Kembar Tak Serupa

Kembar Tak Serupa
62. Mengurus Semua (Season 2)


__ADS_3

Malam harinya, Sera sedang membaca buku, tak lama, Julian datang dengan membawa camilan hamil,


“Sera, ini camilan untukmu,” Julian,


Sera hanya ber”hn”,


“Sera, sejak kamu hamil, kamu selalu membaca buku, yang pelajaran pula,” Julian


“Kata orang-orang jaman dahulu, jika Ibu hamil membaca maka anaknya juga ikut membaca dan menjadi pintar,” Sera


“Benarkah?? Kalau begitu aku akan membelikan banyak buku untukmu ya,” Julian


Sera hanya ber”hn”, Julian merasa sedih karena Sera marah,


“Sera, aku tau beberapa rekomendasi senam kehamilan, kamu mau ikut??” Julian


Sera berpikir, “Aku akan coba pikirkan dulu,” Sera


Julian tersenyum lembut melihat Sera yang sibuk dengan bukunya,


“Sera, aku mencintaimu,” Julian


Sera terdiam sejenak dengan tetap fokus,


“Aku tidak akan memaksamu, tapi aku akan membuat kamu berlari ke pelukanku dengan sendirinya, aku akan berusaha untuk itu,” Julian


Julian berdiri,


“Aku akan mengecek Ayah dulu,” Julian


“Tunggu,” Sera


Julian menatap Sera,


“Kau harus tidur sekamar dengan Yohan, hanya terisa 1 ruang tamu, itu untuk adik-adikmu,” Sera


“Walau menyebalkan tapi baiklah, Si Alan juga pasti gak bakal mau berbagi kamar, kamu istirahat saja Sera, aku yang akan mengurus semua,” Julian


Julian pergi, namun Sera merasa dejavu, seperti sudah sering mengalami hal itu,


“Ahhh masa bodo lah,” Bathin Sera dan melanjutkan membaca bukunya.


.


Di lantai bawah, Julian mengecek kedua adiknya yang berada di ruang tamu lantai 2,


“Billy, Arina, kalian sudah selesai membereskan pakaian??” Julian

__ADS_1


“Iya Kak, kami hanya membawa sedikit pakaian,” Billy


“Jika kalian mau pakaian baru, Kakak akan membawa kalian ke pasar, disana ada banyak pakaian yang bagus dan murah,” Julian


“Kakak, Kakak belum bangkrut kan?? Aku gak mau pakaian pasar, aku mau pakaian dari gucci, dior, atau semacamnya, yang bermerk nan mahal,” Arina


“Arina, dulu waktu Kakak masih pertama kali, Kakak juga bingung dan gak mau pakai pakaian pasar, tapi sekarang setengah lemari Kakak isinya pakaian pasar. Kakak memang belum bangkrut dan malah tambah kaya, tapi tidak ada yang tau nanti. Kak Sera kan sedang hamil, lalu nanti saat Kakak bisa mendapatkan Kak Sera maka akan ada adik bayi, dan itu pasti akan terus bertambah,” Julian


“Ugh, nyebelin, kenapa aku harus tinggal bersama Para Orang Rendahan sih,” Arina


“Arina, jangan marah-marah, liat Billy aja gak mengomel. Sekarang kalian lebih baik turun dan minta makanan ke Bi Ina atau Bi Tuti di dapur, jangan ganggu Mbak Andin sama Mbak Cici, mereka babysitter Para Keponakan Sera, mereka sudah cukup sibuk merawat 4 bayi. Kakak akan pergi menemui Ayah dulu,” Julian


Julian pergi,


“Ughhhh nyebelin banget deh,” Arina


Billy hanya bisa terdiam melihat tingkah saudara kembarnya itu.


.


Di Kamar Suta, Julian datang dan melihat Suta sedang membaca buku dalam ketenangan,


“Ayah,” Julian


Suta melirik Julian tanpa berniat berbicara,


“Tidak, kamu tau sendiri Ayah tidak minum obat modern, Ayah hanya minum obat tradisional,” Suta


“Ahhh, baiklah, aku akan menaruh obatnya di meja, Ayah harus menjaga kesehatan, Sera sangat mengkhawatirkan kesehatan Ayah,” Julian


“Dari dulu Sera selalu begitu, tidak akan ada yang berubah,” Suta


“Ada Ayah,” Julian


Suta menatap Julian,


“Akan ada yang berubah, yaitu aku yang akan menjadi menantu Ayah, aku akan melakukan apapun agar Ayah merestui hubunganku dan Sera,” Julian


