia..."
__ADS_1
Reina mulai bercerita.