Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
61. Fakta Mengejutkan (Season 2)


__ADS_3

2 jam kemudian....


Dyana, Billy, Arina, Pak Jo, dan Alvaro(Yang kebetulan ada di Bali dan ingin ikut ke rumah di Desa), Alvaro dan kedua adik Julian sangat terkejut melihat ada 2 Julian,


“Tuan Muda Yohan,” Pak Jo


Dyana memeluk Yohan,


“Putraku, Bunda bersyukur kamu masih hidup,” Dyana


“Bunda, apa yang sebenarnya terjadi??” Julian


Dyana melepaskan pelukannya,


“Sebenarnya, saat kamu lahir, kamu langsung dibawa oleh Suta ke rumahnya untuk mencegah adanya orang yang ingin menghabisi dirimu, namun kurang dari 3 jam, Bunda melahirkan lagi, seorang putra yang menjadi Kembaranmu, karena bingung mau disembunyikan dimana, Nenekmu, mengambil Yohan dan mengatakan akan melindungi Yohan dibawah pelindungan Keluarga Besar yang menjadi sahabat karib Kakekmu di Bali, namun dalam perjalanan, mobil Nenekmu diledakan oleh orang jahat, Nenekmu meninggal dan sejak saat itu Yohan menghilang, Bunda dan Papa mengira Yohan telah hangus terbakar didalam mobil seperti Nenekmu Julian,” Dyana


“Wah, beruntungnya aku masih hidup, begitu tragis, sedangkan Kakak Kembarku, bisa hidup dengan tenang. Haruskah aku mulai memanggilmu Bunda??” Celetuk Yohan


“Tuan Muda Yohan, Tuan Muda jangan marah, ini kesalahan saya yang membuat Tuan Muda dan Tuan Muda Julian terpisah, andai saya memaksa agar Tuan Muda dirawat oleh Keluarga Wangsa, maka ini tidak akan terjadi,” Pak Jo


“Pak Jo tak perlu minta maaf, dari awal ini adalah kesalahan para organisasi Hitam itu,” Julian


“Bentar, ini jadi maksudnya apa?? Julian adalah Kakak Kembar orang yang bernama Yohan ini?? Lalu Sera??” Alvaro


“Sera datang dengan selamat, Sera sedang beristirahat di kamarnya,” Suta


“Dan, aku memang Keturunannya Keluarga Ginanjar,” Yohan


“Billy-Arina, cepat sapa Kakak Yohan kalian,” Dyana


Mereka menatap Dyana,


“Dia Kakak kami juga,??” Billy


“Karena kembaran Kakak Julian?? Berarti Si ****** itu bukan Saudara Kembar Kak Julian???” Arina


“!!!” Suta, Sean, dan Yohan


“Arina, Kakak sudah bilang jangan menyebut Sera dengan sebutan itu,” Julian


“Kenapa memangnya Julian??  Dia itu kan memang ******, dia udah punya suami tapi masih merebut tunangan gadis lain,” Dyana


“Nyonya-“ Suta ingin membela diri namun dihentikan oleh Yohan


“Jangan sembarangan bicara, Tante. Sera bukan wanita seperti itu, ya semua orang tau jika Sera penyuka pria tampan, tapi bukan berarti Sera menjual dirinya,” Yohan


Dyana terkejut karena Putranya yang sudah lama menghilang malah memanggilnya Tante dan bukannya Bunda,


“Sera udah cerita semuanya, sebelum menikah dengan Sean, Si Sean Sera diusir dari rumahnya oleh Julian, lalu bertemu Sean dan ingin dijadikan tameng untuk membalaskan dendam,” Yohan


“APA??!!! Julian, Sean, apakah itu benar?? Julian kau mengusir Sera dan Sean kau menggunakan Sera untuk balas dendam ke Julian??” Suta


“Ayah mertua, maafkan aku, aku begitu membenci Julian sampai-sampai aku mengajak Sera yang kebetulan diusir Julian, tapi sekarang, aku sungguh mencintai Sera, Ayah percayalah, jika aku benaran masih menggunakan Sera, aku bisa saja membuat kandungan Sera tiada untuk membuat Julian menderita juga,” Sean


“Ayah, aku tidak bermaksud mengusir Sera, aku- aku hanya- aku hanya ingin Sera meminta maaf ke Arina atas kejadian waktu itu, tapi setelah aku kebenarannya, aku menyesal, Ayah, kumohon percayalah padaku,” Julian


“Julian, jangan memohon lagi, semua uang yang sudah kita keluarkan untuk Keluarga ini sudah lebih dari cukup, kamu sudah dewasa dan bahkan saudara Kembarmu sudah ketemu, kita bisa kembali ke Jakarta dan membalas semua perbuatan Organisasi Hitam pada Keluarga kita,” Dyana


