
Di rumah Sera, Sera sendiri sedang menyusui Serena, dan tiba-tiba mata kirinya berkedip terus tanpa henti,
“Ukh, mata kiriku kedip terus, akan ada kesialan apa ya,” Sera
“Aihhh, kamu masih aja dengan kepercayaan kuno seperti itu,” Alan
“Ngomong-ngomong soal kepercayaan, kau sepertinya sangat percaya diri mengikuti bisnis serba ada seperti Pak Garba, kau bahkan menyewa 20 Pekerja sekaligus untuk di meja Komputer, di kolam ikan, sama restoran minimu, ditambah kau menjual jasa banten, kau begitu percaya diri dengan itu,” Sera
“Tentu saja, aku juga membuat les bimbel, aku akan gunakan bale daja untuk bimbelnya, dengan kayak gini, keuntungannya berlipat ganda, hari ini aja udah 15 juta dapat untung, aku juga ingin sedikit bermain saham,” Alan
“Hati-hati rugi,” Sera
“Yeah i know, but- Ezhar yang akan mengajariku perlahan,” Alan
“Ezhar kayaknya lebih pengertian dari anak angkat ayah itu,” Sera
Alan mengangguk setuju,
“Ngomongin Anak Angkat Ayah, dimana saudara kembarnya ua, Si Yohan gak keliatan beberapa bulan terakhir,” Sera
“Kamu gak tau?? Si Yohan itu dikurung di Kolombia dengan alasan bisnis, Si Julian melakukan itu supaya menjauhkan Si Yohan darimu,” Alan
“Oooo, entah kapan Yohan akan kembali, walau muka mereka sama persis, tapi kepribadian mereka berbeda sekali, satu berjas, yang satu baju kaos biasa,” Sera
“Sera, aku boleh nanya sesuatu?? Jikalau Julian membuangmu bagaimana??” Alan
“Entah berapa kali aku harus bilang, aku NG-GAK-PE-DU-LI, mau dia tetap bersamaku atau ngak, yang kubutuhkan bukan hanya harta, tapi juga seseorang yang bisa percaya dan selalu disampingku, jika dia kaya tapi selingkuh, mungkin aku pertahanin, tapi kalau dia kaya tapi tak pedulikan aku, ya aku cari yang lain, janda seumur hidup juga gak masalah, ditambah sekarang udah ada Ezhar,” Sera
“Ugh Sera, aku hanya nanya sebaris, kamu jawabnya berbaris-baris,” Alan
“Rumah sekarang cukup ramai karena usahamu, sebaiknya aku kembali ke kamar,” Sera
__ADS_1
Sera pergi dengan membawa Serena.
.
.
.
2 bulan kemudian, Sera bingung kenapa Julian tak kunjung pulang tanpa memberi kabar pada siapapun, walau bingung dan khawatir, Sera tak juga mencoba menghubungi Julian, bahkan Sera curiga karena Gladis tiba-tiba pindah bersama bayinya, dan Kedua adiknya Julian juga di pindah secara tiba-tiba, bahkan Sean dipecat dari kantor Julian secara non formal tanpa alasan yang jelas, Ezhar yang penanam saham di Kantornya Julian juga tak selalu bisa masuk ke ruang CEO tanpa ijin Julian.
Hingga, minggu ke-5 Julian tak pulang, Sera mencari Julian sendiri ke Kantornya, sampai kantor Julian, Sera melihat Julian sedang sibuk membaca suatu dokumen, Sera pun masuk ke ruangan Julian, dan melihat jika Gladis juga ada disana bersama Eknath,
“Hei, kemana saja kau selama 2 bulan ini?? Ayah menanyakanmu terus tau,” Sera
Julian menatap Gladis,
“Gladis, keluarlah sebentar, aku akan bicara dengan Sera,” Julian
“Sera, Gladis memiliki nama, sebut Gladis dengan namanya,” Julian
“Aku tak peduli,” Sera
“Jika kau tak mau peduli, maka aku tak akan peduli juga,” Julian
“!!!” Sera cukup tercengang karena Julian menjadi dingin padanya
Sera mendekat ke Julian, “ Hei, kau baik-baik saja kan?? Kenapa-“ Sera
“Namaku Julian dan bukan Hei!!” Julian berteriak
“!!!” Sera tersentak
__ADS_1
Gladis menaruh bayinya di ranjang bayi dan mendekat ke Julian, Gladis lalu memeluk lengan Julian,
“Julian, tenangkan dirimu. Anakmu ini bisa tertekan,” Gladis
Otak Sera pun berjalan cepat, “Apa? Anak?? Jadi kalian berhubungan??” Sera
“Ya,” Jawab Julian, “Dan, aku sudah memutuskan untuk tidak kembali padamu,” Julian
“Oho, jadi perasaan cintamu itu hanya suatu angin lalu, pfftt hahahaha, sudah kuduga, untung aku tak membalasnya,” Sera
“Aku- Aku tidak bisa memberikan cintaku pada seorang Pembunuh Papaku. Dan kau Sera, kau adalah penyebab kematian Papaku, kau dan Sean bekerja sama untuk membunuh Papaku,” Julian
“Huh?? Aku pembunuh Papamu?? Om Hans?? Apa maksudmu?? Aku sama sekali tak mengerti-“ Sera
“JANGAN MENGELAK!! Semua bukti Pembunuhannya ada disini, aku sudah menyalinnya banyak kali sehingga aku tak akan lupa dengan apa yang kau perbuat,” Ujar Julian sambil melempar sebuah map ke Sera
Sera menatap map itu dengan tak mengerti,
“Mulai sekarang, aku tak ada hubungan denganmu, tentang apapun juga. Hutang budi pada Ayah Suta sudah kubalas dengan kekayaan yang selama ini aku berikan. Katakan pada Ayah Suta, aku tidak pernah menyesal menjadi anaknya, tapi aku menyesal karena aku bersamamu,” Julian
“Sungguh?? Kau sungguh melepaskan aku?? Kau yakin?? Sungguh tidak akan menyesal??” Sera
Julian menatap Sera, “Ya,” Julian putuskan
“Baiklah, aku tak tau kasus apa yang kau maksud, tapi karena kau tak peduli, aku pun tak peduli, kita berakhir disini. Sayonara, Julian,” Sera
“!!!” Julian tersentak karena pertama kalinya Sera memanggil namanya
Julian menatap kepergian Sera, air mata keluar menetes dari mata Julian,
“Sera,” Bathin Julian.
__ADS_1