“Kau tidak malu Julian?? Saat umurmu 18 tahun, kau dan Sera memiliki hubungan saudara, dan sekarang setelah 6 tahun, kau ingin meminang Sera sebagai istrimu, apa kata orang-orang sekitar Julian,” Suta


“Aku tak pernah memikirkan perkataan orang-orang Ayah, aku tak masalah jika aku harus dikucilkan di masyarakat, aku hanya ingin bersama Sera dan Keluarga ini,” Julian


“Apakah Nyonya Dyana akan setuju dengan keputusanmu?? Sudah pasti tidak Julian,” Suta


“Aku akan membujuk Bunda, Ayah tak perlu memikirkan pihak Keluarga Ginanjar, Ayah hanya perlu memberikan restu Ayah untuk Pernikahanku dan Sera,” Julian


“Restu Ayah hanya pada Sera, jika Sera mau menikahimu, restu Ayah otomatis ada disana,” Suta

__ADS_1


Julian tersenyum, “Terima Kasih Ayah,” Julian.


.


Saat akan tidur...


Julian melihat Yohan di sofa ruang tamu,


“Hei kau,” Julian


Julian mendekat ke Yohan,


“Kenapa kau gak pulang ke rumahmu??” Julian


“Ada beberapa alasan, pertama, aku ingin dekat dengan Sera, sedekat yang aku bisa, kedua, aku adalah bagian Keluarga Ginanjar, aku juga bagian Keluargamu, apa yang kau punya dan kau miliki itu juga akan menjadi milikku,” Yohan


“Kecuali Sera, aku akan memberikan yang kau mau, untuk malam ini tidurlah di kamarku, kasurku kebetulan kasur atas bawah, kau bisa tidur dibawah,” Julian


“Aku gak mau tidur dibawah, aku yang akan menempati kasur atas,” Yohan


“Ck terserah kau saja,” Julian


Yohan pergi, Julian pergi keluar untuk mengecek keadaan, setelah memastikan pintu dan jendela depan terkunci, Julian kembali ke kamar Ayahnya dan melihat Ayahnya sudah tidur setelah minum obatnya, Julian tersenyum lalu pergi dengan diam dari kamar Suta.


Julian naik ke lantai 2 untuk memeriksa adik-adiknya, Julian melihat jika mereka sudah tertidur pulas,


“Mereka harus homeschooling lagi atau belajar disekolah biasa ya, tapi Pendidikan di Desa sangat buruk, mereka akan meremehkan pelajaran yang ada di Sekolah Desa dan pasti akan membuat masalah, aku juga gak mau Arina dan Billy terkotori sifatnya karena pengaruhnya anak-anak kampungan, ahhhh aku akan meminta saran Sera aja deh, Sera pasti lebih tau,” Bathin Julian


Julian pun pergi dengan hati-hati agar tak membangunkan 2 Kembar berbeda gender itu. Julian pergi ke lantai atas dan pergi ke kamar Sera, Julian tersenyum saat melihat Sera sudah tertidur, Julian merapihkan buku-buku dan piring-piring Sera sebelumnya, lalu Julian menyelimuti Sera dengan benar dan mengelus lembut rambut Sera, Julian mengecup kening Sera,


“Mimpi indah ya Sera,” Julian pelan


Julian pun pergi membiarkan lampu menyala (Sera phobia kegelapan), Julian pun kembali ke kamarnya, sampai kamarnya, Julian melihat Yohan sedang memainkan ponselnya,


“Hei, kita Kembar yang terpisah, haruskah sekarang akun memanggilmu Kakak??” Yohan


“Gak perlu, najis juga dipanggil Kakak oleh saingan sepertimu,” Ujar Julian sambil mengecas ponsel dan laptopnya


Julian mengganti pakaiannya dengan pakaian tidur,


“Yohan, ada beberapa hal yang harus kau ketahui, kau tak boleh mengusik semua gawaiku ataupun barang-barang meja disudut sana, itu semua pemberian Sera, jangan coba-coba kau sentuh,” Julian


Julian lalu mengambil boneka kodok yang Yohan peluk,


“Lalu ini juga, ini pemberian Sera, jangan coba-coba kau sentuh lagi,” Julian serius


“Ahh baiklah, baiklah, kau gak perlu segalak itu,,” Yohan

__ADS_1


Julian mengambil selimut cadangan dan  menarik kasur bawah, Julian pun tiduran setelah mengambil 1 dari 2 bantal di kasur atas, Julian melihat boneka itu dan teringat masa ia dan Sera masih dekat.


__ADS_2