“AKU TIDAK MAU,” Jawab Julian dan Yohan bersamaan


“Jika Tante ingin pergi maka pergilah, bawa kedua anak manja Tante ini dan didik lebih baik lagi terutama Si Gadis Bawel ini, aku ingin bersama Sera,” Yohan


“Aku tidak mau kembali tanpa Sera, jika aku tidak mendapatkan Sera, maka siapapun juga tidak,” Julian


“Julian, Yohan, perkataan Bunda kalian benar, kalian harus kembali, Sean adalah suaminya Sera dan juga seorang Boss perusahaan, dia pasti bisa menghidupi Sera dan Keluarga ini seperti yang selalu kamu lakukan Julian. Sekarang pergilah dan lupakan Keluarga ini seperti kita tak pernah bertemu,” Suta


“Ayah, apa yang Ayah katakan?? Melupakan Keluarga ini dan Sera?? Ayah ingin membunuhku perlahan?? Dan juga, memang kenapa jika Sean sekarang suaminya Sera, apa Ayah tau apa yang dia lakukan selama Sera ada bersamaku?? Dia selalu bersama Gladis, Ayah,” Julian

__ADS_1


“APA??” Dyana dan Suta


“Gladis, Gladis tunanganmu??” Suta


“Iya, dia pergi ke Jakarta saat tau aku mengirim Gladis ke rumah khusus karena Gladis mengganggu hubunganku dengan Sera. Diliat dari sifat Sean, Sean pasti sudah meniduri Gladis dan kemungkinan Gladis telah hamil anaknya Sean,” Julian


Semua menatap Sean, Sean membuang muka,


“Ugh, gak punya muka lagi dia,” Celetuk Alan yang baru turun dari lantai atas


“Alan, bagaimana Sera??” Julian


“Sera sedang mandi berendam, Kak Ri yang menemani di kamar mandi, dan aku malah ditendang keluar dari kamar Sera, cih,” Alan


Semuanya kembali berfokus ke Sean,


“Jadi itu benar Sean??” Suta


“Maafkan aku Ayah,” Lirih Sean


Suta bergetar dan terduduk di sofa dengan bantuan Alan,


“Sudah sudah, hentikan obrolan kalian, Ayah punya darah tinggi akut, kalau kambuh bisa bahaya, jika terjadi sesuatu pada Ayah, kalian bertiga yang akan diusir oleh Sera,” Alan


“Tuan Muda, aku akan panggil Dokter untuk memeriksa Pak Suta,” Pak Jo


“Ya, tolong ya Pak Jo,” Julian


Julian mengambil air yang dibawakan Pembantu dan memberikan ke Suta,


“Ayah, minumlah dulu, pelan-pelan,” Julian


Alan membantu Suta minum,


“Bunda, sebaiknya Bunda kembali ke Rumah di Denpasar, aku akan tetap disini, aku tidak akan kembali sebelum keadaan disini tenang,” Julian


“Bunda, rumah ini adalah rumah impian yang selalu aku idamkan sejak kecil, apa maksud Bunda mimpiku juga kecil. Bunda, tolong hentikan ini semua, Keluarga Ginanjar yang mulai dengan menitipkan aku ke Keluarga ini, jadi biarkan aku mengurus sisanya dengan tenang, jika Bunda beranggapan aku sudah tak pantas menjadi Pewaris, maka berikan saja kepada anak yang lain, aku akan tetap berada di Keluargaku,” Julian


“Julian, kamu-“ Dyana


“Bunda, kumohon, aku gak mau menjadi durhaka karena melawan Bunda,” Julian


Dyana nenatap Yohan,


“Tante, aku sudah dari awal tak di Keluarga Ginanjar, jadi sekarang aku akan tetap menjadi Yohan yang dulu dan bukannya Yohan Saudara Kembar Julian,” Yohan


“Kalian benar-benar,” Dyana


Dyana menatap kedua anaknya yang masih remaja,


“Billy-Arina, kalian disini ya bersama Kedua Kakak Kembar kalian, Bunda akan kembali ke Inggris dan meminta bantuan Kakek buyut kalian disana untuk membawa Kedua Kakak Kembar kalian, setelah itu kita bisa tinggal di Inggris dengan tenang,” Dyana


“Tapi Bunda-“ Arina


“Tak apa, Bunda akan segera kembali,” Dyana


Dyana pergi dan diantar oleh Pak Jo,


“Huh?? Inggris??? Kakek Buyut?? Kita masih ada Kakek Buyut??” Yohan ke Julian


“Iya, Kakek Buyut adalah Salah Satu Petinggi di Kerajaan Inggris,” Julian


“Wow, berarti kita juga Bangsawan??” Yohan


“Ya begitulah, darah orang itu juga mengalir darah Bangsawan,” Ujar Julian sambil menunjuk Sean


“Wow, berarti dengan siapapun Sera nenikah, Sera akan tetap nenjadi bagian Bangsawan,” Alan

__ADS_1


“Dan mengalami perebutan tahta yang sengit, aku gak mau,”


Semua menatap Sera yang sudah selesai mandi dan memakai dress Ibu Hamil dengan rambut di jepong seperti biasa,


“Ayah, Ayah baik-baik saja kan?” Sera


“Iya, Ayah akan beristirahat, kamu sudah dewasa Sera, jadi semua keputusan Ayah berikan kepadamu, bagaimanapun ini hidupmu,” Suta


Suta pun pergi dibantu oleh Alan, Sera pun duduk di single sofa yang sebelumnya di duduki Suta,


“Sera, aku harap kamu memilih Keputusan yang benar, aku akan selalu disampingmu,” Rini


“Gak perlu sampai seperti itu, aku sudah menentukan keputusanku,” Sera


Ketiga pria itu terdiam dan menunggu,


“Pertama, Sean, aku ingin kita bercerai setelah anak ini lahir, kau harus menikahi Si Gladis itu dan menjauh dari hidupku, aku tidak ingin anakku tercemar dengan sifatmu, Sera


“Aku menolak, aku gak mau bercerai, aku- aku diberi obat saat itu dan tanpa kusadari aku telah menyentuh Gladis. Sera, percayalah padaku,” Sean


“Bagaimana aku bisa mempercayaimu setelah semua yang terjadi?? Aku ngak bisa mempercayai siapapun lagi,” Sera


Sera menatap Julian dan Yohan,


“Dan kalian berdua, kalian gak punya kehidupan lain selain menggangguku?? Bukankah akan lebih bagus jika kalian kembali ke kehidupan kalian,” Sera


“Sera, kehidupanku sekarang hanya bersamamu, aku gak mau sama yang lain, kita sudah bersama sejak 6 tahun lalu, karena itu aku gak mau terpisah darimu Sera,” Julian


“Aku juga Sera, aku gak akan membuatmu sakit hati lagi Sera, sungguh,” Yohan


“Wahh Sera memang hebat, dulu waktu aku SMK, hanya 2 orang yang berkelahi, tapi ini 3 sekaligus,” Bathin Rini


“Julian, Yohan, Sean, kalian bertiga jangan memaksa Sera, kalian memiliki alasan yang membuat tidak bisa diterima Sera, ingatlah jika Sera juga adalah korban akibat tingkah kalian,” Alvaro angkat suara


“Kepalaku ikut pening,” Keluh Rini


“Baiklah, kalian boleh disini bersamaku, tapi tidak ada pertengkaran ataupun perkelahian, tanpa ijinku kalian tidak boleh menyentuhku,” Sera


“Sera, jadi aku-“ Sean


“Kita tetap bercerai, setelah bayi ini lahir, aku mau bercerai,” Sera


“Tapi Sera- bayimu nanti gimana?? Kau gak akan bisa jadi janda anak satu kan,” Rini


“Kak Rini, aku yang akan menjadi Ayah pengganti untuk bayinya Sera, kenapa Kak Rini mencemaskan masalah kecil seperti itu,” Julian


“Aku gak mau, bagaimana bisa aku menyerahkan bayi dan istriku begitu saja. Sera, aku gak mau pisah, aku akan menyuruh Gladis menggugurkan bayinya dan aku akan mengasingkan dia ke luar negeri, tapi kumohon jangan ceraikan aku,” Sean


“💢💢💢, Menggugurkan kandungannya?? Kau sudah tak waras?? Itu bayimu juga, dan aku gak akan tega menyakiti bayi yang tak berdosa, aku akan sangat jahat jika aku menjadi penyebab kematian bayi yang bahkan belum lahir, jika aku jahat maka bayi dalam kandunganku yang akan mati dulan setelah mendengar perselingkuhanmu,” Sera kesal


Sean terdiam,


“Sera, jangan marah-marah, itu tidak baik untuk bayimu,” Julian


Sera berdiri,


“Sean, segeralah kemasi sisa barangmu disini dan pergilah, kita hanya menikah diatas kertas saja, aku gak mau melihatmu lagi,” Sera


Sera pergi, disisi lain, Sean mengepal tangannya erat,


“Ck ck ck, pada akhirnya kau diusir,” Yohan


“Sean, pergilah, jangan kembali lagi, Sera akan menjadi milikku, aku telah memberikan Gladis padamu, jadi kau bahagiakan saja Gladis,” Julian


Julian pergi dengan diikuti oleh Yohan,


“Aku- Aku gak mau kehilangan Sera, aku gak mau,” Lirih Sean.

__ADS_1


__ADS_2